<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belajar Jualan Online, Difabel Ingin Produknya Makin Laris</title><description>Pelaku usaha yang tergabung dalam komunitas Difabel Berdaya Solo mulai belajar menjajakan produknya di e-commerce.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/04/320/3092405/belajar-jualan-online-difabel-ingin-produknya-makin-laris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/04/320/3092405/belajar-jualan-online-difabel-ingin-produknya-makin-laris"/><item><title>Belajar Jualan Online, Difabel Ingin Produknya Makin Laris</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/04/320/3092405/belajar-jualan-online-difabel-ingin-produknya-makin-laris</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/04/320/3092405/belajar-jualan-online-difabel-ingin-produknya-makin-laris</guid><pubDate>Rabu 04 Desember 2024 19:15 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/04/320/3092405/belajar-jualan-online-difabel-ingin-produknya-makin-laris-n5KnoTIWdO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyandang Disabilitas Belajar Belanja Online (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/04/320/3092405/belajar-jualan-online-difabel-ingin-produknya-makin-laris-n5KnoTIWdO.jpg</image><title>Penyandang Disabilitas Belajar Belanja Online (Foto: Okezone)</title></images><description>SOLO - Pelaku usaha yang tergabung dalam komunitas Difabel Berdaya Solo mulai belajar menjajakan produknya di e-commerce. Sebab selama ini, mereka kesulitan dalam memasarkan produk kerajinan maupun makanan yang diproduksi anggota.
&quot;UMKM difable kurang promosi dan pemasaran itu tantangannya, maka itu hari ini didorong pelatihan bisnis online,&quot; kata Pendiri Difabel Berdaya Solo Sri Hartatik dalam pelatihan bisnis online dan Creators Lab untuk Difabel Berdaya Solo di Solo, Jawa Tengah, Rabu (4/12/2024).

BACA JUGA:
Tujuan Pra-Rapimnas di Rapat ALB, Ketum Kadin: Kami Ingin Belanja Masalah


Dia bercerita, selama ini anggota komunitas hanya mengandalkan jualan offline. Selain berjualan offline, anggota komunitas juga kerap menjakakan produk pada pameran lokal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMi8wMi8xLzE4NjkzOC8zL3hwanNRdEtiQVZR&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sri berharap pelatihan yang diberikan Tokopedia dan ShopTokopedia bisa meningkatkan penjualan.
&quot;Harapannya omzet penjualan bisa meningkat signifikan. Sekarang penghasilan masih di bawah UMR. Mudah-mudahan dengan adanya ini penghasilan meningkat,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Belanja Gen Z Jadi Penopang Ekonomi RI di Tengah Stagflasi


Dalam kesempatan yang sama, Head of Communications Tokopedia and TikTok E-commerce, Aditia Grasio Nelwan menjelaskan, lewat pemberdayaan Difabel Berdaya Solo kali ini, diharapkan makin banyak pelaku usaha yang fasih memanfaatkan konten video, serta makin banyak content creator dan affiliate creator yang bisa membantu promosi dan pemasaran produk UMKM.&quot;Kami yakin, pebisnis online maupun kreator konten dan/atau afiliator adalah profesi yang inklusif,&quot; tambah Aditia.
Untuk diketahui, dalam rangka merayakan Hari Disabilitas Internasional, Tokopedia dan ShopTokopedia menggelar pelatihan bisnis online dan Creators Lab untuk Difabel Berdaya Solo di Solo, Jawa Tengah. Inisiatif tersebut bertujuan membantu anggota komunitas Difabel Berdaya Solo, yang kebanyakan berprofesi sebagai pelaku usaha, menjadi fasih berbisnis online khususnya dalam membuat konten video promosi dan pemasaran.</description><content:encoded>SOLO - Pelaku usaha yang tergabung dalam komunitas Difabel Berdaya Solo mulai belajar menjajakan produknya di e-commerce. Sebab selama ini, mereka kesulitan dalam memasarkan produk kerajinan maupun makanan yang diproduksi anggota.
&quot;UMKM difable kurang promosi dan pemasaran itu tantangannya, maka itu hari ini didorong pelatihan bisnis online,&quot; kata Pendiri Difabel Berdaya Solo Sri Hartatik dalam pelatihan bisnis online dan Creators Lab untuk Difabel Berdaya Solo di Solo, Jawa Tengah, Rabu (4/12/2024).

BACA JUGA:
Tujuan Pra-Rapimnas di Rapat ALB, Ketum Kadin: Kami Ingin Belanja Masalah


Dia bercerita, selama ini anggota komunitas hanya mengandalkan jualan offline. Selain berjualan offline, anggota komunitas juga kerap menjakakan produk pada pameran lokal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMi8wMi8xLzE4NjkzOC8zL3hwanNRdEtiQVZR&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sri berharap pelatihan yang diberikan Tokopedia dan ShopTokopedia bisa meningkatkan penjualan.
&quot;Harapannya omzet penjualan bisa meningkat signifikan. Sekarang penghasilan masih di bawah UMR. Mudah-mudahan dengan adanya ini penghasilan meningkat,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Belanja Gen Z Jadi Penopang Ekonomi RI di Tengah Stagflasi


Dalam kesempatan yang sama, Head of Communications Tokopedia and TikTok E-commerce, Aditia Grasio Nelwan menjelaskan, lewat pemberdayaan Difabel Berdaya Solo kali ini, diharapkan makin banyak pelaku usaha yang fasih memanfaatkan konten video, serta makin banyak content creator dan affiliate creator yang bisa membantu promosi dan pemasaran produk UMKM.&quot;Kami yakin, pebisnis online maupun kreator konten dan/atau afiliator adalah profesi yang inklusif,&quot; tambah Aditia.
Untuk diketahui, dalam rangka merayakan Hari Disabilitas Internasional, Tokopedia dan ShopTokopedia menggelar pelatihan bisnis online dan Creators Lab untuk Difabel Berdaya Solo di Solo, Jawa Tengah. Inisiatif tersebut bertujuan membantu anggota komunitas Difabel Berdaya Solo, yang kebanyakan berprofesi sebagai pelaku usaha, menjadi fasih berbisnis online khususnya dalam membuat konten video promosi dan pemasaran.</content:encoded></item></channel></rss>
