<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gandeng Inggris, RI Buka Pintu Masuk Pasar Eropa   </title><description>Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melihat hubungan kerjasama Indonesia dan Inggris selama 75 tahun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/320/3095009/gandeng-inggris-ri-buka-pintu-masuk-pasar-eropa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/320/3095009/gandeng-inggris-ri-buka-pintu-masuk-pasar-eropa"/><item><title>Gandeng Inggris, RI Buka Pintu Masuk Pasar Eropa   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/320/3095009/gandeng-inggris-ri-buka-pintu-masuk-pasar-eropa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/320/3095009/gandeng-inggris-ri-buka-pintu-masuk-pasar-eropa</guid><pubDate>Kamis 12 Desember 2024 22:57 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/12/320/3095009/gandeng-inggris-ri-buka-pintu-masuk-pasar-eropa-G7QaLIP1ds.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kadin Lihat 75 Tahun Kerjasama Indonesia-Inggris Menghasilkan Dampak Bagi Masyarakat. (Foto: Okezone.com/Kadin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/12/320/3095009/gandeng-inggris-ri-buka-pintu-masuk-pasar-eropa-G7QaLIP1ds.jpg</image><title>Kadin Lihat 75 Tahun Kerjasama Indonesia-Inggris Menghasilkan Dampak Bagi Masyarakat. (Foto: Okezone.com/Kadin)</title></images><description>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melihat hubungan kerjasama Indonesia dan Inggris selama 75 tahun telah berdampak nyata bagi masyarakat Indonesia. Kerjasama bilateral kedua negara memiliki nilai investasi yang signifikan besar, berkomitmen pada transisi energi, dan kolaborasi lintas sektor yang terus berkembang.
&amp;ldquo;Kerja sama ini tidak hanya besar dari sisi nominal, seperti investasi BP (perusahaan migas Inggris) senilai USD7,1 miliar, tetapi juga menunjukkan pengakuan terhadap upaya transisi energi Indonesia, termasuk dalam pengembangan carbon storage dan LNG,&amp;rdquo; kata Ketua Umum Kadn Anindya Bakrie, Kamis (12/12/2024).

BACA JUGA:
Dampingi Prabowo, Anindya Bakrie Optimis Kerjasama dengan Jepang Meningkat

Menurut Anindya, kerjasama dengan Inggris akan menjadi jalan masuk bagi Indonesia ke Eropa. Sebagaimana diketahui, negosiasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif IndonesiaUni Eropa (IEU-CEPA) masih terus diupayakan.
Begitu pun sebaliknya, kerjasama yang apik dengan Indonesia dipandang Anindya akan membuka jalan bagi Inggris dan negara-negara Eropa lainnya untuk menuju ASEAN. Maka dari itu, ini dinilai sebagai suatu hubungan simbiosis mutualisme.
&quot;Sebaliknya, Indonesia bisa menjadi jalan masuk untuk UK (Inggris) dan Eropa untuk ke ASEAN, karena Indonesia adalah ekonomi terbesar, populasi terbesar di ASEAN. Jadi kita juga bisa menjadi jalan masuk,&quot; sebut dia.

BACA JUGA:
Ketum Kadin Anindya Bakrie Sambangi Istana Bertemu Presiden Prabowo, Ada Apa?

Anindya menegaskan pentingnya tiga pilar kerja sama antara Indonesia dan Inggris, yaitu relasi antar-pemerintah, kemitraan bisnis, dan hubungan antar-masyarakat. Dalam bidang pendidikan, Inggris menjadi destinasi utama penerima beasiswa LPDP.
&amp;ldquo;Inggris memiliki peran besar dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia, baik melalui pendidikan maupun kolaborasi people-to-people. Ini adalah kemitraan yang seimbang antara timur dan barat yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,&amp;rdquo; tuturnya.Dengan fokus pada green energy, transportasi hijau, dan sinergitas lintas sektor, Anindya optimistis kerja sama Indonesia-Inggris akan terus melahirkan dampak positif di masa depan.
&amp;ldquo;Ini bukan sekadar kunjungan kenegaraan, tetapi memiliki tindak lanjut nyata di sektor investasi dan perdagangan. Inggris sangat terkenal dengan kemampuan pendanaan. London Stock Exchange adalah hub di Eropa. Dan saya pikir Inggris juga cukup berkembang dalam hal energi terbarukan, terutama dengan angin, hidro, dan tenaga turya,&quot; jelasnya.
Lebih lanjut, Anindya menyebutkan bahwa Uni Eropa dan ASEAN merupakan dua blok ekonomi regional besar. Maka dari itu, kerja sama negara-negara di antara dua blok ini dinilai sebagai hal yang sangat baik.
&quot;Jika kita lihat ke Uni Eropa, itu adalah ekonomi USD7 triliun. Sama juga dengan ASEAN, ASEAN adalah ekonomi USD4 triliun. Dan Indonesia adalah USD1,3 triliun,&quot; papar Anindya.
Selain kerjasama bisnis dan pemerintahan, Anindya juga menyebut hubungan yang dijalin dengan Inggris juga mencakup pendidikan dan olahraga.</description><content:encoded>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melihat hubungan kerjasama Indonesia dan Inggris selama 75 tahun telah berdampak nyata bagi masyarakat Indonesia. Kerjasama bilateral kedua negara memiliki nilai investasi yang signifikan besar, berkomitmen pada transisi energi, dan kolaborasi lintas sektor yang terus berkembang.
&amp;ldquo;Kerja sama ini tidak hanya besar dari sisi nominal, seperti investasi BP (perusahaan migas Inggris) senilai USD7,1 miliar, tetapi juga menunjukkan pengakuan terhadap upaya transisi energi Indonesia, termasuk dalam pengembangan carbon storage dan LNG,&amp;rdquo; kata Ketua Umum Kadn Anindya Bakrie, Kamis (12/12/2024).

BACA JUGA:
Dampingi Prabowo, Anindya Bakrie Optimis Kerjasama dengan Jepang Meningkat

Menurut Anindya, kerjasama dengan Inggris akan menjadi jalan masuk bagi Indonesia ke Eropa. Sebagaimana diketahui, negosiasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif IndonesiaUni Eropa (IEU-CEPA) masih terus diupayakan.
Begitu pun sebaliknya, kerjasama yang apik dengan Indonesia dipandang Anindya akan membuka jalan bagi Inggris dan negara-negara Eropa lainnya untuk menuju ASEAN. Maka dari itu, ini dinilai sebagai suatu hubungan simbiosis mutualisme.
&quot;Sebaliknya, Indonesia bisa menjadi jalan masuk untuk UK (Inggris) dan Eropa untuk ke ASEAN, karena Indonesia adalah ekonomi terbesar, populasi terbesar di ASEAN. Jadi kita juga bisa menjadi jalan masuk,&quot; sebut dia.

BACA JUGA:
Ketum Kadin Anindya Bakrie Sambangi Istana Bertemu Presiden Prabowo, Ada Apa?

Anindya menegaskan pentingnya tiga pilar kerja sama antara Indonesia dan Inggris, yaitu relasi antar-pemerintah, kemitraan bisnis, dan hubungan antar-masyarakat. Dalam bidang pendidikan, Inggris menjadi destinasi utama penerima beasiswa LPDP.
&amp;ldquo;Inggris memiliki peran besar dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia, baik melalui pendidikan maupun kolaborasi people-to-people. Ini adalah kemitraan yang seimbang antara timur dan barat yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,&amp;rdquo; tuturnya.Dengan fokus pada green energy, transportasi hijau, dan sinergitas lintas sektor, Anindya optimistis kerja sama Indonesia-Inggris akan terus melahirkan dampak positif di masa depan.
&amp;ldquo;Ini bukan sekadar kunjungan kenegaraan, tetapi memiliki tindak lanjut nyata di sektor investasi dan perdagangan. Inggris sangat terkenal dengan kemampuan pendanaan. London Stock Exchange adalah hub di Eropa. Dan saya pikir Inggris juga cukup berkembang dalam hal energi terbarukan, terutama dengan angin, hidro, dan tenaga turya,&quot; jelasnya.
Lebih lanjut, Anindya menyebutkan bahwa Uni Eropa dan ASEAN merupakan dua blok ekonomi regional besar. Maka dari itu, kerja sama negara-negara di antara dua blok ini dinilai sebagai hal yang sangat baik.
&quot;Jika kita lihat ke Uni Eropa, itu adalah ekonomi USD7 triliun. Sama juga dengan ASEAN, ASEAN adalah ekonomi USD4 triliun. Dan Indonesia adalah USD1,3 triliun,&quot; papar Anindya.
Selain kerjasama bisnis dan pemerintahan, Anindya juga menyebut hubungan yang dijalin dengan Inggris juga mencakup pendidikan dan olahraga.</content:encoded></item></channel></rss>
