<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Tegaskan Ekspor Listrik ke Singapura Harus Saling Menguntungkan</title><description>Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan ekspor listrik berbasis energi  baru terbarukan (EBT) ke Singapura harus saling menguntungkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/23/320/3088936/bahlil-tegaskan-ekspor-listrik-ke-singapura-harus-saling-menguntungkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/23/320/3088936/bahlil-tegaskan-ekspor-listrik-ke-singapura-harus-saling-menguntungkan"/><item><title>Bahlil Tegaskan Ekspor Listrik ke Singapura Harus Saling Menguntungkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/23/320/3088936/bahlil-tegaskan-ekspor-listrik-ke-singapura-harus-saling-menguntungkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/23/320/3088936/bahlil-tegaskan-ekspor-listrik-ke-singapura-harus-saling-menguntungkan</guid><pubDate>Sabtu 23 November 2024 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/23/320/3088936/bahlil-tegaskan-ekspor-listrik-ke-singapura-harus-saling-menguntungkan-7Ile0Qw5na.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor listrik RI ke Singapur harus saling menguntungkan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/23/320/3088936/bahlil-tegaskan-ekspor-listrik-ke-singapura-harus-saling-menguntungkan-7Ile0Qw5na.jpg</image><title>Ekspor listrik RI ke Singapur harus saling menguntungkan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan ekspor listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) ke Singapura harus saling menguntungkan.
Menurutnya, perjanjian ekspor listrik kedua negara ini harus dibicarakan secara government to government (G to G).

BACA JUGA:
RI Ekspor Listrik EBT ke Singapura, Nilai Investasi Tembus Ratusan Triliun


&quot;Saya kan sudah katakan bahwa itu kan harus kita bicara G to G dulu. Kita kan bicara tentang kepentingan bangsa. Hari ini di dunia orang sudah bicara tentang green industry dan green energy untuk melahirkan produk yang bersih,&quot; jelasnya, dikutip Sabtu (23/11/2024).
Oleh karena itu, lanjut Bahlil, Indonesia harus memanfaatkan hal-hal yang tidak dimiliki oleh negara lain.

BACA JUGA:
Indonesia Bakal Ekspor Listrik ke Singapura


&quot;Keunggulan komparatif termasuk dalamnya energi baru terbarukan. Kita lagi mau bicarakan dulu,&quot; urainya.
Diakui Bahlil, saat ini pihaknya tengah membuat konsep ekspor listrik bersih itu agar bisa sama-sama menguntungkan bagi kedua negara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8wOS8xLzE4NjYwMS8zL0djT0RFemdoS01N&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita konsepnya dulu kita buatkan dong. Kita ekspor listrik ke negara  lain. Tapi apa yang negara lain berikan kepada kita?&quot; tegasnya.
Bahlil menekankan hal ini dilakukan lantaran jangan sampai Indonesia  hanya menguntungkan negara lain tanpa ada timbal balik yang sepadan.
&quot;Jangan mau kita hanya menguntungkan satu negara tertentu. Kita harus  sama-sama win-win. Negara lain butuh energi kita. Tapi kita juga butuh  negara lain untuk ada sharing investasi apa yang bisa kita bicarakan,&quot;  tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan ekspor listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) ke Singapura harus saling menguntungkan.
Menurutnya, perjanjian ekspor listrik kedua negara ini harus dibicarakan secara government to government (G to G).

BACA JUGA:
RI Ekspor Listrik EBT ke Singapura, Nilai Investasi Tembus Ratusan Triliun


&quot;Saya kan sudah katakan bahwa itu kan harus kita bicara G to G dulu. Kita kan bicara tentang kepentingan bangsa. Hari ini di dunia orang sudah bicara tentang green industry dan green energy untuk melahirkan produk yang bersih,&quot; jelasnya, dikutip Sabtu (23/11/2024).
Oleh karena itu, lanjut Bahlil, Indonesia harus memanfaatkan hal-hal yang tidak dimiliki oleh negara lain.

BACA JUGA:
Indonesia Bakal Ekspor Listrik ke Singapura


&quot;Keunggulan komparatif termasuk dalamnya energi baru terbarukan. Kita lagi mau bicarakan dulu,&quot; urainya.
Diakui Bahlil, saat ini pihaknya tengah membuat konsep ekspor listrik bersih itu agar bisa sama-sama menguntungkan bagi kedua negara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8wOS8xLzE4NjYwMS8zL0djT0RFemdoS01N&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita konsepnya dulu kita buatkan dong. Kita ekspor listrik ke negara  lain. Tapi apa yang negara lain berikan kepada kita?&quot; tegasnya.
Bahlil menekankan hal ini dilakukan lantaran jangan sampai Indonesia  hanya menguntungkan negara lain tanpa ada timbal balik yang sepadan.
&quot;Jangan mau kita hanya menguntungkan satu negara tertentu. Kita harus  sama-sama win-win. Negara lain butuh energi kita. Tapi kita juga butuh  negara lain untuk ada sharing investasi apa yang bisa kita bicarakan,&quot;  tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
