<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jusuf Hamka Pakai Sepatu Bolong: Jangan Gengsi</title><description>Jusuf Hamka adalah seorang pengusaha yang dikenal dengan pandangannya yang bijaksana.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/27/455/3089917/jusuf-hamka-pakai-sepatu-bolong-jangan-gengsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/27/455/3089917/jusuf-hamka-pakai-sepatu-bolong-jangan-gengsi"/><item><title>Jusuf Hamka Pakai Sepatu Bolong: Jangan Gengsi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/27/455/3089917/jusuf-hamka-pakai-sepatu-bolong-jangan-gengsi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/27/455/3089917/jusuf-hamka-pakai-sepatu-bolong-jangan-gengsi</guid><pubDate>Rabu 27 November 2024 01:08 WIB</pubDate><dc:creator>Dwi Fitria Ningsih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/27/455/3089917/jusuf-hamka-pakai-sepatu-bolong-jangan-gengsi-uoqziNcsh5.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Cerita Jusuf Hamka utamakan kebutuhan bukan gengsi (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/27/455/3089917/jusuf-hamka-pakai-sepatu-bolong-jangan-gengsi-uoqziNcsh5.JPG</image><title>Cerita Jusuf Hamka utamakan kebutuhan bukan gengsi (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Jusuf Hamka adalah seorang pengusaha yang dikenal dengan pandangannya yang bijaksana. Baru-baru ini ia berbagi cerita pada postingan akun Instagramnya @jusufhamka tentang pentingnya mengutamakan fungsi daripada gengsi.
Pada 20 November, Hamka mengunjungi sebuah toko sepatu di Shibuya karena sepatu lama miliknya telah rusak parah. Sepatu yang ia kenalan memiliki lubang besar, namun Hamka merasa bahwa sepatu tersebut masih nyaman untuk digunakan.

BACA JUGA:
Intip Gurita Bisnis Jusuf Hamka


Hamka menekankan bahwa hal terpenting dalam memilih barang adalah fungsi, bukan sekedar gengsi semata. Ia mengajak anak muda untuk lebih bijaksana dalam mengelola keuangan dan tidak terjebak pada gaya hidup yang menghabiskan banyak biaya.
&amp;ldquo;Jangan gengsi apalagi buat anak-anak muda kalau selama masih bisa dipakai itu artinya fungsi,&amp;rdquo; kata Hamka, Rabu (27/11/2024).

BACA JUGA:
Ternyata Segini Harta Kekayaan Jusuf Hamka


Menurut hamka, gaya hidup yang berfokus pada gengsi sering membuat seseorang mengeluarkan biaya besar hanya untuk memenuhi standar sosial tertentu. Ia mengingatkan untuk menggunakan barang yang masih layak dipakai, daripada mengikuti tren yang hana untuk dilihat orang lain.
&amp;ldquo;Perhatikan fungsi daripada gengsi karena gengsi makan biaya bos,&amp;rdquo; ucap Hamka.
&amp;ldquo;Gengsi makan biaya bozz&amp;rdquo;, ujar Hamka pada caption.
Hamka juga menyebutkan bagaimana ia memilih sepatu yang nyaman dan  praktis. Ia tidak hanya membeli sepatu untuk gaya, tetapi juga untuk  kenyamanan dan kegunaannya sehari-hari.
&amp;ldquo;Saya beli satu atau dua pasang buat dipakai karena enak sih sepatunya nyaman,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurut Hamka, perbaikan barang yang rusak, seperti sepatu yang robek  adalah cara bijak untuk menghemat biaya dan mengurangi pemborosan. Ia  mencontohkan bagaimana ia tidak langsung membuang sepatunya, tetapi  memilih untuk memperbaikinya agar tetap bisa digunakan.
&amp;ldquo;Sepatu saya robek tadi tapi dia robek nggak akan saya buang, saya perbaiki,&amp;rdquo; katanya.
Hamka mengingatkan semua orang untuk bijak dalam mengelola  pengeluaran. Pesan tersebut mengingatkan kita semua untuk selalu  mengutamakan fungsi daripada sekadar mengikuti gaya hidup yang boros dan  penuh gengsi.</description><content:encoded>JAKARTA - Jusuf Hamka adalah seorang pengusaha yang dikenal dengan pandangannya yang bijaksana. Baru-baru ini ia berbagi cerita pada postingan akun Instagramnya @jusufhamka tentang pentingnya mengutamakan fungsi daripada gengsi.
Pada 20 November, Hamka mengunjungi sebuah toko sepatu di Shibuya karena sepatu lama miliknya telah rusak parah. Sepatu yang ia kenalan memiliki lubang besar, namun Hamka merasa bahwa sepatu tersebut masih nyaman untuk digunakan.

BACA JUGA:
Intip Gurita Bisnis Jusuf Hamka


Hamka menekankan bahwa hal terpenting dalam memilih barang adalah fungsi, bukan sekedar gengsi semata. Ia mengajak anak muda untuk lebih bijaksana dalam mengelola keuangan dan tidak terjebak pada gaya hidup yang menghabiskan banyak biaya.
&amp;ldquo;Jangan gengsi apalagi buat anak-anak muda kalau selama masih bisa dipakai itu artinya fungsi,&amp;rdquo; kata Hamka, Rabu (27/11/2024).

BACA JUGA:
Ternyata Segini Harta Kekayaan Jusuf Hamka


Menurut hamka, gaya hidup yang berfokus pada gengsi sering membuat seseorang mengeluarkan biaya besar hanya untuk memenuhi standar sosial tertentu. Ia mengingatkan untuk menggunakan barang yang masih layak dipakai, daripada mengikuti tren yang hana untuk dilihat orang lain.
&amp;ldquo;Perhatikan fungsi daripada gengsi karena gengsi makan biaya bos,&amp;rdquo; ucap Hamka.
&amp;ldquo;Gengsi makan biaya bozz&amp;rdquo;, ujar Hamka pada caption.
Hamka juga menyebutkan bagaimana ia memilih sepatu yang nyaman dan  praktis. Ia tidak hanya membeli sepatu untuk gaya, tetapi juga untuk  kenyamanan dan kegunaannya sehari-hari.
&amp;ldquo;Saya beli satu atau dua pasang buat dipakai karena enak sih sepatunya nyaman,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurut Hamka, perbaikan barang yang rusak, seperti sepatu yang robek  adalah cara bijak untuk menghemat biaya dan mengurangi pemborosan. Ia  mencontohkan bagaimana ia tidak langsung membuang sepatunya, tetapi  memilih untuk memperbaikinya agar tetap bisa digunakan.
&amp;ldquo;Sepatu saya robek tadi tapi dia robek nggak akan saya buang, saya perbaiki,&amp;rdquo; katanya.
Hamka mengingatkan semua orang untuk bijak dalam mengelola  pengeluaran. Pesan tersebut mengingatkan kita semua untuk selalu  mengutamakan fungsi daripada sekadar mengikuti gaya hidup yang boros dan  penuh gengsi.</content:encoded></item></channel></rss>
