<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kadin Minta Wamenperin Siapkan Insentif bagi Industri Otomotif</title><description>Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung insentif fiskal bagi industri otomotif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/11/320/3094349/kadin-minta-wamenperin-siapkan-insentif-bagi-industri-otomotif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/11/320/3094349/kadin-minta-wamenperin-siapkan-insentif-bagi-industri-otomotif"/><item><title>Kadin Minta Wamenperin Siapkan Insentif bagi Industri Otomotif</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/11/320/3094349/kadin-minta-wamenperin-siapkan-insentif-bagi-industri-otomotif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/11/320/3094349/kadin-minta-wamenperin-siapkan-insentif-bagi-industri-otomotif</guid><pubDate>Rabu 11 Desember 2024 07:28 WIB</pubDate><dc:creator>Anindya Rasya Salsabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/11/320/3094349/kadin-minta-wamenperin-siapkan-insentif-bagi-industri-otomotif-sYlVkbAaKF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kadin minta Wamenperin siapkan insentif untuk industri otomotif (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/11/320/3094349/kadin-minta-wamenperin-siapkan-insentif-bagi-industri-otomotif-sYlVkbAaKF.jpg</image><title>Kadin minta Wamenperin siapkan insentif untuk industri otomotif (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung insentif fiskal bagi industri otomotif. Ketua Kadin Anindya Bakrie meminta Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza untuk menyiapkan insentif tersebut.
&amp;ldquo;Ya, Kadin (Kamar Dagang dan Industri) mendukung insentif fiskal bagi industri otomotif sebagaimana diungkapkan Pak Wamen (Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza),&amp;rdquo; kata Anindya Bakrie, usai acara Link &amp;amp; Match yang diadakan Kementerian Perindustrian, di Jakarta, Selasa (11/12/2024).

BACA JUGA:
Ketum Kadin Ungkap Manfaat Temu Bisnis IKM dengan Industri Besar


Anindya mengapresiasi pemerintah yang sudah memberikan insentif bagi industri yang meraih Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada level tertentu. Namun, jika Kementerian Keuangan memberikan insentif fiskal untuk mendongkrak industri otomotif, dampaknya bagi industri dan perekonomian akan sangat besar. Sebelumnya, Wamen Perindustrian Faisol mengatakan, Vietnam baru saja menurunkan PPN dari 10% ke level 8% untuk menggerakkan ekonomi.
Sebagaimana diberitakan, pemerintah berencana memberlakukan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% per 1 Januari 2025. PPN baru itu berlaku untuk barang-barang mewah, seperti mobil mewah, apartemen mewah, dan rumah mewah.

BACA JUGA:
Indonesia Terbuka dengan Investasi Asing, Begini Kata Ketum Kadin


Jenis kendaraan tergolong mewah misalnya, mengacu Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.010/2021 tentang Penetapan Jenis Kendaraan Bermotor yang dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Tata Cara Pengenaan Pemberian dan Penatausahaan Pembebasan, dan Pengembalian Pajak Penjualan atas Barang Mewah (termasuk kendaraan bermotor angkutan orang untuk pengangkutan kurang dari 10 orang--termasuk pengemudi--dengan kapasitas isi silinder sampai 3.000 cc). Untuk kendaraan bermotor beroda dua atau tiga dengan kapasitas isi silinder lebih dari 250-500 cc termasuk barang mewah.
Dalam kesempatan yang sama, Anindya juga mengungkapkan potensi transaksi dari Agen Pemegang Merek (APM) tingkat 1 atau tier 1 dari industri komponen otomotif yang bisa mencapai Rp130 miliar per tahun.
&quot;Jumlah daripada APM tier 1 28 dan 57 IKM kalau tidak salah, sedangkan transaksinya hampir Rp130 miliar per tahun,&quot; ucap Anindya.
Sebagai wadah dunia usaha dan memiliki jaringan terhadap seluruh  perusahaan termasuk koperasi di Tanah Air, Anindya mengajak untuk  memanfaatkan pertemuan bisnis atau Link and Match untuk meningkatkan  industri komponen otomotif.
&quot;Karena memang Kadin ini, bukan saja membantu dari sisi usulan dan  kebijakan, tapi mempunyai juga kaki tangan sampai kepada provinsi, ada  38 provinsi. Jadi hal-hal seperti ini sangat, kami sambut baik,&quot;  ungkapnya.
Acara Link and Match ini juga menghasilkan penandatanganan Memorandum  of Understanding (MoU) secara simbolis antara 28 APM tier 1 dan 57 IKM.  Sebelumnya, Link and Match pada November 2022 juga sempat menghasilkan  MoU antara 16 APM tier 1 dan 32 IKM dengan nilai realisasi potensial  omzet sebesar Rp115 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung insentif fiskal bagi industri otomotif. Ketua Kadin Anindya Bakrie meminta Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza untuk menyiapkan insentif tersebut.
&amp;ldquo;Ya, Kadin (Kamar Dagang dan Industri) mendukung insentif fiskal bagi industri otomotif sebagaimana diungkapkan Pak Wamen (Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza),&amp;rdquo; kata Anindya Bakrie, usai acara Link &amp;amp; Match yang diadakan Kementerian Perindustrian, di Jakarta, Selasa (11/12/2024).

BACA JUGA:
Ketum Kadin Ungkap Manfaat Temu Bisnis IKM dengan Industri Besar


Anindya mengapresiasi pemerintah yang sudah memberikan insentif bagi industri yang meraih Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada level tertentu. Namun, jika Kementerian Keuangan memberikan insentif fiskal untuk mendongkrak industri otomotif, dampaknya bagi industri dan perekonomian akan sangat besar. Sebelumnya, Wamen Perindustrian Faisol mengatakan, Vietnam baru saja menurunkan PPN dari 10% ke level 8% untuk menggerakkan ekonomi.
Sebagaimana diberitakan, pemerintah berencana memberlakukan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% per 1 Januari 2025. PPN baru itu berlaku untuk barang-barang mewah, seperti mobil mewah, apartemen mewah, dan rumah mewah.

BACA JUGA:
Indonesia Terbuka dengan Investasi Asing, Begini Kata Ketum Kadin


Jenis kendaraan tergolong mewah misalnya, mengacu Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.010/2021 tentang Penetapan Jenis Kendaraan Bermotor yang dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Tata Cara Pengenaan Pemberian dan Penatausahaan Pembebasan, dan Pengembalian Pajak Penjualan atas Barang Mewah (termasuk kendaraan bermotor angkutan orang untuk pengangkutan kurang dari 10 orang--termasuk pengemudi--dengan kapasitas isi silinder sampai 3.000 cc). Untuk kendaraan bermotor beroda dua atau tiga dengan kapasitas isi silinder lebih dari 250-500 cc termasuk barang mewah.
Dalam kesempatan yang sama, Anindya juga mengungkapkan potensi transaksi dari Agen Pemegang Merek (APM) tingkat 1 atau tier 1 dari industri komponen otomotif yang bisa mencapai Rp130 miliar per tahun.
&quot;Jumlah daripada APM tier 1 28 dan 57 IKM kalau tidak salah, sedangkan transaksinya hampir Rp130 miliar per tahun,&quot; ucap Anindya.
Sebagai wadah dunia usaha dan memiliki jaringan terhadap seluruh  perusahaan termasuk koperasi di Tanah Air, Anindya mengajak untuk  memanfaatkan pertemuan bisnis atau Link and Match untuk meningkatkan  industri komponen otomotif.
&quot;Karena memang Kadin ini, bukan saja membantu dari sisi usulan dan  kebijakan, tapi mempunyai juga kaki tangan sampai kepada provinsi, ada  38 provinsi. Jadi hal-hal seperti ini sangat, kami sambut baik,&quot;  ungkapnya.
Acara Link and Match ini juga menghasilkan penandatanganan Memorandum  of Understanding (MoU) secara simbolis antara 28 APM tier 1 dan 57 IKM.  Sebelumnya, Link and Match pada November 2022 juga sempat menghasilkan  MoU antara 16 APM tier 1 dan 32 IKM dengan nilai realisasi potensial  omzet sebesar Rp115 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
