<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Maksimalkan Energi Terbarukan, ESDM Percepat Proyek Transmisi 50.000 Kms</title><description>Kementerian ESDM mendorong partisipasi swasta dalam pembiayaan proyek transmisi 50.000 km sirkuit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/28/320/3090269/maksimalkan-energi-terbarukan-esdm-percepat-proyek-transmisi-50-000-kms</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/28/320/3090269/maksimalkan-energi-terbarukan-esdm-percepat-proyek-transmisi-50-000-kms"/><item><title>Maksimalkan Energi Terbarukan, ESDM Percepat Proyek Transmisi 50.000 Kms</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/28/320/3090269/maksimalkan-energi-terbarukan-esdm-percepat-proyek-transmisi-50-000-kms</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/28/320/3090269/maksimalkan-energi-terbarukan-esdm-percepat-proyek-transmisi-50-000-kms</guid><pubDate>Kamis 28 November 2024 01:40 WIB</pubDate><dc:creator>Anindya Rasya Salsabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/28/320/3090269/maksimalkan-energi-terbarukan-esdm-percepat-proyek-transmisi-50-000-kms-QsUMyPyjih.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kementerian ESDM percepat proyek transmisi 50 ribu kms (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/28/320/3090269/maksimalkan-energi-terbarukan-esdm-percepat-proyek-transmisi-50-000-kms-QsUMyPyjih.jpg</image><title>Kementerian ESDM percepat proyek transmisi 50 ribu kms (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian ESDM mendorong partisipasi swasta dalam pembiayaan proyek transmisi 50.000 km sirkuit. Percepatan proyek ini dilakukan demi memaksimalkan potensi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.
&quot;Kebutuhan investasi yang sangat besar tersebut tentunya tidak bisa sepenuhnya oleh pembiayaan PL, sehingga diperlukan dukungan pemerintah dan partisipasi swasta dalam pembiayaan proyek transmisi, seperti KPBU, deferred payment, dan lain-lain,&quot; kata Koordinator Perencanaan Transmisi Tenaga Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Muhadi, dikutip Kamis (28/11/2024).

BACA JUGA:
3 Perusahaan Migas Kelas Dunia Tertarik Investasi Energi Terbarukan di RI


Diketahui, dalam 10 tahun ke depan, Indonesia akan membangun jaringan transmisi sekitar 50.000 kms, gardu induk sekitar 105.000 MVA, dengan total investasi mencapai Rp400 triliun.
Muhadi mengungkapkan, transmisi tersebut mencakup transmission priorities di antaranya backbone transmissions sebesar 15.000 kms, interconnections 4.500 kms, dan fishbone transmissions sebesar 20.000 kms.
Dalam pemaparannya, Muhadi menyebut potensi EBT di Indonesia tersebar di berbagai wilayah, sayangnya belum dimanfaatkan dengan maksimal. Dia menjabarkan antara lain potensi hidro tersebar di seluruh wilayah Indonesia, terutama di Kalimantan Utara, Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Papua.

BACA JUGA:
Target Investasi Rp1.900 Triliun di 2025, Energi Terbarukan Jadi Prioritas


Kemudian, potensi tenaga surya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, terutama di NTT, Kalimantan Barat, dan Riau. Sementara itu, potensi tenaga angin terutama dapat ditemukan di wilayah NTT, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Aceh, dan Papua.
&quot;Potensi energi laut tersebar di seluruh wilayah Indonesia, terutama Maluku, NTT, NTB, dan Bali,&quot; paparnya.
Sementara potensi panas bumi tersebar di Kawasan ring of fire, meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku. &quot;Potensi-potensi energi baru yang ada ini masih belum banyak dikembangkan,&quot; ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, Indonesia  memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang signifikan dan  beragam, namun baru sedikit yang dimanfaatkan. Dari potensi EBT di  Indonesia sebesar 3.687 Gigawatt, saat ini baru 0,3 persen yang  dimanfaatkan.
Karena itu, Kementerian ESDM menggandeng banyak pihak untuk  memaksimalkan potensi EBT untuk mencapai net zero emission (NZE) pada  2060 mendatang.
&quot;Untuk energi baru terbarukan ini tentu ada, ini  pengembangan-pengembangan yang terkait dengan teknologi. Ada pembangkit  baru yang harus kita bangun dan juga ada kebutuhan investasi untuk  bagaimana kita menyediakan tenaga listrik yang berasal dari energi baru  dan terbarukan,&quot; kata Yuliot.
Menyambut tawaran pemerintah tersebut, PT PLN (Persero) bersama  Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) berharap gelaran Electricity  Connect 2024 yang dibuka pada hari ini dapat menjadi momentum bagi para  pemangku kepentingan dan pelaku industri ketenagalistrikan saling  bersinergi.
Pelaksanaan Electricity Connect 2024 diharapkan dapat menjadi wadah  untuk bertukar informasi mengenai teknologi energi bersih dan berbagi  wawasan mengenai smart grid hingga target NZE, serta memperkuat  kolaborasi global untuk mencapai transisi energi menuju NZE pada 2060.
Dengan kegiatan ini, upaya Indonesia untuk menuju ketahanan energi  dan membangun sistem ketenagalistrikan terintegrasi di Kawasan ASEAN  dapat secara cepat terealisasikan, demi terciptanya ekonomi hijau  berkelanjutan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian ESDM mendorong partisipasi swasta dalam pembiayaan proyek transmisi 50.000 km sirkuit. Percepatan proyek ini dilakukan demi memaksimalkan potensi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.
&quot;Kebutuhan investasi yang sangat besar tersebut tentunya tidak bisa sepenuhnya oleh pembiayaan PL, sehingga diperlukan dukungan pemerintah dan partisipasi swasta dalam pembiayaan proyek transmisi, seperti KPBU, deferred payment, dan lain-lain,&quot; kata Koordinator Perencanaan Transmisi Tenaga Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Muhadi, dikutip Kamis (28/11/2024).

BACA JUGA:
3 Perusahaan Migas Kelas Dunia Tertarik Investasi Energi Terbarukan di RI


Diketahui, dalam 10 tahun ke depan, Indonesia akan membangun jaringan transmisi sekitar 50.000 kms, gardu induk sekitar 105.000 MVA, dengan total investasi mencapai Rp400 triliun.
Muhadi mengungkapkan, transmisi tersebut mencakup transmission priorities di antaranya backbone transmissions sebesar 15.000 kms, interconnections 4.500 kms, dan fishbone transmissions sebesar 20.000 kms.
Dalam pemaparannya, Muhadi menyebut potensi EBT di Indonesia tersebar di berbagai wilayah, sayangnya belum dimanfaatkan dengan maksimal. Dia menjabarkan antara lain potensi hidro tersebar di seluruh wilayah Indonesia, terutama di Kalimantan Utara, Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Papua.

BACA JUGA:
Target Investasi Rp1.900 Triliun di 2025, Energi Terbarukan Jadi Prioritas


Kemudian, potensi tenaga surya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, terutama di NTT, Kalimantan Barat, dan Riau. Sementara itu, potensi tenaga angin terutama dapat ditemukan di wilayah NTT, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Aceh, dan Papua.
&quot;Potensi energi laut tersebar di seluruh wilayah Indonesia, terutama Maluku, NTT, NTB, dan Bali,&quot; paparnya.
Sementara potensi panas bumi tersebar di Kawasan ring of fire, meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku. &quot;Potensi-potensi energi baru yang ada ini masih belum banyak dikembangkan,&quot; ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, Indonesia  memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang signifikan dan  beragam, namun baru sedikit yang dimanfaatkan. Dari potensi EBT di  Indonesia sebesar 3.687 Gigawatt, saat ini baru 0,3 persen yang  dimanfaatkan.
Karena itu, Kementerian ESDM menggandeng banyak pihak untuk  memaksimalkan potensi EBT untuk mencapai net zero emission (NZE) pada  2060 mendatang.
&quot;Untuk energi baru terbarukan ini tentu ada, ini  pengembangan-pengembangan yang terkait dengan teknologi. Ada pembangkit  baru yang harus kita bangun dan juga ada kebutuhan investasi untuk  bagaimana kita menyediakan tenaga listrik yang berasal dari energi baru  dan terbarukan,&quot; kata Yuliot.
Menyambut tawaran pemerintah tersebut, PT PLN (Persero) bersama  Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) berharap gelaran Electricity  Connect 2024 yang dibuka pada hari ini dapat menjadi momentum bagi para  pemangku kepentingan dan pelaku industri ketenagalistrikan saling  bersinergi.
Pelaksanaan Electricity Connect 2024 diharapkan dapat menjadi wadah  untuk bertukar informasi mengenai teknologi energi bersih dan berbagi  wawasan mengenai smart grid hingga target NZE, serta memperkuat  kolaborasi global untuk mencapai transisi energi menuju NZE pada 2060.
Dengan kegiatan ini, upaya Indonesia untuk menuju ketahanan energi  dan membangun sistem ketenagalistrikan terintegrasi di Kawasan ASEAN  dapat secara cepat terealisasikan, demi terciptanya ekonomi hijau  berkelanjutan.</content:encoded></item></channel></rss>
