<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamen PU Usul Lahan Bekas Gempa Bumi Dipakai untuk Sektor Pertanian</title><description>Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti mengusulkan lahan  eks likuifaksi atau bekas gempa bumi dipakai untuk sektor pertanian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/470/3094739/wamen-pu-usul-lahan-bekas-gempa-bumi-dipakai-untuk-sektor-pertanian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/470/3094739/wamen-pu-usul-lahan-bekas-gempa-bumi-dipakai-untuk-sektor-pertanian"/><item><title>Wamen PU Usul Lahan Bekas Gempa Bumi Dipakai untuk Sektor Pertanian</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/470/3094739/wamen-pu-usul-lahan-bekas-gempa-bumi-dipakai-untuk-sektor-pertanian</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/12/470/3094739/wamen-pu-usul-lahan-bekas-gempa-bumi-dipakai-untuk-sektor-pertanian</guid><pubDate>Kamis 12 Desember 2024 10:17 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/12/470/3094739/wamen-pu-usul-lahan-bekas-gempa-bumi-dipakai-untuk-sektor-pertanian-erU83utg3a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamen PU usul lahan bekas gempa untuksektor pertanian (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/12/470/3094739/wamen-pu-usul-lahan-bekas-gempa-bumi-dipakai-untuk-sektor-pertanian-erU83utg3a.jpg</image><title>Wamen PU usul lahan bekas gempa untuksektor pertanian (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti mengusulkan lahan eks likuifaksi atau bekas gempa bumi dipakai untuk sektor pertanian. Hal ini untuk mendukung kebijakan pemerintah melakukan swasembada pangan dengan cara meningkatkan produktivitas pertanian.
Salah satu lahan eks likuifaksi yang dibidik untuk dimanfaatkan  sektor pertanian terletak di Sulawesi Tengah alias bekas gempa di Palu yang terjadi pada 2018 silam.
&quot;Kami ada proyek pembangunan jalan di Jono Oge, di kiri-kanan jalan ada lahan bekas likuifaksi seluas 250 ha. Lahan tersebut tidak termanfaatkan, saya usul mendukung swasembada pangan lahan tersebut bisa digunakan untuk pertanian,&quot; kata Wamen Diana dalam keterangan resmi, Kamis (12/12/2024).

BACA JUGA:
Dukung Ketahanan Pangan, BRI Salurkan Kredit Senilai Rp199,83 Triliun di Sektor Pertanian

Wamen Diana menambahkan Kementerian PU akan menambahkan jaringan irigasi di lahan tersebut. &quot;Saya minta ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III untuk menambahkan irigasi dengan memanfaatkan air dari sumur pantau likuifaksi yang dibangun di sini,&quot; tambah Wamen Diana.
Di Jono Oge Kementerian PU melalui BWS Sulawesi III telah membangun lahan percontohan pertanian dengan metode efisiensi penggunaan air untuk memitigasi potensi likuifaksi berulang terjadi. Lahan seluas 1.000 m2 ini telah dimanfaatkan untuk bawang merah batu yang ditanam perdana pada Juni 2024 dan hasil panen pertama seberat 150 kg.
Di lokasi ini BWS Sulawesi III juga merehabilitasi dan merekonstruksi sistem irigasi Gumbasa untuk mengembalikan fungsi irigasi di D.I Gumbasa Akibat bencana Palu pada 2018 silam. Proyek ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp192 miliar yang dikerjakan Desember 2022 hingga Juni 2024.

BACA JUGA:
Pakar Pertanian Sebut Cetak Sawah Sebagai Solusi Capai Swasembada Pangan

&amp;ldquo;Di sini ada 1.500 ha lahan potensial di luar dari D.I Gumbasa, dengan memanfaatkan air tanah di daerah yg berpotensi likuifaksi, di sekitar jaringan irigasi Gumbasa tepatnya di Desa Jono Oge yang bisa digarap untuk mendukung swasembada pangan, bisa bawang merah batu atau padi tergantung kebutuhannya,&amp;rdquo; ungkap Wamen Diana.
Kepala BWS Sulawesi III Dedi Yudha Lesmana mengatakan pemanfaatan lahan ini ditargetkan dilaksanakan pada 2025. &quot;Tahun depan kita kerjakan dengan memanfaatkan air irigasi dan sebagian dari air sumur pantau likuifaksi,&quot; ucap Dedi.Di lokasi ini BWS Sulawesi III juga merehabilitasi dan merekonstruksi  sistem irigasi Gumbasa untuk mengembalikan fungsi irigasi di D.I  Gumbasa Akibat bencana Palu pada 2018 silam. Proyek ini dikerjakan oleh  PT Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp192 miliar yang dikerjakan  Desember 2022 hingga Juni 2024.
&amp;ldquo;Di sini ada 1.500 ha lahan potensial di luar dari D.I Gumbasa,  dengan memanfaatkan air tanah di daerah yg berpotensi likuifaksi, di  sekitar jaringan irigasi Gumbasa tepatnya di Desa Jono Oge yang bisa  digarap untuk mendukung swasembada pangan, bisa bawang merah batu atau  padi tergantung kebutuhannya,&amp;rdquo; ungkap Wamen Diana.
Kepala BWS Sulawesi III Dedi Yudha Lesmana mengatakan pemanfaatan  lahan ini ditargetkan dilaksanakan pada 2025. &quot;Tahun depan kita kerjakan  dengan memanfaatkan air irigasi dan sebagian dari air sumur pantau  likuifaksi,&quot; ucap Dedi.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti mengusulkan lahan eks likuifaksi atau bekas gempa bumi dipakai untuk sektor pertanian. Hal ini untuk mendukung kebijakan pemerintah melakukan swasembada pangan dengan cara meningkatkan produktivitas pertanian.
Salah satu lahan eks likuifaksi yang dibidik untuk dimanfaatkan  sektor pertanian terletak di Sulawesi Tengah alias bekas gempa di Palu yang terjadi pada 2018 silam.
&quot;Kami ada proyek pembangunan jalan di Jono Oge, di kiri-kanan jalan ada lahan bekas likuifaksi seluas 250 ha. Lahan tersebut tidak termanfaatkan, saya usul mendukung swasembada pangan lahan tersebut bisa digunakan untuk pertanian,&quot; kata Wamen Diana dalam keterangan resmi, Kamis (12/12/2024).

BACA JUGA:
Dukung Ketahanan Pangan, BRI Salurkan Kredit Senilai Rp199,83 Triliun di Sektor Pertanian

Wamen Diana menambahkan Kementerian PU akan menambahkan jaringan irigasi di lahan tersebut. &quot;Saya minta ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III untuk menambahkan irigasi dengan memanfaatkan air dari sumur pantau likuifaksi yang dibangun di sini,&quot; tambah Wamen Diana.
Di Jono Oge Kementerian PU melalui BWS Sulawesi III telah membangun lahan percontohan pertanian dengan metode efisiensi penggunaan air untuk memitigasi potensi likuifaksi berulang terjadi. Lahan seluas 1.000 m2 ini telah dimanfaatkan untuk bawang merah batu yang ditanam perdana pada Juni 2024 dan hasil panen pertama seberat 150 kg.
Di lokasi ini BWS Sulawesi III juga merehabilitasi dan merekonstruksi sistem irigasi Gumbasa untuk mengembalikan fungsi irigasi di D.I Gumbasa Akibat bencana Palu pada 2018 silam. Proyek ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp192 miliar yang dikerjakan Desember 2022 hingga Juni 2024.

BACA JUGA:
Pakar Pertanian Sebut Cetak Sawah Sebagai Solusi Capai Swasembada Pangan

&amp;ldquo;Di sini ada 1.500 ha lahan potensial di luar dari D.I Gumbasa, dengan memanfaatkan air tanah di daerah yg berpotensi likuifaksi, di sekitar jaringan irigasi Gumbasa tepatnya di Desa Jono Oge yang bisa digarap untuk mendukung swasembada pangan, bisa bawang merah batu atau padi tergantung kebutuhannya,&amp;rdquo; ungkap Wamen Diana.
Kepala BWS Sulawesi III Dedi Yudha Lesmana mengatakan pemanfaatan lahan ini ditargetkan dilaksanakan pada 2025. &quot;Tahun depan kita kerjakan dengan memanfaatkan air irigasi dan sebagian dari air sumur pantau likuifaksi,&quot; ucap Dedi.Di lokasi ini BWS Sulawesi III juga merehabilitasi dan merekonstruksi  sistem irigasi Gumbasa untuk mengembalikan fungsi irigasi di D.I  Gumbasa Akibat bencana Palu pada 2018 silam. Proyek ini dikerjakan oleh  PT Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp192 miliar yang dikerjakan  Desember 2022 hingga Juni 2024.
&amp;ldquo;Di sini ada 1.500 ha lahan potensial di luar dari D.I Gumbasa,  dengan memanfaatkan air tanah di daerah yg berpotensi likuifaksi, di  sekitar jaringan irigasi Gumbasa tepatnya di Desa Jono Oge yang bisa  digarap untuk mendukung swasembada pangan, bisa bawang merah batu atau  padi tergantung kebutuhannya,&amp;rdquo; ungkap Wamen Diana.
Kepala BWS Sulawesi III Dedi Yudha Lesmana mengatakan pemanfaatan  lahan ini ditargetkan dilaksanakan pada 2025. &quot;Tahun depan kita kerjakan  dengan memanfaatkan air irigasi dan sebagian dari air sumur pantau  likuifaksi,&quot; ucap Dedi.</content:encoded></item></channel></rss>
