<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPO, Rukun Raharja Lepas 13% Saham Anak Usaha</title><description>PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melakukan divestasi 13% saham di anak usahanya, PT Raharja Energi Cepu (RATU).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/16/278/3096094/ipo-rukun-raharja-lepas-13-saham-anak-usaha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/16/278/3096094/ipo-rukun-raharja-lepas-13-saham-anak-usaha"/><item><title>IPO, Rukun Raharja Lepas 13% Saham Anak Usaha</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/16/278/3096094/ipo-rukun-raharja-lepas-13-saham-anak-usaha</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/16/278/3096094/ipo-rukun-raharja-lepas-13-saham-anak-usaha</guid><pubDate>Senin 16 Desember 2024 20:35 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/16/278/3096094/ipo-rukun-raharja-lepas-13-saham-anak-usaha-3pMJcOukZh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rukun Raharja divestasi saham anak usaha (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/16/278/3096094/ipo-rukun-raharja-lepas-13-saham-anak-usaha-3pMJcOukZh.jpg</image><title>Rukun Raharja divestasi saham anak usaha (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melakukan divestasi 13% saham di anak usahanya, PT Raharja Energi Cepu (RATU). Divestasi dilakukan melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO).
Dalam prospektus, anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) itu menawarkan 543.010.800 saham, atau setara 20 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. Nilai nominal dipatok Rp10 setiap saham.

BACA JUGA:
Bocoran Perusahaan Raksasa yang IPO di 2025

Detilnya, sejumlah 190.053.800 saham biasa atas nama yang merupakan Saham Baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan. Ini setara dengan 7% dari jumlah modal ditempatkan.
Sementara sebanyak 352.957.000 saham biasa merupakan milik RAJA, atau Saham Divestasi, yang setara dengan 13 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor.

BACA JUGA:
2 Perusahaan Mercusuar Aset Jumbo Segera IPO di BEI


Dalam periode bookbuilding, harga ditawarkan dalam rentang Rp900 - Rp1.150 per saham, sehingga RATU berpeluang mendapatkan dana segar IPO maksimal Rp624,46  miliar.
Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk mengoptimalkan portofolio bisnis RAJA, tetapi juga membuka peluang bagi investor untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan sektor hulu migas Indonesia yang menjanjikan. Proses bookbuilding untuk penawaran umum perdana saham RATU akan berlangsung pada tanggal 17-23 Desember 2024, dengan target pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 Januari 2025.
Direktur Utama RAJA Djauhar Maulidi menjelaskan, sektor hulu migas membutuhkan investasi besar untuk eksplorasi dan pengembangan. Melalui IPO ini, kedepannya RATU akan memiliki lebih banyak opsi pendanaan untuk mendukung pertumbuhan dan ekspansi di sektor hulu minyak dan gas.
Sebagai perusahaan publik, RATU juga akan meningkatkan transparansi  dan akuntabilitas, sehingga meningkatkan kepercayaan investor dan mitra  bisnis. IPO ini bertujuan untuk memperluas basis pemegang saham RATU  dengan menarik investor ritel dan institusi.
IPO diharapkan akan menjadi langkah awal bagi RATU untuk menjadi  salah satu perusahaan nasional terkemuka di sektor hulu minyak dan gas,  dengan aktif berkontribusi dalam peningkatan produksi minyak dan gas di  Indonesia.
Saat ini, RATU memiliki portofolio investasi di dua blok strategis,  yaitu Cepu di Jawa Timur (dioperatori oleh ExxonMobil) dan Jabung di  Jambi (dioperatori oleh Petrochina).
Kedua blok ini memiliki potensi cadangan minyak dan gas bumi yang  signifikan, didukung oleh proyek-proyek eksplorasi dan produksi yang  telah berjalan dengan baik. Melalui partisipasi dalam kedua blok ini,  RATU memperoleh aliran pendapatan yang stabil dan berkelanjutan.
Divestasi saham RATU merupakan langkah strategis dalam transformasi  PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) untuk menjadi perusahaan energi yang lebih  inovatif dan berkelanjutan. Dana hasil divestasi akan dimanfaatkan untuk  mempercepat pengembangan proyek-proyek di sektor midstream, downstream,  serta energi berkelanjutan yang tengah dikerjakan oleh RAJA.
Dengan portofolio bisnis yang lebih terdiversifikasi, RAJA dapat  mengurangi risiko dan meningkatkan ketahanan perusahaan dalam menghadapi  dinamika industri energi yang terus berkembang. Langkah ini juga  mencerminkan komitmen RAJA dalam menciptakan nilai tambah yang  berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dengan permintaan energi yang terus meningkat dan peluang besar di  sektor hulu migas Indonesia, IPO RATU hadir sebagai peluang investasi  strategis bagi para pemegang saham baru untuk berpartisipasi dalam  pertumbuhan industri ini. RAJA optimis bahwa langkah ini akan mendukung  pengembangan lebih lanjut dari RATU, sekaligus memperkuat posisi RAJA  sebagai salah satu perusahaan energi terkemuka di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melakukan divestasi 13% saham di anak usahanya, PT Raharja Energi Cepu (RATU). Divestasi dilakukan melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO).
Dalam prospektus, anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) itu menawarkan 543.010.800 saham, atau setara 20 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. Nilai nominal dipatok Rp10 setiap saham.

BACA JUGA:
Bocoran Perusahaan Raksasa yang IPO di 2025

Detilnya, sejumlah 190.053.800 saham biasa atas nama yang merupakan Saham Baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan. Ini setara dengan 7% dari jumlah modal ditempatkan.
Sementara sebanyak 352.957.000 saham biasa merupakan milik RAJA, atau Saham Divestasi, yang setara dengan 13 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor.

BACA JUGA:
2 Perusahaan Mercusuar Aset Jumbo Segera IPO di BEI


Dalam periode bookbuilding, harga ditawarkan dalam rentang Rp900 - Rp1.150 per saham, sehingga RATU berpeluang mendapatkan dana segar IPO maksimal Rp624,46  miliar.
Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk mengoptimalkan portofolio bisnis RAJA, tetapi juga membuka peluang bagi investor untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan sektor hulu migas Indonesia yang menjanjikan. Proses bookbuilding untuk penawaran umum perdana saham RATU akan berlangsung pada tanggal 17-23 Desember 2024, dengan target pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 Januari 2025.
Direktur Utama RAJA Djauhar Maulidi menjelaskan, sektor hulu migas membutuhkan investasi besar untuk eksplorasi dan pengembangan. Melalui IPO ini, kedepannya RATU akan memiliki lebih banyak opsi pendanaan untuk mendukung pertumbuhan dan ekspansi di sektor hulu minyak dan gas.
Sebagai perusahaan publik, RATU juga akan meningkatkan transparansi  dan akuntabilitas, sehingga meningkatkan kepercayaan investor dan mitra  bisnis. IPO ini bertujuan untuk memperluas basis pemegang saham RATU  dengan menarik investor ritel dan institusi.
IPO diharapkan akan menjadi langkah awal bagi RATU untuk menjadi  salah satu perusahaan nasional terkemuka di sektor hulu minyak dan gas,  dengan aktif berkontribusi dalam peningkatan produksi minyak dan gas di  Indonesia.
Saat ini, RATU memiliki portofolio investasi di dua blok strategis,  yaitu Cepu di Jawa Timur (dioperatori oleh ExxonMobil) dan Jabung di  Jambi (dioperatori oleh Petrochina).
Kedua blok ini memiliki potensi cadangan minyak dan gas bumi yang  signifikan, didukung oleh proyek-proyek eksplorasi dan produksi yang  telah berjalan dengan baik. Melalui partisipasi dalam kedua blok ini,  RATU memperoleh aliran pendapatan yang stabil dan berkelanjutan.
Divestasi saham RATU merupakan langkah strategis dalam transformasi  PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) untuk menjadi perusahaan energi yang lebih  inovatif dan berkelanjutan. Dana hasil divestasi akan dimanfaatkan untuk  mempercepat pengembangan proyek-proyek di sektor midstream, downstream,  serta energi berkelanjutan yang tengah dikerjakan oleh RAJA.
Dengan portofolio bisnis yang lebih terdiversifikasi, RAJA dapat  mengurangi risiko dan meningkatkan ketahanan perusahaan dalam menghadapi  dinamika industri energi yang terus berkembang. Langkah ini juga  mencerminkan komitmen RAJA dalam menciptakan nilai tambah yang  berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dengan permintaan energi yang terus meningkat dan peluang besar di  sektor hulu migas Indonesia, IPO RATU hadir sebagai peluang investasi  strategis bagi para pemegang saham baru untuk berpartisipasi dalam  pertumbuhan industri ini. RAJA optimis bahwa langkah ini akan mendukung  pengembangan lebih lanjut dari RATU, sekaligus memperkuat posisi RAJA  sebagai salah satu perusahaan energi terkemuka di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
