<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha RI Siap Manfaatkan Akses Pasar Ke Eropa</title><description>Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin)  Indonesia Pusat dan Daerah siap memanfaatkan akses pasar ke Eropa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/16/320/3096122/pengusaha-ri-siap-manfaatkan-akses-pasar-ke-eropa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/16/320/3096122/pengusaha-ri-siap-manfaatkan-akses-pasar-ke-eropa"/><item><title>Pengusaha RI Siap Manfaatkan Akses Pasar Ke Eropa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/16/320/3096122/pengusaha-ri-siap-manfaatkan-akses-pasar-ke-eropa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/16/320/3096122/pengusaha-ri-siap-manfaatkan-akses-pasar-ke-eropa</guid><pubDate>Senin 16 Desember 2024 23:24 WIB</pubDate><dc:creator>Dwi Fitria Ningsih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/16/320/3096122/pengusaha-ri-siap-manfaatkan-akses-pasar-ke-eropa-AYqBYNDlfR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengusaha RI siap manfaatkan pasar Eropa (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/16/320/3096122/pengusaha-ri-siap-manfaatkan-akses-pasar-ke-eropa-AYqBYNDlfR.jpg</image><title>Pengusaha RI siap manfaatkan pasar Eropa (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Pusat dan Daerah siap memanfaatkan akses pasar ke Eropa. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, pengurus Kadin pusat berkoordinasi dengan para pimpinan Kadin Daerah agar peluang bisnis dan akses pasar yang dibuka oleh pemerintah berdampak kepada para pelaku bisnis di daerah.
&quot;Dan saya benar-benar melihat langsung bahwa Pak Prabowo bisa bicara mengenai makro, geopolitik, dan geoekonomi dalam setiap pertemuan dengan para pemimpin dunia. Beliau selalu menekankan dua kata, yaitu kemiskinan dan kelaparan,&amp;rdquo; kata Anin, nama sapaan Anindya Novyan Bakrie, dalam keterangan resminya, Senin (16/12/2024).

BACA JUGA:
Ekspor RI November Capai USD24,01 Miliar, Naik 9,14%


Akses pasar menjadi salah satu kunci yang harus dimanfaatkan Indonesia di tengah ketidakpastian global. Di setiap pertemuan, terang Anin, Presiden tidak saja berbicara tentang topik besar dan masalah yang dihadapi dunia, melainkan juga menekankan masalah konkret yang dihadapi rakyat Indonesia.
&amp;ldquo;Presiden bicara tentang kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif, non-aligned, tapi juga kesejahteraan masyarakat Indonesia,&quot; katanya, dalam acara Kadin Economic Diplomacy (KED) Breakfast, di Hotel Arya Duta.

BACA JUGA:
Astra Dorong Pertumbuhan dan Pengembangan UMKM-Bumdes Lewat Pelatihan Ekspor


Hadir dalam pertemuan itu Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T Riady, WKU Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino M Vega, jajaran pengurus Komite Tetap, dan para ketua umum atau perwakilan Kadin Provinsi.
Anin menjelaskan, hasil kunjungan Presiden Prabowo ke China, Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Inggris membawa peluang yang terbuka bagi pelaku bisnis Indonesia. AS dan China terkenal trade war atau perang dagang. Eropa, Rusia, dan Timur Tengah dilanda masalah geopolitik. Sedangkan Indonesia memiliki stabilitas politik. Politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan tidak memihak salah satu blok politik merupakan keunggulan.
Dengan adanya keunggulan itu, Anin menyimpulkan, Indonesia memiliki alasan kuat untuk tetap optimistis menghadapi dinamika global. &quot;Jadi melihat semua itu Indonesia punya alasan untuk optimistis,&quot; tegasnya.
Anin juga menyebutkan kerja sama perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa (Europe Union/EU) merupakan hal yang sangat penting.
&amp;ldquo;Bukan hanya karena kita makin banyak pasar makin bagus, tapi EU itu  (memiliki) 17 triliun dolar AS (nilai) ekonomi. Jadi singkat kata ya 13  kali lebih besar daripada kita,&amp;rdquo; ungkap Anin.
Anin mengungkapkan, dalam kerja sama dengan Uni Eropa tentunya  terdapat tantangan mengenai isu keberlanjutan tentang deforestasi hingga  minyak kelapa sawit.
&amp;ldquo;Apakah mereka (EU) rewel mengenai sustainable palm oil? Iya. Apakah  mereka rewel mengenai deforestation? Iya. Tapi ya (kita harus) cari  jalan. Dan katanya Pak Presiden (Prabowo Subianto) mau mencoba untuk  menyelesaikan di kuartal 1 tahun depan,&amp;rdquo; jelas Anin.
Anin mengatakan dalam perdagangan itu pihaknya juga telah melakukan  kerja sama. Adapun kerja sama ini membuahkan hasil mengenai akses pasar.  &amp;ldquo;Dan pekan lalu (dengan) Kanada (ICA CEPA) sudah teken. Nah ini apa  gunanya? Akses pasar. Kita gak bisa jualan kalau misalnya gak ada  pasarnya. Dan yang saya lihat juga dengan persaingan antara AS dan  China, itu akan ada dua paralel track, dua hal paralel untuk peningkatan  teknologi. Terutama dari sisi Artificial Intelligence (AI),&amp;rdquo; kata Anin.
&amp;ldquo;Dan itu bagus buat Indonesia karena kita non-aligned (nonblok), kita  selalu teman dengan semuanya. Jadi hal-hal seperti ini ada bagusnya.  Tapi persaingan itu juga banyak,&amp;rdquo; sambungnya.
Anin lebih lanjut menjelaskan, Kadin harus bersaing demi  kesejahteraan masyarakat luas. Hal ini guna membuktikan Kadin itu bisa  bermanfaat bagi banyak orang. &amp;ldquo;Dan teman-teman di provinsi ini bisa  membantu untuk menyambungkan dari apa yang dibicarakan di luar negeri  sampai kepada masyarakat kita,&amp;rdquo; jelas Anin.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Pusat dan Daerah siap memanfaatkan akses pasar ke Eropa. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, pengurus Kadin pusat berkoordinasi dengan para pimpinan Kadin Daerah agar peluang bisnis dan akses pasar yang dibuka oleh pemerintah berdampak kepada para pelaku bisnis di daerah.
&quot;Dan saya benar-benar melihat langsung bahwa Pak Prabowo bisa bicara mengenai makro, geopolitik, dan geoekonomi dalam setiap pertemuan dengan para pemimpin dunia. Beliau selalu menekankan dua kata, yaitu kemiskinan dan kelaparan,&amp;rdquo; kata Anin, nama sapaan Anindya Novyan Bakrie, dalam keterangan resminya, Senin (16/12/2024).

BACA JUGA:
Ekspor RI November Capai USD24,01 Miliar, Naik 9,14%


Akses pasar menjadi salah satu kunci yang harus dimanfaatkan Indonesia di tengah ketidakpastian global. Di setiap pertemuan, terang Anin, Presiden tidak saja berbicara tentang topik besar dan masalah yang dihadapi dunia, melainkan juga menekankan masalah konkret yang dihadapi rakyat Indonesia.
&amp;ldquo;Presiden bicara tentang kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif, non-aligned, tapi juga kesejahteraan masyarakat Indonesia,&quot; katanya, dalam acara Kadin Economic Diplomacy (KED) Breakfast, di Hotel Arya Duta.

BACA JUGA:
Astra Dorong Pertumbuhan dan Pengembangan UMKM-Bumdes Lewat Pelatihan Ekspor


Hadir dalam pertemuan itu Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T Riady, WKU Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino M Vega, jajaran pengurus Komite Tetap, dan para ketua umum atau perwakilan Kadin Provinsi.
Anin menjelaskan, hasil kunjungan Presiden Prabowo ke China, Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Inggris membawa peluang yang terbuka bagi pelaku bisnis Indonesia. AS dan China terkenal trade war atau perang dagang. Eropa, Rusia, dan Timur Tengah dilanda masalah geopolitik. Sedangkan Indonesia memiliki stabilitas politik. Politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan tidak memihak salah satu blok politik merupakan keunggulan.
Dengan adanya keunggulan itu, Anin menyimpulkan, Indonesia memiliki alasan kuat untuk tetap optimistis menghadapi dinamika global. &quot;Jadi melihat semua itu Indonesia punya alasan untuk optimistis,&quot; tegasnya.
Anin juga menyebutkan kerja sama perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa (Europe Union/EU) merupakan hal yang sangat penting.
&amp;ldquo;Bukan hanya karena kita makin banyak pasar makin bagus, tapi EU itu  (memiliki) 17 triliun dolar AS (nilai) ekonomi. Jadi singkat kata ya 13  kali lebih besar daripada kita,&amp;rdquo; ungkap Anin.
Anin mengungkapkan, dalam kerja sama dengan Uni Eropa tentunya  terdapat tantangan mengenai isu keberlanjutan tentang deforestasi hingga  minyak kelapa sawit.
&amp;ldquo;Apakah mereka (EU) rewel mengenai sustainable palm oil? Iya. Apakah  mereka rewel mengenai deforestation? Iya. Tapi ya (kita harus) cari  jalan. Dan katanya Pak Presiden (Prabowo Subianto) mau mencoba untuk  menyelesaikan di kuartal 1 tahun depan,&amp;rdquo; jelas Anin.
Anin mengatakan dalam perdagangan itu pihaknya juga telah melakukan  kerja sama. Adapun kerja sama ini membuahkan hasil mengenai akses pasar.  &amp;ldquo;Dan pekan lalu (dengan) Kanada (ICA CEPA) sudah teken. Nah ini apa  gunanya? Akses pasar. Kita gak bisa jualan kalau misalnya gak ada  pasarnya. Dan yang saya lihat juga dengan persaingan antara AS dan  China, itu akan ada dua paralel track, dua hal paralel untuk peningkatan  teknologi. Terutama dari sisi Artificial Intelligence (AI),&amp;rdquo; kata Anin.
&amp;ldquo;Dan itu bagus buat Indonesia karena kita non-aligned (nonblok), kita  selalu teman dengan semuanya. Jadi hal-hal seperti ini ada bagusnya.  Tapi persaingan itu juga banyak,&amp;rdquo; sambungnya.
Anin lebih lanjut menjelaskan, Kadin harus bersaing demi  kesejahteraan masyarakat luas. Hal ini guna membuktikan Kadin itu bisa  bermanfaat bagi banyak orang. &amp;ldquo;Dan teman-teman di provinsi ini bisa  membantu untuk menyambungkan dari apa yang dibicarakan di luar negeri  sampai kepada masyarakat kita,&amp;rdquo; jelas Anin.</content:encoded></item></channel></rss>
