<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penurunan Produksi Jadi Tantangan Utama di Industri Hulu Migas</title><description>Penurunan produksi menjadi tantangan utama di industri hulu minyak dan gas (minyak).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/03/320/3091975/penurunan-produksi-jadi-tantangan-utama-di-industri-hulu-migas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/03/320/3091975/penurunan-produksi-jadi-tantangan-utama-di-industri-hulu-migas"/><item><title>Penurunan Produksi Jadi Tantangan Utama di Industri Hulu Migas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/03/320/3091975/penurunan-produksi-jadi-tantangan-utama-di-industri-hulu-migas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/03/320/3091975/penurunan-produksi-jadi-tantangan-utama-di-industri-hulu-migas</guid><pubDate>Selasa 03 Desember 2024 15:10 WIB</pubDate><dc:creator>Dwi Fitria Ningsih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/03/320/3091975/penurunan-produksi-jadi-tantangan-utama-di-industri-hulu-migas-tEPLxY4mjc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penurunan produksi jadi tantangan industri migas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/03/320/3091975/penurunan-produksi-jadi-tantangan-utama-di-industri-hulu-migas-tEPLxY4mjc.jpg</image><title>Penurunan produksi jadi tantangan industri migas (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Penurunan produksi menjadi tantangan utama di industri hulu minyak dan gas (migas). Saat ini industri hulu migas sedang menghadapi tantangan yaitu penurunan produksi migas nasional.
SKK Migas bersama kementerian, lembaga, dan pelaku industri hulu migas terus berupaya mendorong percepatan eksplorasi dan peningkatan investasi.

BACA JUGA:
Dapat Dana Rp15 Triliun, Kepala SKK Migas Tepuk Tangan Buat Bahlil


&amp;ldquo;Kami terus semangat, berupaya bekerja keras melakukan kolaborasi dengan K3S (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) serta Kementerian dan lembaga untuk mendorong peningkatan produksi Migas di masa depan,&amp;rdquo; ucap Djoko Siswanto selaku Kepala SKKMigas, Selasa (3/12/2024).
Salah satu langkah penting yang diambil adalah dengan melakukan penandatanganan kontrak kerja di wilayah Sentral Andaman serta peluncuran hasil studi percepatan eksplorasi di Indonesia Bagian Barat tahap kedua 2024.

BACA JUGA:
Jurus SKK Migas untuk Capai Target 1 Juta Barel Minyak di 2030


Studi ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak yang bertujuan untuk mempercepat kegiatan eksplorasi, serta menciptakan lingkungan investasi hulu migas yang lebih kondusif bagi investor domestik maupun internasional.
&amp;ldquo;Melalui studi ini menunjukkan kontribusi nyata dalam upaya menemukan cadangan migas baru melalui kegiatan eksplorasi,&amp;rdquo; ucapnya lagi.
Hasil dari studi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi,  baik dari dalam negeri maupun luar negeri, sekaligus membuka peluang  kerja baru bagi generasi muda di bidang geologi.
&amp;ldquo;Sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru bagi para geologis,  terutama geologis-geologis mudah lulusan dari berbagai Universitas,&amp;rdquo;  kata Djoko.
Selain itu, pemerintah juga menunjukkan komitmen nyata melalui  alokasi anggaran besar, termasuk Rp15 triliun per tahun untuk  eksplorasi, ditambah dana USD2 miliar atau Rp31,8 triliun khusus untuk  kegiatan eksplorasi. Dukungan penuh Menteri ESDM, mencerminkan kerjasama  yang kuat antara pemerintah dan industri dalam mewujudkan ketahanan  energi nasional.
&amp;ldquo;Selain itu, kami laporkan Bapak Menteri, kami juga mempunyai dana  sekitar Rp2 miliar dolar AS dan itu hanya bisa digunakan untuk kegiatan  eksplorasi. Jadi Rp15 triliun per 2 miliar dolar untuk kegiatan  eksplorasi&amp;rdquo;, tambahnya lagi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Penurunan produksi menjadi tantangan utama di industri hulu minyak dan gas (migas). Saat ini industri hulu migas sedang menghadapi tantangan yaitu penurunan produksi migas nasional.
SKK Migas bersama kementerian, lembaga, dan pelaku industri hulu migas terus berupaya mendorong percepatan eksplorasi dan peningkatan investasi.

BACA JUGA:
Dapat Dana Rp15 Triliun, Kepala SKK Migas Tepuk Tangan Buat Bahlil


&amp;ldquo;Kami terus semangat, berupaya bekerja keras melakukan kolaborasi dengan K3S (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) serta Kementerian dan lembaga untuk mendorong peningkatan produksi Migas di masa depan,&amp;rdquo; ucap Djoko Siswanto selaku Kepala SKKMigas, Selasa (3/12/2024).
Salah satu langkah penting yang diambil adalah dengan melakukan penandatanganan kontrak kerja di wilayah Sentral Andaman serta peluncuran hasil studi percepatan eksplorasi di Indonesia Bagian Barat tahap kedua 2024.

BACA JUGA:
Jurus SKK Migas untuk Capai Target 1 Juta Barel Minyak di 2030


Studi ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak yang bertujuan untuk mempercepat kegiatan eksplorasi, serta menciptakan lingkungan investasi hulu migas yang lebih kondusif bagi investor domestik maupun internasional.
&amp;ldquo;Melalui studi ini menunjukkan kontribusi nyata dalam upaya menemukan cadangan migas baru melalui kegiatan eksplorasi,&amp;rdquo; ucapnya lagi.
Hasil dari studi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi,  baik dari dalam negeri maupun luar negeri, sekaligus membuka peluang  kerja baru bagi generasi muda di bidang geologi.
&amp;ldquo;Sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru bagi para geologis,  terutama geologis-geologis mudah lulusan dari berbagai Universitas,&amp;rdquo;  kata Djoko.
Selain itu, pemerintah juga menunjukkan komitmen nyata melalui  alokasi anggaran besar, termasuk Rp15 triliun per tahun untuk  eksplorasi, ditambah dana USD2 miliar atau Rp31,8 triliun khusus untuk  kegiatan eksplorasi. Dukungan penuh Menteri ESDM, mencerminkan kerjasama  yang kuat antara pemerintah dan industri dalam mewujudkan ketahanan  energi nasional.
&amp;ldquo;Selain itu, kami laporkan Bapak Menteri, kami juga mempunyai dana  sekitar Rp2 miliar dolar AS dan itu hanya bisa digunakan untuk kegiatan  eksplorasi. Jadi Rp15 triliun per 2 miliar dolar untuk kegiatan  eksplorasi&amp;rdquo;, tambahnya lagi.</content:encoded></item></channel></rss>
