<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Segini Harta Kekayaan Nugroho Sulistyo Budi di LHKPN yang Terpilih sebagai Kepala BSSN</title><description>Segini harta kekayaan Nugroho Sulistyo Budi di LHKPN yang terpilih sebagai Kepala BSSN</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/320/3094936/segini-harta-kekayaan-nugroho-sulistyo-budi-di-lhkpn-yang-terpilih-sebagai-kepala-bssn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/320/3094936/segini-harta-kekayaan-nugroho-sulistyo-budi-di-lhkpn-yang-terpilih-sebagai-kepala-bssn"/><item><title>Segini Harta Kekayaan Nugroho Sulistyo Budi di LHKPN yang Terpilih sebagai Kepala BSSN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/320/3094936/segini-harta-kekayaan-nugroho-sulistyo-budi-di-lhkpn-yang-terpilih-sebagai-kepala-bssn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/320/3094936/segini-harta-kekayaan-nugroho-sulistyo-budi-di-lhkpn-yang-terpilih-sebagai-kepala-bssn</guid><pubDate>Kamis 12 Desember 2024 19:21 WIB</pubDate><dc:creator>Dwi Fitria Ningsih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/12/320/3094936/segini-harta-kekayaan-nugroho-sulistyo-budi-di-lhkpn-yang-terpilih-sebagai-kepala-bssn-6iSm2Uu8mC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Segini Harta Kekayaan Nugroho Sulistyo Budi di LHKPN yang Terpilih sebagai Kepala BSSN. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/12/320/3094936/segini-harta-kekayaan-nugroho-sulistyo-budi-di-lhkpn-yang-terpilih-sebagai-kepala-bssn-6iSm2Uu8mC.jpg</image><title>Segini Harta Kekayaan Nugroho Sulistyo Budi di LHKPN yang Terpilih sebagai Kepala BSSN. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Segini harta kekayaan Nugroho Sulistyo Budi di LHKPN yang terpilih sebagai Kepala BSSN. Letnan Jenderal TNI Nugroho Sulistyo Budi baru saja ditunjuk sebagai Kepala Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) melalui mutasi TNI berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1545/XII/2024.
Sebelumnya, Nugroho menjabat sebagai Inspektur Utama di Badan Intelijen Negara (BIN). Kariernya yang panjang mencakup berbagai posisi strategis, seperti di Kopassus, BIN, dan Kementerian Pertahanan, menjadikannya figur berpengalaman di bidang keamanan dan intelijen.
Selain rekam jejaknya, perhatian publik juga tertuju pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya, yang merupakan kewajiban bagi pejabat negara untuk memastikan transparansi dan mencegah tindak korupsi. Laporan ini meliputi aset seperti tanah, bangunan, kendaraan, investasi, hingga kewajiban finansial.

BACA JUGA:
Panglima TNI Tunjuk Nugroho Sulistyo Jadi Kepala BSSN

Berdasarkan data LHKPN, Nugroho melaporkan total kekayaannya sekitar Rp7,5 miliar. Laporan terakhirnya disampaikan pada 26 Januari 2024, saat ia masih menjabat sebagai Staf Ahli Khusus Bidang Politik di Kementerian Pertahanan.
Kekayaan tersebut terdiri dari lima aset berupa tanah dan bangunan yang berlokasi di Semarang, Sleman, dan Bogor dengan total nilai mencapai Rp6 miliar. Selain itu, ia memiliki dua kendaraan senilai Rp140 juta, harta bergerak sebesar Rp153 juta, kas dan setara kas senilai Rp739 juta, serta harta lainnya yang bernilai Rp475 juta.
Tidak ada surat berharga atau beban hutang yang tercatat, sehingga total kekayaannya bersih dari kewajiban utang. Berikut rincian lengkap harta kekayaan Nugroho Sulistyo Budi yang dirilis melalui LHKPN oleh KPK.

BACA JUGA:
Jaga Keamanan Sirekap, KPU Gandeng BSSN dan Polisi

1. Tanah dan bangunan dengan total nilai mencapai sekitar Rp6 miliar:
- Tanah dan bangunan seluas 843 m&amp;sup2; dan 305 m&amp;sup2; di Kota Semarang, diperoleh dari hasil sendiri, senilai Rp2 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 131 m&amp;sup2; dan 55 m&amp;sup2; di Kabupaten Sleman, hasil sendiri, senilai Rp271,5 juta.
- Tanah seluas 129 m&amp;sup2; di Kabupaten Sleman, hasil sendiri, dengan nilai Rp193,5 juta.
- Tanah dan bangunan seluas 796 m&amp;sup2; dan 645,3 m&amp;sup2; di Kota Semarang, hasil sendiri, senilai Rp2,8 miliar.
- Tanah seluas 1.568 m&amp;sup2; di Kabupaten Bogor, hasil sendiri, dengan nilai Rp784 juta.
2. Alat transportasi dan mesin Rp140 juta:
- Sepeda motor Honda Verza tahun 2015, hasil sendiri, senilai Rp10 juta.
- Mobil Toyota Corolla Altis Sedan tahun 2012, hasil sendiri, senilai Rp130 juta.3. Harta bergerak lainnya: Rp153 juta
4. Surat berharga: Rp0
5. Kas dan setara kas: Rp739,2 juta
6. Harta lainnya: Rp475 juta
7. Utang: Rp0
Berdasarkan laporan periodik, total harta kekayaan Nugroho mengalami kenaikan dan penurunan dari tahun ke tahun. Pada laporan tahun 2019, harta kekayaannya tercatat sebesar Rp6,04 miliar. Angka ini meningkat menjadi Rp7,36 miliar pada tahun 2020, lalu mencapai Rp8,08 miliar pada tahun 2021, kemudian turun menjadi Rp7,34 miliar pada laporan tahun 2022. Pada tahun 2023 kembali mengalami kenaikan yaitu menjadi Rp7,5 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Segini harta kekayaan Nugroho Sulistyo Budi di LHKPN yang terpilih sebagai Kepala BSSN. Letnan Jenderal TNI Nugroho Sulistyo Budi baru saja ditunjuk sebagai Kepala Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) melalui mutasi TNI berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1545/XII/2024.
Sebelumnya, Nugroho menjabat sebagai Inspektur Utama di Badan Intelijen Negara (BIN). Kariernya yang panjang mencakup berbagai posisi strategis, seperti di Kopassus, BIN, dan Kementerian Pertahanan, menjadikannya figur berpengalaman di bidang keamanan dan intelijen.
Selain rekam jejaknya, perhatian publik juga tertuju pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya, yang merupakan kewajiban bagi pejabat negara untuk memastikan transparansi dan mencegah tindak korupsi. Laporan ini meliputi aset seperti tanah, bangunan, kendaraan, investasi, hingga kewajiban finansial.

BACA JUGA:
Panglima TNI Tunjuk Nugroho Sulistyo Jadi Kepala BSSN

Berdasarkan data LHKPN, Nugroho melaporkan total kekayaannya sekitar Rp7,5 miliar. Laporan terakhirnya disampaikan pada 26 Januari 2024, saat ia masih menjabat sebagai Staf Ahli Khusus Bidang Politik di Kementerian Pertahanan.
Kekayaan tersebut terdiri dari lima aset berupa tanah dan bangunan yang berlokasi di Semarang, Sleman, dan Bogor dengan total nilai mencapai Rp6 miliar. Selain itu, ia memiliki dua kendaraan senilai Rp140 juta, harta bergerak sebesar Rp153 juta, kas dan setara kas senilai Rp739 juta, serta harta lainnya yang bernilai Rp475 juta.
Tidak ada surat berharga atau beban hutang yang tercatat, sehingga total kekayaannya bersih dari kewajiban utang. Berikut rincian lengkap harta kekayaan Nugroho Sulistyo Budi yang dirilis melalui LHKPN oleh KPK.

BACA JUGA:
Jaga Keamanan Sirekap, KPU Gandeng BSSN dan Polisi

1. Tanah dan bangunan dengan total nilai mencapai sekitar Rp6 miliar:
- Tanah dan bangunan seluas 843 m&amp;sup2; dan 305 m&amp;sup2; di Kota Semarang, diperoleh dari hasil sendiri, senilai Rp2 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 131 m&amp;sup2; dan 55 m&amp;sup2; di Kabupaten Sleman, hasil sendiri, senilai Rp271,5 juta.
- Tanah seluas 129 m&amp;sup2; di Kabupaten Sleman, hasil sendiri, dengan nilai Rp193,5 juta.
- Tanah dan bangunan seluas 796 m&amp;sup2; dan 645,3 m&amp;sup2; di Kota Semarang, hasil sendiri, senilai Rp2,8 miliar.
- Tanah seluas 1.568 m&amp;sup2; di Kabupaten Bogor, hasil sendiri, dengan nilai Rp784 juta.
2. Alat transportasi dan mesin Rp140 juta:
- Sepeda motor Honda Verza tahun 2015, hasil sendiri, senilai Rp10 juta.
- Mobil Toyota Corolla Altis Sedan tahun 2012, hasil sendiri, senilai Rp130 juta.3. Harta bergerak lainnya: Rp153 juta
4. Surat berharga: Rp0
5. Kas dan setara kas: Rp739,2 juta
6. Harta lainnya: Rp475 juta
7. Utang: Rp0
Berdasarkan laporan periodik, total harta kekayaan Nugroho mengalami kenaikan dan penurunan dari tahun ke tahun. Pada laporan tahun 2019, harta kekayaannya tercatat sebesar Rp6,04 miliar. Angka ini meningkat menjadi Rp7,36 miliar pada tahun 2020, lalu mencapai Rp8,08 miliar pada tahun 2021, kemudian turun menjadi Rp7,34 miliar pada laporan tahun 2022. Pada tahun 2023 kembali mengalami kenaikan yaitu menjadi Rp7,5 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
