<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stok Penyimpanan BBM Nasional Capai 8,6 Juta KL, Impor Minyak 297 Juta Barel</title><description>Kementerian ESDM mencatat stok penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) mencapai 8,6 juta kiloliter (KL).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/320/3094810/stok-penyimpanan-bbm-nasional-capai-8-6-juta-kl-impor-minyak-297-juta-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/320/3094810/stok-penyimpanan-bbm-nasional-capai-8-6-juta-kl-impor-minyak-297-juta-barel"/><item><title>Stok Penyimpanan BBM Nasional Capai 8,6 Juta KL, Impor Minyak 297 Juta Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/320/3094810/stok-penyimpanan-bbm-nasional-capai-8-6-juta-kl-impor-minyak-297-juta-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/320/3094810/stok-penyimpanan-bbm-nasional-capai-8-6-juta-kl-impor-minyak-297-juta-barel</guid><pubDate>Kamis 12 Desember 2024 14:00 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/12/320/3094810/stok-penyimpanan-bbm-nasional-capai-8-6-juta-kl-impor-minyak-297-juta-barel-wvoJHdS783.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stok penyimpanan BBM secara nasional (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/12/320/3094810/stok-penyimpanan-bbm-nasional-capai-8-6-juta-kl-impor-minyak-297-juta-barel-wvoJHdS783.jpg</image><title>Stok penyimpanan BBM secara nasional (Foto: okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian ESDM mencatat stok penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) mencapai 8,6 juta kiloliter (KL). Jumlah ini berada di fasilitas penyimpanan yang tersebar di 356 lokasi.
Rinciannya, 167 lokasi fasilitas penyimpanan milik PT Pertamina (Persero) dan non Pertamina 159 lokasi.

BACA JUGA:
Skema Baru BBM Subsidi Rampung, Berlaku di 2025


&amp;ldquo;Untuk infrastruktur BBM, kapasitas penyimpanan BBM nasional sebesar 8,6 juta kiloliter dengan jumlah sarana fasilitas penyimpanan di 356 lokasi,&amp;rdquo; ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung saat gelaran Hilir Migas Conference &amp;amp; Expo dan BPH Migas Awards 2024, Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Di sisi distribusi BBM dilakukan melalui 9.425 penyalur, terdiri dari 7.374 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), 618 SPBU kompak, 604 stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), 289 IMT, dan 580 penyalur BBM satu harga yang tersebar di daerah 3T.

BACA JUGA:
Pabrik Bioetanol di Banyuwangi, RI Bakal Punya BBM Standar Euro 5


Konsumsi minyak nasional sepanjang 2023 mencapai 518 juta barel, dipenuhi dari produksi dalam negeri sebesar 221 juta barel dan impor minyak nasional 297 juta barel. Di mana, terdiri dari 129 juta barel dalam bentuk minyak mentah dan 168 juta barel dalam bentuk BBM.
Adapun, konsumsi BBM nasional berdasarkan pengguna tahun 2023, yaitu sektor transportasi 248 juta barel atau 49%, sektor industri 171 juta barel atau 34%, sektor kendaraan listrik 38,5 juta barel atau 8%, dan sektor penerbangan aviasi 28,5 juta barel atau sekitar 6%.
&amp;ldquo;Secara nasional perkiraan kebutuhan gas bumi hingga tahun 2030 dapat dipenuhi dengan pemanfaatan proyek dan potensial, serta mengoptimalkan peranan dari LNG,&amp;rdquo; paparnya.
Yuliot menjelaskan, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan  hilirisasi terus ditingkatkan agar bisa memberi nilai tambah di dalam  negeri.
Untuk ketahanan energi perlu diupayakan ketersediaan berbagai sumber  energi yang cukup dan terjangkau, baik migas, batu bara,  ketenagalistrikan, dan energi baru terbarukan untuk mendorong  pertumbuhan perekonomian sebesar 8%.
&amp;ldquo;Sebagai gambaran, bauran energi sampai dengan Juni 2024, sumber  energi masih didominasi oleh batu bara sebesar 39,48%, sementara minyak  bumi 29,9%, dan gas bumi 16,69%, dan dari energi baru terbarukan sekitar  13,93%,&amp;rdquo; ucap dia.
Di lain pihak untuk mengurangi laju konsumsi BBM, pemerintah berupaya  untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik dan energi baru dan  terbarukan (EBT).</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian ESDM mencatat stok penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) mencapai 8,6 juta kiloliter (KL). Jumlah ini berada di fasilitas penyimpanan yang tersebar di 356 lokasi.
Rinciannya, 167 lokasi fasilitas penyimpanan milik PT Pertamina (Persero) dan non Pertamina 159 lokasi.

BACA JUGA:
Skema Baru BBM Subsidi Rampung, Berlaku di 2025


&amp;ldquo;Untuk infrastruktur BBM, kapasitas penyimpanan BBM nasional sebesar 8,6 juta kiloliter dengan jumlah sarana fasilitas penyimpanan di 356 lokasi,&amp;rdquo; ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung saat gelaran Hilir Migas Conference &amp;amp; Expo dan BPH Migas Awards 2024, Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Di sisi distribusi BBM dilakukan melalui 9.425 penyalur, terdiri dari 7.374 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), 618 SPBU kompak, 604 stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), 289 IMT, dan 580 penyalur BBM satu harga yang tersebar di daerah 3T.

BACA JUGA:
Pabrik Bioetanol di Banyuwangi, RI Bakal Punya BBM Standar Euro 5


Konsumsi minyak nasional sepanjang 2023 mencapai 518 juta barel, dipenuhi dari produksi dalam negeri sebesar 221 juta barel dan impor minyak nasional 297 juta barel. Di mana, terdiri dari 129 juta barel dalam bentuk minyak mentah dan 168 juta barel dalam bentuk BBM.
Adapun, konsumsi BBM nasional berdasarkan pengguna tahun 2023, yaitu sektor transportasi 248 juta barel atau 49%, sektor industri 171 juta barel atau 34%, sektor kendaraan listrik 38,5 juta barel atau 8%, dan sektor penerbangan aviasi 28,5 juta barel atau sekitar 6%.
&amp;ldquo;Secara nasional perkiraan kebutuhan gas bumi hingga tahun 2030 dapat dipenuhi dengan pemanfaatan proyek dan potensial, serta mengoptimalkan peranan dari LNG,&amp;rdquo; paparnya.
Yuliot menjelaskan, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan  hilirisasi terus ditingkatkan agar bisa memberi nilai tambah di dalam  negeri.
Untuk ketahanan energi perlu diupayakan ketersediaan berbagai sumber  energi yang cukup dan terjangkau, baik migas, batu bara,  ketenagalistrikan, dan energi baru terbarukan untuk mendorong  pertumbuhan perekonomian sebesar 8%.
&amp;ldquo;Sebagai gambaran, bauran energi sampai dengan Juni 2024, sumber  energi masih didominasi oleh batu bara sebesar 39,48%, sementara minyak  bumi 29,9%, dan gas bumi 16,69%, dan dari energi baru terbarukan sekitar  13,93%,&amp;rdquo; ucap dia.
Di lain pihak untuk mengurangi laju konsumsi BBM, pemerintah berupaya  untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik dan energi baru dan  terbarukan (EBT).</content:encoded></item></channel></rss>
