<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bulog Resmi Tak Lagi Berstatus Perum tapi Lembaga Khusus di Bawah Prabowo</title><description>Ratas dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan beberapa waktu lalu di Istana Negara, Jakarta Pusat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/29/320/3090776/bulog-resmi-tak-lagi-berstatus-perum-tapi-lembaga-khusus-di-bawah-prabowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/29/320/3090776/bulog-resmi-tak-lagi-berstatus-perum-tapi-lembaga-khusus-di-bawah-prabowo"/><item><title>Bulog Resmi Tak Lagi Berstatus Perum tapi Lembaga Khusus di Bawah Prabowo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/29/320/3090776/bulog-resmi-tak-lagi-berstatus-perum-tapi-lembaga-khusus-di-bawah-prabowo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/29/320/3090776/bulog-resmi-tak-lagi-berstatus-perum-tapi-lembaga-khusus-di-bawah-prabowo</guid><pubDate>Jum'at 29 November 2024 13:41 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/29/320/3090776/bulog-resmi-tak-lagi-berstatus-perum-tapi-lembaga-khusus-di-bawah-prabowo-HBMbjE4OWC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bulog Tak Lagi Berstatus Perum. (Foto: Okezone.com/Bulog)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/29/320/3090776/bulog-resmi-tak-lagi-berstatus-perum-tapi-lembaga-khusus-di-bawah-prabowo-HBMbjE4OWC.jpg</image><title>Bulog Tak Lagi Berstatus Perum. (Foto: Okezone.com/Bulog)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengungkapakn perubahan status Perum Bulog dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi lembaga khusus di bawah naungan Presiden sudah diputuskan dalam rapat terbatas (ratas).
Ratas dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan beberapa waktu lalu di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah pun menyusun konsep besar transformasi perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor pangan itu. Hal ini ditandai dengan rapat koordinasi yang digelar pemerintah di kantor pusat Bulog, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2024).

BACA JUGA:
Bukan BUMN Lagi, Bulog Langsung di Bawah Presiden Prabowo

Hadir dalam pertemuan diantaranya, Menko Pangan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy
Lalu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, hingga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi.
&amp;ldquo;Tadi yang ikut rapat itu banyak sekali, kita hari ini melanjutkan rapat pertama secara resmi mengenai transformasi Bulog, karena ini sudah diputuskan dalam ratas yang dipimpin Bapak Presiden langsung beberapa waktu yang lalu,&amp;rdquo; ujar Zulhas usai rapat koordinasi.

BACA JUGA:
Serapan Bulog 908 Ribu Ton, Kenapa Harga Beras di RI Paling Mahal se-Asean?

&amp;ldquo;Saya laporan perlunya transformasi Bulog bahwa kami akan melanjutkan rapat kepada pihak yang terkait untuk merumuskan, membuat konsep mengenai transformasi Bulog dan Bapak Presiden memutuskan silahkan dilanjutkan,&amp;rdquo; paparnya.
Dalam rapat, pemerintah mendiskusikan regulasi atas perubahan status Bulog, apakah bakal dipayungi oleh Peraturan Presiden (Perpres) atau justru harus merevisi sejumlah Undang-undang (UU).Pembahasan regulasi pun erat kaitannya dengan penganggaran Bulog. Pasalnya, perusahaan bakal mendapat dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) bila nanti resmi menjadi badan di bawah naungan langsung Presiden.
&amp;ldquo;Dan tadi memang banyak diskusinya karena ini baru rapat pertama, antara lain misalnya ini apakah transformasi Bulog ini melalui Perpres atau merubah undang-undang,&amp;rdquo; beber dia
&amp;ldquo;Kemudian juga kira-kira bagaimana soal keuangannya. Pendek kata banyak yang kita bahas,&amp;rdquo; jelas dia.
Zulhas mengatakan, kesimpulan rapat koordinasi hari ini akan didalami di masing-masing instansi terkait.
&amp;ldquo;Tetapi kesimpulannya nanti akan diperdalam di masing-masing instansi yang terkait, di Kementan di tempatnya masing-masing, di Bapanas, di (Kementerian) Perdagangan, di Perindustrian, dan lain-lain,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengungkapakn perubahan status Perum Bulog dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi lembaga khusus di bawah naungan Presiden sudah diputuskan dalam rapat terbatas (ratas).
Ratas dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan beberapa waktu lalu di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah pun menyusun konsep besar transformasi perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor pangan itu. Hal ini ditandai dengan rapat koordinasi yang digelar pemerintah di kantor pusat Bulog, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2024).

BACA JUGA:
Bukan BUMN Lagi, Bulog Langsung di Bawah Presiden Prabowo

Hadir dalam pertemuan diantaranya, Menko Pangan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy
Lalu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, hingga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi.
&amp;ldquo;Tadi yang ikut rapat itu banyak sekali, kita hari ini melanjutkan rapat pertama secara resmi mengenai transformasi Bulog, karena ini sudah diputuskan dalam ratas yang dipimpin Bapak Presiden langsung beberapa waktu yang lalu,&amp;rdquo; ujar Zulhas usai rapat koordinasi.

BACA JUGA:
Serapan Bulog 908 Ribu Ton, Kenapa Harga Beras di RI Paling Mahal se-Asean?

&amp;ldquo;Saya laporan perlunya transformasi Bulog bahwa kami akan melanjutkan rapat kepada pihak yang terkait untuk merumuskan, membuat konsep mengenai transformasi Bulog dan Bapak Presiden memutuskan silahkan dilanjutkan,&amp;rdquo; paparnya.
Dalam rapat, pemerintah mendiskusikan regulasi atas perubahan status Bulog, apakah bakal dipayungi oleh Peraturan Presiden (Perpres) atau justru harus merevisi sejumlah Undang-undang (UU).Pembahasan regulasi pun erat kaitannya dengan penganggaran Bulog. Pasalnya, perusahaan bakal mendapat dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) bila nanti resmi menjadi badan di bawah naungan langsung Presiden.
&amp;ldquo;Dan tadi memang banyak diskusinya karena ini baru rapat pertama, antara lain misalnya ini apakah transformasi Bulog ini melalui Perpres atau merubah undang-undang,&amp;rdquo; beber dia
&amp;ldquo;Kemudian juga kira-kira bagaimana soal keuangannya. Pendek kata banyak yang kita bahas,&amp;rdquo; jelas dia.
Zulhas mengatakan, kesimpulan rapat koordinasi hari ini akan didalami di masing-masing instansi terkait.
&amp;ldquo;Tetapi kesimpulannya nanti akan diperdalam di masing-masing instansi yang terkait, di Kementan di tempatnya masing-masing, di Bapanas, di (Kementerian) Perdagangan, di Perindustrian, dan lain-lain,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
