<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Rp75,05 Triliun, Paylater Rp8,41 Triliun</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total outstanding pembiayaan industri pinjaman online capai Rp75,02 triliun per Oktober 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/17/320/3096144/utang-pinjol-masyarakat-indonesia-rp75-05-triliun-paylater-rp8-41-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/17/320/3096144/utang-pinjol-masyarakat-indonesia-rp75-05-triliun-paylater-rp8-41-triliun"/><item><title>Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Rp75,05 Triliun, Paylater Rp8,41 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/17/320/3096144/utang-pinjol-masyarakat-indonesia-rp75-05-triliun-paylater-rp8-41-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/17/320/3096144/utang-pinjol-masyarakat-indonesia-rp75-05-triliun-paylater-rp8-41-triliun</guid><pubDate>Selasa 17 Desember 2024 06:09 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/17/320/3096144/utang-pinjol-masyarakat-indonesia-rp75-05-triliun-paylater-rp8-41-triliun-jr7YQSEu2q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah utang pinjol masyarakat Indonesia alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/17/320/3096144/utang-pinjol-masyarakat-indonesia-rp75-05-triliun-paylater-rp8-41-triliun-jr7YQSEu2q.jpg</image><title>Jumlah utang pinjol masyarakat Indonesia alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total outstanding (piutang) pembiayaan industri pinjaman online atau financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending capai Rp75,02 triliun per Oktober 2024. Utang pinjol masyarakat Indonesia ini tumbuh 29,23% year-on-year (yoy).
Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan dalam keterangannya di Jakarta, Senin, bahwa pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada September 2024 yang mencapai 33,73% yoy.

BACA JUGA:
Utang Pinjol Hangus jika Telat Bayar 90 Hari? Ini Faktanya


&amp;ldquo;Tingkat risiko kredit bermasalah (pinjaman online) secara agregat (TWP90) dalam kondisi terjaga stabil di posisi 2,37%, turun dari September 2024 yang sebesar 2,38%,&amp;rdquo; ujarnya.
Sementara itu, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan meningkat 8,37% yoy pada Oktober 2024 menjadi Rp501,89 triliun.
Agusman menuturkan bahwa pencapaian tersebut didukung oleh pembiayaan investasi yang meningkat sebesar 8,19% yoy, demikian dilansri Antara, Selasa (17/12/2024).

BACA JUGA:
Utang Pinjol Bisa Kadaluarsa? Ini Jawabannya 


Dia juga menyampaikan bahwa profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga baik dengan rasio pembiayaan bermasalah bruto atau Non-Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,60% dan rasio pembiayaan bermasalah neto atau NPF nett sebesar 0,77%.
Kedua capaian rasio tersebut membaik dibandingkan September 2024 yang mencatatkan NPF gross 2,62% dan NPF nett 0,81%.
Meskipun begitu, ia mengatakan bahwa rasio antara utang dan ekuitas atau gearing ratio perusahaan pembiayaan meningkat menjadi 2,34 kali per Oktober 2024, dibandingkan pada bulan sebelumnya yang hanya tercatat sebesar 2,33 kali.
Agusman juga menyatakan bahwa pihaknya mencatat pertumbuhan  pembiayaan perusahaan modal ventura terkontraksi sebesar 5,6% yoy dengan  nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,32 triliun.
Pertumbuhan tersebut lebih baik dibandingkan pada September 2024 yang  terkontraksi 8,1% yoy dengan nilai pembiayaan Rp16,25 triliun.
&amp;ldquo;Dan untuk pembiayaan buy now pay later (BNPL), pertumbuhan  pembiayaan meningkat sebesar 63,89% yoy atau menjadi Rp8,41 triliun  dengan NPF gross sebesar 2,76%,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total outstanding (piutang) pembiayaan industri pinjaman online atau financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending capai Rp75,02 triliun per Oktober 2024. Utang pinjol masyarakat Indonesia ini tumbuh 29,23% year-on-year (yoy).
Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan dalam keterangannya di Jakarta, Senin, bahwa pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada September 2024 yang mencapai 33,73% yoy.

BACA JUGA:
Utang Pinjol Hangus jika Telat Bayar 90 Hari? Ini Faktanya


&amp;ldquo;Tingkat risiko kredit bermasalah (pinjaman online) secara agregat (TWP90) dalam kondisi terjaga stabil di posisi 2,37%, turun dari September 2024 yang sebesar 2,38%,&amp;rdquo; ujarnya.
Sementara itu, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan meningkat 8,37% yoy pada Oktober 2024 menjadi Rp501,89 triliun.
Agusman menuturkan bahwa pencapaian tersebut didukung oleh pembiayaan investasi yang meningkat sebesar 8,19% yoy, demikian dilansri Antara, Selasa (17/12/2024).

BACA JUGA:
Utang Pinjol Bisa Kadaluarsa? Ini Jawabannya 


Dia juga menyampaikan bahwa profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga baik dengan rasio pembiayaan bermasalah bruto atau Non-Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,60% dan rasio pembiayaan bermasalah neto atau NPF nett sebesar 0,77%.
Kedua capaian rasio tersebut membaik dibandingkan September 2024 yang mencatatkan NPF gross 2,62% dan NPF nett 0,81%.
Meskipun begitu, ia mengatakan bahwa rasio antara utang dan ekuitas atau gearing ratio perusahaan pembiayaan meningkat menjadi 2,34 kali per Oktober 2024, dibandingkan pada bulan sebelumnya yang hanya tercatat sebesar 2,33 kali.
Agusman juga menyatakan bahwa pihaknya mencatat pertumbuhan  pembiayaan perusahaan modal ventura terkontraksi sebesar 5,6% yoy dengan  nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,32 triliun.
Pertumbuhan tersebut lebih baik dibandingkan pada September 2024 yang  terkontraksi 8,1% yoy dengan nilai pembiayaan Rp16,25 triliun.
&amp;ldquo;Dan untuk pembiayaan buy now pay later (BNPL), pertumbuhan  pembiayaan meningkat sebesar 63,89% yoy atau menjadi Rp8,41 triliun  dengan NPF gross sebesar 2,76%,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
