<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamen ESDM: 5,5 Juta Sambungan Jargas Hemat Subsidi Rp5,6 Triliun per Tahun</title><description>Kementerian ESDM menargetkan 5,5 juta sambungan jaringan gas bumi (jargas) hingga 2030.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/320/3094831/wamen-esdm-5-5-juta-sambungan-jargas-hemat-subsidi-rp5-6-triliun-per-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/320/3094831/wamen-esdm-5-5-juta-sambungan-jargas-hemat-subsidi-rp5-6-triliun-per-tahun"/><item><title>Wamen ESDM: 5,5 Juta Sambungan Jargas Hemat Subsidi Rp5,6 Triliun per Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/320/3094831/wamen-esdm-5-5-juta-sambungan-jargas-hemat-subsidi-rp5-6-triliun-per-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/320/3094831/wamen-esdm-5-5-juta-sambungan-jargas-hemat-subsidi-rp5-6-triliun-per-tahun</guid><pubDate>Kamis 12 Desember 2024 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/12/320/3094831/wamen-esdm-5-5-juta-sambungan-jargas-hemat-subsidi-rp5-6-triliun-per-tahun-9e77wsUyvS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan jargas bisa kurangi impor LPG (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/12/320/3094831/wamen-esdm-5-5-juta-sambungan-jargas-hemat-subsidi-rp5-6-triliun-per-tahun-9e77wsUyvS.jpg</image><title>Pembangunan jargas bisa kurangi impor LPG (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian ESDM menargetkan 5,5 juta sambungan jaringan gas bumi (jargas) hingga 2030. Pembangunan jargas diharapkan dapat menurunkan impor liquified petroleum gas (LPG) sebesar 550 kiloton per annum (KTPA).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, target penurunan impor LPG 550 KTPA dapat menghemat anggaran subsidi senilai Rp5,6 triliun per tahunnya.

BACA JUGA:
Inspeksi Langsung, Dirut PGN Pastikan Jargas Rumah Tangga di Sleman Lancar

&amp;ldquo;Target pengembangan jargas tahun 2030 sebanyak 5,5 juta sambungan rumah yang diharapkan dapat menurunkan impor LPG sebesar 550 KTPA yang menyemat subsidi lebih kurang sekitar Rp5,6 triliun per tahun,&amp;rdquo; ujar Yuliot saat gelaran Hilir Migas Conference &amp;amp; Expo dan BPH Migas Awards 2024, Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Upaya untuk menjamin ketahanan energi sektor hilir migas dengan meningkatkan pemanfaatan gas bumi pada sektor industri maupun rumah tangga melalui jaringan gas.

BACA JUGA:
Gandeng IDTC, PGN Bangun Jargas di Industri Pariwisata


Tercatat, hingga September 2024 sudah terpasang jargas APBN sebanyak 703.000 sambungan rumah dan jargas non APBN 400.000 sambungan rumah.
Yuliot menjelaskan, prioritas gas domestik dilakukan dengan integrasi pipa Sumatera - Jawa. Hal ini untuk menyalurkan potensi gas bumi dari wilayah kerja agung dan wilayah kerja Aceh, yang dimanfaatkan di seluruh area pengembangan untuk hilirisasi.
Integrasi pipa gas dari Sumatera ke Jawa dilakukan melalui investasi  pembangunan pipa gas Cirebon - Semarang (Cisem) dan Dumai - Sei Mangkei  (Dusem).
Manfaat dari pengembangan pipa gas bumi akan mendukung harga gas yang  lebih terjangkau, memenuhi kebutuhan gas untuk industri, pemakai  listrik, komersial rumah tangga, serta mendukung program jargas.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian ESDM menargetkan 5,5 juta sambungan jaringan gas bumi (jargas) hingga 2030. Pembangunan jargas diharapkan dapat menurunkan impor liquified petroleum gas (LPG) sebesar 550 kiloton per annum (KTPA).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, target penurunan impor LPG 550 KTPA dapat menghemat anggaran subsidi senilai Rp5,6 triliun per tahunnya.

BACA JUGA:
Inspeksi Langsung, Dirut PGN Pastikan Jargas Rumah Tangga di Sleman Lancar

&amp;ldquo;Target pengembangan jargas tahun 2030 sebanyak 5,5 juta sambungan rumah yang diharapkan dapat menurunkan impor LPG sebesar 550 KTPA yang menyemat subsidi lebih kurang sekitar Rp5,6 triliun per tahun,&amp;rdquo; ujar Yuliot saat gelaran Hilir Migas Conference &amp;amp; Expo dan BPH Migas Awards 2024, Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Upaya untuk menjamin ketahanan energi sektor hilir migas dengan meningkatkan pemanfaatan gas bumi pada sektor industri maupun rumah tangga melalui jaringan gas.

BACA JUGA:
Gandeng IDTC, PGN Bangun Jargas di Industri Pariwisata


Tercatat, hingga September 2024 sudah terpasang jargas APBN sebanyak 703.000 sambungan rumah dan jargas non APBN 400.000 sambungan rumah.
Yuliot menjelaskan, prioritas gas domestik dilakukan dengan integrasi pipa Sumatera - Jawa. Hal ini untuk menyalurkan potensi gas bumi dari wilayah kerja agung dan wilayah kerja Aceh, yang dimanfaatkan di seluruh area pengembangan untuk hilirisasi.
Integrasi pipa gas dari Sumatera ke Jawa dilakukan melalui investasi  pembangunan pipa gas Cirebon - Semarang (Cisem) dan Dumai - Sei Mangkei  (Dusem).
Manfaat dari pengembangan pipa gas bumi akan mendukung harga gas yang  lebih terjangkau, memenuhi kebutuhan gas untuk industri, pemakai  listrik, komersial rumah tangga, serta mendukung program jargas.</content:encoded></item></channel></rss>
