<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPR Subsidi BTN Capai Rp172,7 Triliun di Kuartal III-2024</title><description>PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat penyaluran KPR Subsidi mencapai Rp172,7 triliun di kuartal III-2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/29/470/3090874/kpr-subsidi-btn-capai-rp172-7-triliun-di-kuartal-iii-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/11/29/470/3090874/kpr-subsidi-btn-capai-rp172-7-triliun-di-kuartal-iii-2024"/><item><title>KPR Subsidi BTN Capai Rp172,7 Triliun di Kuartal III-2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/11/29/470/3090874/kpr-subsidi-btn-capai-rp172-7-triliun-di-kuartal-iii-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/11/29/470/3090874/kpr-subsidi-btn-capai-rp172-7-triliun-di-kuartal-iii-2024</guid><pubDate>Jum'at 29 November 2024 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Anindya Rasya Salsabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/29/470/3090874/kpr-subsidi-btn-capai-rp172-7-triliun-di-kuartal-iii-2024-g9ziTx6g2n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyaluran KPR Subsidi BTN hingga kuartal III 2024 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/29/470/3090874/kpr-subsidi-btn-capai-rp172-7-triliun-di-kuartal-iii-2024-g9ziTx6g2n.jpg</image><title>Penyaluran KPR Subsidi BTN hingga kuartal III 2024 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat penyaluran KPR Subsidi mencapai Rp172,7 triliun di kuartal III-2024. KPR subsidi meningkat 9,5% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, KPR Subsidi masih menyumbang porsi terbesar terhadap keseluruhan portofolio kredit BTN. Nixon mengungkapkan, sebanyak 75% debitur KPR Subsidi BTN merupakan kelompok Millenial, yang merupakan kategori usia produktif sekitar 21 tahun hingga 35 tahun.

BACA JUGA:
Tren Baru KPR, Banyak Perempuan Beli Rumah Sendiri Tanpa Tunggu Calon Suami


Nixon mengatakan, pertumbuhan kredit BTN ditopang oleh permintaan yang meningkat di KPR, terutama KPR Subsidi seiring dengan masih tingginya kebutuhan akan perumahan yang layak dan terjangkau di Indonesia. Saat ini terdapat 24,6 juta rumah yang masih tergolong tidak layak huni, dengan jumlah backlog kepemilikan rumah nasional yang mencapai 9,9 juta.
&amp;ldquo;Hal ini menandakan bahwa generasi muda Indonesia, terutama yang berpenghasilan rendah dan menengah, masih menganggap rumah sebagai salah satu kebutuhan utama dan trennya masih akan meningkat seiring pertumbuhan ekonomi nasional,&amp;rdquo; ujar Nixon, Jumat (29/11/2024).
Secara keseluruhan, BTN menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp356,1 triliun per akhir September 2024 atau tumbuh sebesar 11,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pencapaian tersebut masih tercatat di atas pertumbuhan rata-rata kredit industri perbankan nasional yang mencapai 10,9% yoy.

BACA JUGA:
Erick Thohir Minta Tenor KPR Diperpanjang Jadi 30 Tahun


&amp;ldquo;Di tengah tantangan yang terjadi di sepanjang 2024, fungsi intermediasi BTN tetap berjalan optimal. Hal ini menandakan BTN mampu menjalankan salah satu tugas utamanya untuk turut menggerakkan ekonomi dan membuka akses pinjaman bagi masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah dan menengah,&amp;rdquo; ujar Nixon.
Pada saat yang sama, lanjut Nixon, BTN mencatat pertumbuhan di segmen kredit bermargin tinggi (high-yield loan), yang tumbuh 20,1% yoy menjadi Rp15,9 triliun per September 2024. Secara rinci, pertumbuhan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melonjak 68,1% yoy, diikuti oleh Kredit Ringan (KRING) sebesar 18,1% yoy dan Kredit Agunan Rumah (KAR) sebesar 10,9% yoy yang disalurkan kepada nasabah eksisting.
Seiring dengan peningkatan penyaluran kredit, Nixon menegaskan bahwa BTN tetap menerapkan kehati-hatian dan mitigasi risiko yang ketat untuk menjaga kualitas kredit. Hal itu terlihat dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross yang turun menjadi 3,2% pada September 2024, dari 3,5% pada periode yang sama tahun lalu. &amp;ldquo;Tingkat NPL BTN akan terus menurun pada akhir tahun karena kami akan menyelesaikan bulk asset sales pada bulan Desember dengan nilai sekitar Rp1,1 triliun hingga Rp1,5 triliun,&amp;rdquo; ungkap Nixon.
Kendati terdapat penurunan rata-rata tabungan masyarakat dengan saldo  di bawah Rp100 juta secara nasional, penghimpunan dana pihak ketiga  (DPK) BTN secara keseluruhan tetap positif. Tercatat, total DPK BTN  mencapai Rp370,7 triliun hingga akhir September 2024, bertumbuh 14,5%  yoy dibandingkan dengan Rp323,9 triliun pada periode yang sama tahun  lalu. Pertumbuhan DPK BTN masih lebih tinggi dari pertumbuhan industri  perbankan nasional sebesar 7,04%, menandakan mesin funding BTN bekerja  dengan optimal.
Nixon mengatakan, pertumbuhan DPK BTN terutama ditopang oleh  peningkatan di giro sebesar 25,9% yoy per kuartal III-2024. Secara  keseluruhan, dana murah berupa tabungan dan giro (Current Account Saving  Account/CASA) menyumbang 51% terhadap total DPK BTN dan bertumbuh 17,9%  yoy dari September 2023.
&amp;ldquo;Strategi jangka panjang BTN untuk menjadi bank transaksional mulai  terlihat dari adanya perbaikan struktur pendanaan yang ditopang oleh  dana murah dari nasabah ritel dan institusi menengah. Di segmen ritel,  BTN Prospera yang diluncurkan untuk segmen Emerging Affluent pada tahun  ini telah menyumbang Rp8 triliun terhadap total DPK BTN dari 43.500  rekening baru,&amp;rdquo; papar Nixon.
Selain itu, lanjut Nixon, transformasi digital yang dilakukan BTN  juga mulai membuahkan hasil terhadap funding berbiaya murah, seperti  terlihat dari peningkatan jumlah pengguna aplikasi BTN Mobile yang  mencapai 1,9 juta hingga September 2024. Total transaksi BTN Mobile  telah mencapai Rp60,1 triliun selama sembilan bulan di tahun ini,  melonjak 167,1% yoy dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp22,5  triliun.
&amp;ldquo;Kami terus membidik lebih banyak transaksi digital melalui kampanye  Bale by BTN yang menawarkan berbagai benefit untuk kebutuhan masa kini  nasabah BTN. Secara internal, kami juga mempertajam strategi digital  banking untuk mengembangkan full banking solution dengan membagi unit  bisnis menjadi Digital Development dan Digital Sales. Ini menunjukkan  keseriusan BTN dalam menjadi bank transaksional,&amp;rdquo; ujar Nixon.
Dengan pertumbuhan DPK yang mampu mengimbangi pertumbuhan kredit, BTN  mampu menjaga rasio intermediasi atau loan to deposit ratio (LDR) di  level 96% per kuartal III-2024, membaik dibandingkan periode yang sama  tahun lalu yang sebesar 98,3%. Nixon mengatakan, pencapaian ini  menunjukkan tingkat likuiditas yang baik di tengah persaingan  mendapatkan pendanaan di industri perbankan.
Pertumbuhan kredit dan DPK yang solid hingga kuartal III-2024  menghasilkan peningkatan aset sebesar 11,1% yoy menjadi Rp455,1 triliun  dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 409,7 triliun.  Sementara itu, laba bersih BTN tercatat Rp2,08 triliun per September  2024.
&amp;ldquo;Di balik tantangan yang dihadapi selama sembilan bulan ke belakang  pada tahun 2024, kami tetap optimistis bahwa tahun 2025 akan menjadi  tahun yang lebih baik bagi BTN seiring dengan prospek makroekonomi yang  akan lebih kondusif serta adanya upaya pemerintah untuk meningkatkan  pemenuhan kebutuhan rumah nasional secara lebih masif melalui Program  Tiga Juta Rumah,&amp;rdquo; kata Nixon.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat penyaluran KPR Subsidi mencapai Rp172,7 triliun di kuartal III-2024. KPR subsidi meningkat 9,5% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, KPR Subsidi masih menyumbang porsi terbesar terhadap keseluruhan portofolio kredit BTN. Nixon mengungkapkan, sebanyak 75% debitur KPR Subsidi BTN merupakan kelompok Millenial, yang merupakan kategori usia produktif sekitar 21 tahun hingga 35 tahun.

BACA JUGA:
Tren Baru KPR, Banyak Perempuan Beli Rumah Sendiri Tanpa Tunggu Calon Suami


Nixon mengatakan, pertumbuhan kredit BTN ditopang oleh permintaan yang meningkat di KPR, terutama KPR Subsidi seiring dengan masih tingginya kebutuhan akan perumahan yang layak dan terjangkau di Indonesia. Saat ini terdapat 24,6 juta rumah yang masih tergolong tidak layak huni, dengan jumlah backlog kepemilikan rumah nasional yang mencapai 9,9 juta.
&amp;ldquo;Hal ini menandakan bahwa generasi muda Indonesia, terutama yang berpenghasilan rendah dan menengah, masih menganggap rumah sebagai salah satu kebutuhan utama dan trennya masih akan meningkat seiring pertumbuhan ekonomi nasional,&amp;rdquo; ujar Nixon, Jumat (29/11/2024).
Secara keseluruhan, BTN menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp356,1 triliun per akhir September 2024 atau tumbuh sebesar 11,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pencapaian tersebut masih tercatat di atas pertumbuhan rata-rata kredit industri perbankan nasional yang mencapai 10,9% yoy.

BACA JUGA:
Erick Thohir Minta Tenor KPR Diperpanjang Jadi 30 Tahun


&amp;ldquo;Di tengah tantangan yang terjadi di sepanjang 2024, fungsi intermediasi BTN tetap berjalan optimal. Hal ini menandakan BTN mampu menjalankan salah satu tugas utamanya untuk turut menggerakkan ekonomi dan membuka akses pinjaman bagi masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah dan menengah,&amp;rdquo; ujar Nixon.
Pada saat yang sama, lanjut Nixon, BTN mencatat pertumbuhan di segmen kredit bermargin tinggi (high-yield loan), yang tumbuh 20,1% yoy menjadi Rp15,9 triliun per September 2024. Secara rinci, pertumbuhan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melonjak 68,1% yoy, diikuti oleh Kredit Ringan (KRING) sebesar 18,1% yoy dan Kredit Agunan Rumah (KAR) sebesar 10,9% yoy yang disalurkan kepada nasabah eksisting.
Seiring dengan peningkatan penyaluran kredit, Nixon menegaskan bahwa BTN tetap menerapkan kehati-hatian dan mitigasi risiko yang ketat untuk menjaga kualitas kredit. Hal itu terlihat dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross yang turun menjadi 3,2% pada September 2024, dari 3,5% pada periode yang sama tahun lalu. &amp;ldquo;Tingkat NPL BTN akan terus menurun pada akhir tahun karena kami akan menyelesaikan bulk asset sales pada bulan Desember dengan nilai sekitar Rp1,1 triliun hingga Rp1,5 triliun,&amp;rdquo; ungkap Nixon.
Kendati terdapat penurunan rata-rata tabungan masyarakat dengan saldo  di bawah Rp100 juta secara nasional, penghimpunan dana pihak ketiga  (DPK) BTN secara keseluruhan tetap positif. Tercatat, total DPK BTN  mencapai Rp370,7 triliun hingga akhir September 2024, bertumbuh 14,5%  yoy dibandingkan dengan Rp323,9 triliun pada periode yang sama tahun  lalu. Pertumbuhan DPK BTN masih lebih tinggi dari pertumbuhan industri  perbankan nasional sebesar 7,04%, menandakan mesin funding BTN bekerja  dengan optimal.
Nixon mengatakan, pertumbuhan DPK BTN terutama ditopang oleh  peningkatan di giro sebesar 25,9% yoy per kuartal III-2024. Secara  keseluruhan, dana murah berupa tabungan dan giro (Current Account Saving  Account/CASA) menyumbang 51% terhadap total DPK BTN dan bertumbuh 17,9%  yoy dari September 2023.
&amp;ldquo;Strategi jangka panjang BTN untuk menjadi bank transaksional mulai  terlihat dari adanya perbaikan struktur pendanaan yang ditopang oleh  dana murah dari nasabah ritel dan institusi menengah. Di segmen ritel,  BTN Prospera yang diluncurkan untuk segmen Emerging Affluent pada tahun  ini telah menyumbang Rp8 triliun terhadap total DPK BTN dari 43.500  rekening baru,&amp;rdquo; papar Nixon.
Selain itu, lanjut Nixon, transformasi digital yang dilakukan BTN  juga mulai membuahkan hasil terhadap funding berbiaya murah, seperti  terlihat dari peningkatan jumlah pengguna aplikasi BTN Mobile yang  mencapai 1,9 juta hingga September 2024. Total transaksi BTN Mobile  telah mencapai Rp60,1 triliun selama sembilan bulan di tahun ini,  melonjak 167,1% yoy dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp22,5  triliun.
&amp;ldquo;Kami terus membidik lebih banyak transaksi digital melalui kampanye  Bale by BTN yang menawarkan berbagai benefit untuk kebutuhan masa kini  nasabah BTN. Secara internal, kami juga mempertajam strategi digital  banking untuk mengembangkan full banking solution dengan membagi unit  bisnis menjadi Digital Development dan Digital Sales. Ini menunjukkan  keseriusan BTN dalam menjadi bank transaksional,&amp;rdquo; ujar Nixon.
Dengan pertumbuhan DPK yang mampu mengimbangi pertumbuhan kredit, BTN  mampu menjaga rasio intermediasi atau loan to deposit ratio (LDR) di  level 96% per kuartal III-2024, membaik dibandingkan periode yang sama  tahun lalu yang sebesar 98,3%. Nixon mengatakan, pencapaian ini  menunjukkan tingkat likuiditas yang baik di tengah persaingan  mendapatkan pendanaan di industri perbankan.
Pertumbuhan kredit dan DPK yang solid hingga kuartal III-2024  menghasilkan peningkatan aset sebesar 11,1% yoy menjadi Rp455,1 triliun  dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 409,7 triliun.  Sementara itu, laba bersih BTN tercatat Rp2,08 triliun per September  2024.
&amp;ldquo;Di balik tantangan yang dihadapi selama sembilan bulan ke belakang  pada tahun 2024, kami tetap optimistis bahwa tahun 2025 akan menjadi  tahun yang lebih baik bagi BTN seiring dengan prospek makroekonomi yang  akan lebih kondusif serta adanya upaya pemerintah untuk meningkatkan  pemenuhan kebutuhan rumah nasional secara lebih masif melalui Program  Tiga Juta Rumah,&amp;rdquo; kata Nixon.</content:encoded></item></channel></rss>
