<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor RI November Capai USD24,01 Miliar, Naik 9,14%</title><description>BPS) mencatat pertumbuhan nilai ekspor Indonesia mencapai 9,14 persen year-on-year (yoy) mencapai USD24,01 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/16/320/3095897/ekspor-ri-november-capai-usd24-01-miliar-naik-9-14</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/16/320/3095897/ekspor-ri-november-capai-usd24-01-miliar-naik-9-14"/><item><title>Ekspor RI November Capai USD24,01 Miliar, Naik 9,14%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/16/320/3095897/ekspor-ri-november-capai-usd24-01-miliar-naik-9-14</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/16/320/3095897/ekspor-ri-november-capai-usd24-01-miliar-naik-9-14</guid><pubDate>Senin 16 Desember 2024 11:47 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/16/320/3095897/ekspor-ri-november-capai-usd24-01-miliar-naik-9-14-nA2S2WSsZ4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor Ri di November (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/16/320/3095897/ekspor-ri-november-capai-usd24-01-miliar-naik-9-14-nA2S2WSsZ4.jpg</image><title>Ekspor Ri di November (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan nilai ekspor Indonesia mencapai 9,14 persen year-on-year (yoy) mencapai USD24,01 miliar pada November 2024.
Realisasi pertumbuhan itu lebih rendah dari bulan Oktober yang mencapai 10,25 persen yoy.

BACA JUGA:
Daftar 12 Negara yang Bergantung Ekspor Tambang


Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan kenaikan ini didorong oleh peningkatan ekspor non-migas terutama pada nikel, dan barang turunannnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMi8xMS80LzE4NzA2OC8zL2NsTGttbkU4eHhr&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Kemudian juga mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya, serta mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya,&amp;rdquo; kata Amalia dalam konferensi pers, Senin (16/12/2024).

BACA JUGA:
Perjanjian Dagang IEU-CEPA Bikin Ekspor-Impor Naik 6 Kali Lipat


Pada November 2024, nilai ekspor mencapai USD24,01 miliar, turun 1,70 persen month-over-month (MoM), dibandingkan Oktober 2024.Nilai ekspor migas tercatat senilai USD1,32, atau turun sebesar 2,10 persen MoM, dan nilai ekspor non-migas juga tercatat turun sebesar 1,67 persen MoM, dengan nilai USD22,69 miliar USD.
Amalia menuturkan penurunan nilai ekspor November secara bulanan didorong oleh nilai ekspor non-migas terutama pada komoditas lemak dan minyak hewan nabati, biji logam terak dan abu, tembaga dan barang daripadanya.
Di sisi lain, total ekspor non-migas mencapai sebesar USD22,69 miliar, didukung sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar USD18,27 miliar, sektor pertambangan dan lainnya sebesar USD3,84 miliar, dan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi sebesar USD0,58 miliar..
Seluruh sektor mengalami penurunan secara bulanan. Penurunan nilai ekspor non-migas utamanya terjadi pada sektor industri pengolahan.
&amp;ldquo;Penurunan secara bulanan ini utamanya disebabkan oleh komoditas minyak lapas sawit, tembaga, kendaraan bermotor roda 4 atau lebih, bungkil dan residu serta bubur kertas atau pulp,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan nilai ekspor Indonesia mencapai 9,14 persen year-on-year (yoy) mencapai USD24,01 miliar pada November 2024.
Realisasi pertumbuhan itu lebih rendah dari bulan Oktober yang mencapai 10,25 persen yoy.

BACA JUGA:
Daftar 12 Negara yang Bergantung Ekspor Tambang


Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan kenaikan ini didorong oleh peningkatan ekspor non-migas terutama pada nikel, dan barang turunannnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMi8xMS80LzE4NzA2OC8zL2NsTGttbkU4eHhr&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Kemudian juga mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya, serta mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya,&amp;rdquo; kata Amalia dalam konferensi pers, Senin (16/12/2024).

BACA JUGA:
Perjanjian Dagang IEU-CEPA Bikin Ekspor-Impor Naik 6 Kali Lipat


Pada November 2024, nilai ekspor mencapai USD24,01 miliar, turun 1,70 persen month-over-month (MoM), dibandingkan Oktober 2024.Nilai ekspor migas tercatat senilai USD1,32, atau turun sebesar 2,10 persen MoM, dan nilai ekspor non-migas juga tercatat turun sebesar 1,67 persen MoM, dengan nilai USD22,69 miliar USD.
Amalia menuturkan penurunan nilai ekspor November secara bulanan didorong oleh nilai ekspor non-migas terutama pada komoditas lemak dan minyak hewan nabati, biji logam terak dan abu, tembaga dan barang daripadanya.
Di sisi lain, total ekspor non-migas mencapai sebesar USD22,69 miliar, didukung sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar USD18,27 miliar, sektor pertambangan dan lainnya sebesar USD3,84 miliar, dan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi sebesar USD0,58 miliar..
Seluruh sektor mengalami penurunan secara bulanan. Penurunan nilai ekspor non-migas utamanya terjadi pada sektor industri pengolahan.
&amp;ldquo;Penurunan secara bulanan ini utamanya disebabkan oleh komoditas minyak lapas sawit, tembaga, kendaraan bermotor roda 4 atau lebih, bungkil dan residu serta bubur kertas atau pulp,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
