<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Terbuka dengan Investasi Asing, Begini Kata Ketum Kadin</title><description>Indonesia semakin terbuka dengan investasi asing</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/09/320/3093937/indonesia-terbuka-dengan-investasi-asing-begini-kata-ketum-kadin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/09/320/3093937/indonesia-terbuka-dengan-investasi-asing-begini-kata-ketum-kadin"/><item><title>Indonesia Terbuka dengan Investasi Asing, Begini Kata Ketum Kadin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/09/320/3093937/indonesia-terbuka-dengan-investasi-asing-begini-kata-ketum-kadin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/09/320/3093937/indonesia-terbuka-dengan-investasi-asing-begini-kata-ketum-kadin</guid><pubDate>Senin 09 Desember 2024 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/09/320/3093937/indonesia-terbuka-dengan-investasi-asing-begini-kata-ketum-kadin-oaq1OMZ869.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum Kadin Soal RI Terbuka untuk Investasi Asing. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/09/320/3093937/indonesia-terbuka-dengan-investasi-asing-begini-kata-ketum-kadin-oaq1OMZ869.jpg</image><title>Ketum Kadin Soal RI Terbuka untuk Investasi Asing. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia semakin terbuka dengan investasi asing. Terlihat dari daftar negatif investasi (DNI) yang semakin menyusut, dari semula tertutup pada 100 industri, kini hanya tinggal 6 industri yang tidak dapat dimasuki modal asing di Tanah Air.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum (Ketum) Kadin Anindya Novyan Bakrie menilai memang sudah seharusnya beberapa industri strategis tetap mendapatkan permodalan dari dalam negeri. Menurutnya, ini penting guna menjaga kewibawaan Indonesia.

BACA JUGA:
CEO Nvidia Investasi Rp3,1 Triliun di Vietnam, Mampir ke Indonesia Cuma Makan Gultik Blok M

&quot;Ya memang seperti itulah harusnya. Kita tentu mesti menjaga kewibawaan beberapa industri strategis karena kita mesti mempunyai kemampuan sendiri untuk membangun,&quot; ungkap Anindya dalam acara Indonesia - Europe Investment Summit 2024 pada Senin (9/12/2024).
Namun demikian, Ketum Anindya sepakat bahwa Indonesia tetap harus terbuka untuk pendanaan. Selain itu juga mengenai teknologi yang hubungannya dengan ilmu, dinilainya tetap harus bekerjasama dengan pihak lain untuk peningkatan produktivitas dalam negeri.

BACA JUGA:
Kemudahan Izin KEK dan PSN, Kadin Inisiasi Bentuk Pokja Percepatan Investasi

&quot;Nah dua ini (pendanaan dan teknologi) mau tidak mau kita mesti kerjasama, apalagi kalau bisa diolah di sini, kita mau fokus untuk ekspor. Kalau yang tiga, kita bisa gapai dengan kerja keras bersama Uni Eropa. Tentu akan menjadi angin segar,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia semakin terbuka dengan investasi asing. Terlihat dari daftar negatif investasi (DNI) yang semakin menyusut, dari semula tertutup pada 100 industri, kini hanya tinggal 6 industri yang tidak dapat dimasuki modal asing di Tanah Air.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum (Ketum) Kadin Anindya Novyan Bakrie menilai memang sudah seharusnya beberapa industri strategis tetap mendapatkan permodalan dari dalam negeri. Menurutnya, ini penting guna menjaga kewibawaan Indonesia.

BACA JUGA:
CEO Nvidia Investasi Rp3,1 Triliun di Vietnam, Mampir ke Indonesia Cuma Makan Gultik Blok M

&quot;Ya memang seperti itulah harusnya. Kita tentu mesti menjaga kewibawaan beberapa industri strategis karena kita mesti mempunyai kemampuan sendiri untuk membangun,&quot; ungkap Anindya dalam acara Indonesia - Europe Investment Summit 2024 pada Senin (9/12/2024).
Namun demikian, Ketum Anindya sepakat bahwa Indonesia tetap harus terbuka untuk pendanaan. Selain itu juga mengenai teknologi yang hubungannya dengan ilmu, dinilainya tetap harus bekerjasama dengan pihak lain untuk peningkatan produktivitas dalam negeri.

BACA JUGA:
Kemudahan Izin KEK dan PSN, Kadin Inisiasi Bentuk Pokja Percepatan Investasi

&quot;Nah dua ini (pendanaan dan teknologi) mau tidak mau kita mesti kerjasama, apalagi kalau bisa diolah di sini, kita mau fokus untuk ekspor. Kalau yang tiga, kita bisa gapai dengan kerja keras bersama Uni Eropa. Tentu akan menjadi angin segar,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
