<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko AHY-Menekraf Bahas Potensi Ekonomi Kreatif RI</title><description>Menko AHY), membahas potensi ekonomi dan industri kreatif di Indonesia dengan Menteri Ekonomi Kreatif</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/04/320/3092299/menko-ahy-menekraf-bahas-potensi-ekonomi-kreatif-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/04/320/3092299/menko-ahy-menekraf-bahas-potensi-ekonomi-kreatif-ri"/><item><title>Menko AHY-Menekraf Bahas Potensi Ekonomi Kreatif RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/04/320/3092299/menko-ahy-menekraf-bahas-potensi-ekonomi-kreatif-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/04/320/3092299/menko-ahy-menekraf-bahas-potensi-ekonomi-kreatif-ri</guid><pubDate>Rabu 04 Desember 2024 14:50 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/04/320/3092299/menko-ahy-menekraf-bahas-potensi-ekonomi-kreatif-ri-HapqCBa3U8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko AHY Ungkap Banyaknya Potensi Ekonomi Kreatif. (Foto: Okezone.com/Kemenko Infrastruktur)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/04/320/3092299/menko-ahy-menekraf-bahas-potensi-ekonomi-kreatif-ri-HapqCBa3U8.jpg</image><title>Menko AHY Ungkap Banyaknya Potensi Ekonomi Kreatif. (Foto: Okezone.com/Kemenko Infrastruktur)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), membahas potensi ekonomi dan industri kreatif di Indonesia dengan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya.
&quot;Nah Indonesia punya banyak sekali potensi. Ada 17 subsektor ekonomi kreatif,&quot; kata AHY, Rabu (4/12/2024).
Menko AHY menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan serta peluang ekonomi kreatif (Ekraf) yang dapat dikembangkan menjadi produk-produk unggulan.

BACA JUGA:
AHY Pastikan Harga Tiket Pesawat Turun saat Libur Nataru

Oleh karena itu, dirinya berharap, dengan berkembangnya Ekraf beserta industrinya, dapat memberikan dampak positif terhadap daya saing hingga perekonomian Indonesia.
&quot;Bisa dikatakan hampir semua yang kita nikmati sebagai seorang citizen. Terakhir, dua malam yang lalu saya menghadiri acaranya Garuda. Garuda Indonesia Travel Fair atau Festival 2024,&quot; ungkapnya memberi contoh.

BACA JUGA:
APBN Tak Cukup Bangun Tanggul Laut Raksasa, AHY: Butuh Biaya Besar

Menurut Menko AHY, pengembangan industri kreatif di Indonesia membutuhkan terobosan-terobosan baru untuk menciptakan talenta atau sumber daya manusia yang mumpuni sebagai penggeraknya. Oleh karena itu, diperlukan sarana dan wadah ruang kreatif agar lahir para creativepreneur yang memiliki kreativitas tinggi dan inovatif.
&quot;Jadi semua yang kita nikmati, termasuk juga tentu bicara UMKM, pengrajin di sana-sini, apa yang kita gunakan saat ini, semuanya produk dari ekonomi kreatif. So we can imagine, kalau kita serius benar, belum lagi bicara yang serba digital sekarang,&quot; bebernya.Menko AHY menegaskan komitmen kuat Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan untuk mendukung penuh pengembangan industri ekonomi kreatif di Indonesia. Ia menekankan bahwa sejak awal, dukungan terhadap Menteri Ekraf dan jajarannya telah menjadi prioritas, karena keberhasilan ekonomi kreatif diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan.
Dalam pertemuan ini hadir Sesmenko, Ayodhia G. L. Kalake, Deputi Konektivitas, Odo R.M. Manuhutu, Staf Khusus Menteri, Herzaky Mahendra Putra, Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Si Made Rai Astawa, serta Staf Ahli dan undangan lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), membahas potensi ekonomi dan industri kreatif di Indonesia dengan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya.
&quot;Nah Indonesia punya banyak sekali potensi. Ada 17 subsektor ekonomi kreatif,&quot; kata AHY, Rabu (4/12/2024).
Menko AHY menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan serta peluang ekonomi kreatif (Ekraf) yang dapat dikembangkan menjadi produk-produk unggulan.

BACA JUGA:
AHY Pastikan Harga Tiket Pesawat Turun saat Libur Nataru

Oleh karena itu, dirinya berharap, dengan berkembangnya Ekraf beserta industrinya, dapat memberikan dampak positif terhadap daya saing hingga perekonomian Indonesia.
&quot;Bisa dikatakan hampir semua yang kita nikmati sebagai seorang citizen. Terakhir, dua malam yang lalu saya menghadiri acaranya Garuda. Garuda Indonesia Travel Fair atau Festival 2024,&quot; ungkapnya memberi contoh.

BACA JUGA:
APBN Tak Cukup Bangun Tanggul Laut Raksasa, AHY: Butuh Biaya Besar

Menurut Menko AHY, pengembangan industri kreatif di Indonesia membutuhkan terobosan-terobosan baru untuk menciptakan talenta atau sumber daya manusia yang mumpuni sebagai penggeraknya. Oleh karena itu, diperlukan sarana dan wadah ruang kreatif agar lahir para creativepreneur yang memiliki kreativitas tinggi dan inovatif.
&quot;Jadi semua yang kita nikmati, termasuk juga tentu bicara UMKM, pengrajin di sana-sini, apa yang kita gunakan saat ini, semuanya produk dari ekonomi kreatif. So we can imagine, kalau kita serius benar, belum lagi bicara yang serba digital sekarang,&quot; bebernya.Menko AHY menegaskan komitmen kuat Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan untuk mendukung penuh pengembangan industri ekonomi kreatif di Indonesia. Ia menekankan bahwa sejak awal, dukungan terhadap Menteri Ekraf dan jajarannya telah menjadi prioritas, karena keberhasilan ekonomi kreatif diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan.
Dalam pertemuan ini hadir Sesmenko, Ayodhia G. L. Kalake, Deputi Konektivitas, Odo R.M. Manuhutu, Staf Khusus Menteri, Herzaky Mahendra Putra, Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Si Made Rai Astawa, serta Staf Ahli dan undangan lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
