<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eks Menkeu Ungkap Bisnis Harus Pertimbangkan Aspek Keberlangsungan</title><description>Aspek keberlangsungan atau sustainability harus dipertimbangkan oleh perusahaan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/25/320/3089247/eks-menkeu-ungkap-bisnis-harus-pertimbangkan-aspek-keberlangsungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/25/320/3089247/eks-menkeu-ungkap-bisnis-harus-pertimbangkan-aspek-keberlangsungan"/><item><title>Eks Menkeu Ungkap Bisnis Harus Pertimbangkan Aspek Keberlangsungan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/25/320/3089247/eks-menkeu-ungkap-bisnis-harus-pertimbangkan-aspek-keberlangsungan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/25/320/3089247/eks-menkeu-ungkap-bisnis-harus-pertimbangkan-aspek-keberlangsungan</guid><pubDate>Senin 25 November 2024 06:45 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/25/320/3089247/eks-menkeu-ungkap-bisnis-harus-pertimbangkan-aspek-keberlangsungan-IC6Q0FC3ED.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bisnis Harus Pertimbangkan Aspek Keberlangsungan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/25/320/3089247/eks-menkeu-ungkap-bisnis-harus-pertimbangkan-aspek-keberlangsungan-IC6Q0FC3ED.jpg</image><title>Bisnis Harus Pertimbangkan Aspek Keberlangsungan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Aspek keberlangsungan atau sustainability harus dipertimbangkan oleh perusahaan.
Mantan Menteri Keuangan, sekaligus Ketua Dewan Pengawas National Center for Corporate Reporting (NCCR), Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, mengatakan aspek tersebut dapat memitigasi risiko, dan menambah kepercayaan pelanggan.

BACA JUGA:
4 Fakta Harta Kekayaan Raffi Ahmad di LHKPN, Intip Gurita Bisnisnya


&amp;ldquo;Laporan Sustainability Corporate Global 2024 (OECD) menunjukkan bahwa laporan keberlanjutan yang diperbaiki dapat memitigasi risiko lebih baik dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.&amp;rdquo; ujar Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro di acara The Asia Sustainability Reporting  Rating (ASRRAT) 2024, di Jakarta, Senin (25/11/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8yNC8xLzE4NjgzMC8zL1EtV2lfZHhLczNF&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu Chairman Executive Director of NCCR, Ali Darwin menyebut tren pada pelaporan keberlanjutan semakin menguat. Data Klynveld Peat Marwick Goerdeler (KPMG) menunjukkan bahwa 75% perusahaan besar dunia telah melakukannya.

BACA JUGA:
Bisnis Hotel Kelam saat Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas


Munculnya   standar   global   seperti   International Sustainability Standard Board (ISSB), menurut Ali Darwin, semakin memperkuat tren tersebut, dan membuka jalan menuju masa depan perusahaan yang berkelanjutan.
&amp;ldquo;Di Indonesia, kewajiban pelaporan keberlanjutan semakin mendorong perusahaan untuk lebih transparan dan akuntabel terhadap dampak sosial dan lingkungan,&amp;rdquo; ujarnya.
ASRRAT, yang digelar atas kerjasama NCCR dengan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP), telah terselenggara sejak tahun 2005. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke dua puluh, diikuti sebanyak tujuh puluh organisasi, termasuk perusahaan dari sektor swasta dan publik serta institusi pendidikan tinggi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Aspek keberlangsungan atau sustainability harus dipertimbangkan oleh perusahaan.
Mantan Menteri Keuangan, sekaligus Ketua Dewan Pengawas National Center for Corporate Reporting (NCCR), Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, mengatakan aspek tersebut dapat memitigasi risiko, dan menambah kepercayaan pelanggan.

BACA JUGA:
4 Fakta Harta Kekayaan Raffi Ahmad di LHKPN, Intip Gurita Bisnisnya


&amp;ldquo;Laporan Sustainability Corporate Global 2024 (OECD) menunjukkan bahwa laporan keberlanjutan yang diperbaiki dapat memitigasi risiko lebih baik dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.&amp;rdquo; ujar Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro di acara The Asia Sustainability Reporting  Rating (ASRRAT) 2024, di Jakarta, Senin (25/11/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8yNC8xLzE4NjgzMC8zL1EtV2lfZHhLczNF&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu Chairman Executive Director of NCCR, Ali Darwin menyebut tren pada pelaporan keberlanjutan semakin menguat. Data Klynveld Peat Marwick Goerdeler (KPMG) menunjukkan bahwa 75% perusahaan besar dunia telah melakukannya.

BACA JUGA:
Bisnis Hotel Kelam saat Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas


Munculnya   standar   global   seperti   International Sustainability Standard Board (ISSB), menurut Ali Darwin, semakin memperkuat tren tersebut, dan membuka jalan menuju masa depan perusahaan yang berkelanjutan.
&amp;ldquo;Di Indonesia, kewajiban pelaporan keberlanjutan semakin mendorong perusahaan untuk lebih transparan dan akuntabel terhadap dampak sosial dan lingkungan,&amp;rdquo; ujarnya.
ASRRAT, yang digelar atas kerjasama NCCR dengan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP), telah terselenggara sejak tahun 2005. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke dua puluh, diikuti sebanyak tujuh puluh organisasi, termasuk perusahaan dari sektor swasta dan publik serta institusi pendidikan tinggi.</content:encoded></item></channel></rss>
