<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>APBN Tak Cukup Bangun Tanggul Laut Raksasa, AHY: Butuh Biaya Besar</title><description>AHY mengakui butuh biaya besar untuk membangun tanggul laut Raksasa atau Giant Sea Wall.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/03/470/3091888/apbn-tak-cukup-bangun-tanggul-laut-raksasa-ahy-butuh-biaya-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/03/470/3091888/apbn-tak-cukup-bangun-tanggul-laut-raksasa-ahy-butuh-biaya-besar"/><item><title>APBN Tak Cukup Bangun Tanggul Laut Raksasa, AHY: Butuh Biaya Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/03/470/3091888/apbn-tak-cukup-bangun-tanggul-laut-raksasa-ahy-butuh-biaya-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/03/470/3091888/apbn-tak-cukup-bangun-tanggul-laut-raksasa-ahy-butuh-biaya-besar</guid><pubDate>Selasa 03 Desember 2024 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/03/470/3091888/apbn-tak-cukup-bangun-tanggul-laut-raksasa-ahy-butuh-biaya-besar-DbWV7FmMSV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan tanggul laut raksasa tidak bisa hanya andalkan APBN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/03/470/3091888/apbn-tak-cukup-bangun-tanggul-laut-raksasa-ahy-butuh-biaya-besar-DbWV7FmMSV.jpg</image><title>Pembangunan tanggul laut raksasa tidak bisa hanya andalkan APBN (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengakui butuh biaya besar untuk membangun tanggul laut Raksasa atau Giant Sea Wall. Untuk itu, pembangunan ini tidak akan terwujud jika hanya mengandalkan APBN saja.
AHY menegaskan, pembangunan tanggul laut membutuhkan investasi dari asing sebab memerlukan biaya yang tidak murah untuk mewujudkannya. Pembangunan tanggul ini merupakan skema jangka panjang untuk mengantisipasi penurunan muka tanah dan ancaman terendamnya pesisir Jawa bagian utara akibat banjir rob.

BACA JUGA:
Tanggul Laut Raksasa Cilegon-Gresik 958 Km Dibangun Bertahap


&quot;Nah ini perlu perencanaan yang matang dan anggarannya juga tidak sedikit itu lah mengapa kita mengharapkan hadirnya investasi yang juga cukup berarti dari dalam maupun luar negeri karena kalau hanya mengandalkan fiskal atau APBN kita tentu tidak cukup karena banyak sekali prioritas lainnya yang juga harus diwujudkan,&quot; ujar AHY di Kompleks DPR RI, Senin (2/12/2024).
AHY menjelaskan, dalam jangka pendek upaya melindungi pesisir Jawa Utara dilakukan dengan cara membangun tanggul pengaman pantai yang utamanya dikerjakan di bagian wilayah utara Jakarta sepanjang 46 Km. Tidak hanya membangun tanggul baru, proyek ini juga termasuk pekerjaan penguatan dan peninggian tanggul.

BACA JUGA:
Bangun Tanggul Laut Jakarta-Gresik, Prabowo Cari Duit dari Investor Asing


&quot;Sudah dilakukan upaya dengan membangun tanggul-tanggul di berbagai lokasi, tentunya di Jakarta yang kita fokuskan saat ini ada kurang lebih 46 Kilometer yang harus kita perkuat, termasuk tanggul nya ditinggikan karena kalau tidak bisa berbahaya pada masyarakat yang ada di sana termasuk saudara-saudara kita komunitas nelayan,&quot; tambahnya.
Pada kesempatan itu, AHY menjelaskan pembangunan Giant Sea Wall sudah  menjadi atensi khusus Presiden Prabowo untuk diwujudkan. Sebab punya  dampak langsung untuk menanggulangi banjir rob yang terjadi akibat  penurunan muka tanah di pulau Jawa.
&quot;Untuk mega proyek Giant sea wall yang juga menjadi bukan hanya  atensi tetapi salah satu penjabaran visi dan misi presiden Prabowo  Subianto, yang ingin menghadirkan upaya yang serius untuk menyelamatkan  masyarakat kita terutama yang ada di pesisir pantai Utara,&quot; kata AHY.
&quot;Kita tahu juga setiap saat menghadapi ancaman banjir rob akibat land  subsidence atau menurunnya muka tanah, dan meningkatnya permukaan air  laut,&quot; pungkas Ketua Umum Partai Demokrat itu.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengakui butuh biaya besar untuk membangun tanggul laut Raksasa atau Giant Sea Wall. Untuk itu, pembangunan ini tidak akan terwujud jika hanya mengandalkan APBN saja.
AHY menegaskan, pembangunan tanggul laut membutuhkan investasi dari asing sebab memerlukan biaya yang tidak murah untuk mewujudkannya. Pembangunan tanggul ini merupakan skema jangka panjang untuk mengantisipasi penurunan muka tanah dan ancaman terendamnya pesisir Jawa bagian utara akibat banjir rob.

BACA JUGA:
Tanggul Laut Raksasa Cilegon-Gresik 958 Km Dibangun Bertahap


&quot;Nah ini perlu perencanaan yang matang dan anggarannya juga tidak sedikit itu lah mengapa kita mengharapkan hadirnya investasi yang juga cukup berarti dari dalam maupun luar negeri karena kalau hanya mengandalkan fiskal atau APBN kita tentu tidak cukup karena banyak sekali prioritas lainnya yang juga harus diwujudkan,&quot; ujar AHY di Kompleks DPR RI, Senin (2/12/2024).
AHY menjelaskan, dalam jangka pendek upaya melindungi pesisir Jawa Utara dilakukan dengan cara membangun tanggul pengaman pantai yang utamanya dikerjakan di bagian wilayah utara Jakarta sepanjang 46 Km. Tidak hanya membangun tanggul baru, proyek ini juga termasuk pekerjaan penguatan dan peninggian tanggul.

BACA JUGA:
Bangun Tanggul Laut Jakarta-Gresik, Prabowo Cari Duit dari Investor Asing


&quot;Sudah dilakukan upaya dengan membangun tanggul-tanggul di berbagai lokasi, tentunya di Jakarta yang kita fokuskan saat ini ada kurang lebih 46 Kilometer yang harus kita perkuat, termasuk tanggul nya ditinggikan karena kalau tidak bisa berbahaya pada masyarakat yang ada di sana termasuk saudara-saudara kita komunitas nelayan,&quot; tambahnya.
Pada kesempatan itu, AHY menjelaskan pembangunan Giant Sea Wall sudah  menjadi atensi khusus Presiden Prabowo untuk diwujudkan. Sebab punya  dampak langsung untuk menanggulangi banjir rob yang terjadi akibat  penurunan muka tanah di pulau Jawa.
&quot;Untuk mega proyek Giant sea wall yang juga menjadi bukan hanya  atensi tetapi salah satu penjabaran visi dan misi presiden Prabowo  Subianto, yang ingin menghadirkan upaya yang serius untuk menyelamatkan  masyarakat kita terutama yang ada di pesisir pantai Utara,&quot; kata AHY.
&quot;Kita tahu juga setiap saat menghadapi ancaman banjir rob akibat land  subsidence atau menurunnya muka tanah, dan meningkatnya permukaan air  laut,&quot; pungkas Ketua Umum Partai Demokrat itu.</content:encoded></item></channel></rss>
