<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PPN 12% Bikin Pengembang Properti Was-Was</title><description>Kenaikan PPN menjadi 12% di 2025 memberi dampak pada permintaan properti dalam negeri</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/17/470/3096397/ppn-12-bikin-pengembang-properti-was-was</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/17/470/3096397/ppn-12-bikin-pengembang-properti-was-was"/><item><title>PPN 12% Bikin Pengembang Properti Was-Was</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/17/470/3096397/ppn-12-bikin-pengembang-properti-was-was</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/17/470/3096397/ppn-12-bikin-pengembang-properti-was-was</guid><pubDate>Selasa 17 Desember 2024 18:07 WIB</pubDate><dc:creator>Anindya Rasya Salsabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/17/470/3096397/ppn-12-bikin-pengembang-properti-was-was-9imYX1JhJq.png" expression="full" type="image/jpeg">PPN 12% Berdampak pada Pasar Properti. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/17/470/3096397/ppn-12-bikin-pengembang-properti-was-was-9imYX1JhJq.png</image><title>PPN 12% Berdampak pada Pasar Properti. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Kenaikan PPN menjadi 12% di 2025 memberi dampak pada permintaan properti dalam negeri. Sejumlah pengembang memilih untuk menunda peluncuran proyek barunya.
Laporan ini diungkap oleh perusahaan konsultan properti Cushman &amp;amp; Wakefield yang mengatakan pasokan proyek kondominium baru akan meningkat di semester ke-2 tahun 2025. Kebijakan PPN 12% diperkirakan akan memengaruhi keputusan para pengembang yang memilih untuk wait and see serta menunda peluncuran proyek baru hingga kondisi pasar lebih stabil.

BACA JUGA:
Tabungan Masyarakat di Bawah Rp100 Juta Bakal Tergerus Imbas PPN Naik Jadi 12%

&amp;ldquo;Untuk pasar-pasar properti di tahun 2024 memang terjadi permintaan yang positif, cuman memang in term of pasokan para pengembang memang masih berhati-hati untuk melakukan ekspansi untuk proyek-proyek barunya,&amp;rdquo; kata Direktur Strategic Consulting Cushman &amp;amp; Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo dalam virtual presscon, Selasa (17/12/2024).
&amp;ldquo;Ini di semua, hampir di semua sektor properti untuk menjaga stabilitas dari tingkat penjualan atau tingkat penyewaannya,&amp;rdquo; tambahnya.
Hal ini berbeda pada pasar perumahan tapak yang diperkirakan akan cenderung stabil pada 2025 meskipun terdapat tantangan dari adanya kebijakan fiskal seperti kenaikan PPN menjadi 12%.

BACA JUGA:
Daftar Makanan Premium yang Kena PPN 12% di 2025

Cushman &amp;amp; Wakefield turut memperkirakan pengembang akan lebih berfokus pada proyek properti yang didukung oleh pemerintah untuk segmen masyarakat menengah dan menengah ke bawah, seperti proyek rumah subsidi.Seperti hal-nya program 1 juta hunian vertikal yang diproyeksikan tidak terpengaruh oleh kebijakan kenaikan PPN menjadi 12%. Program yang gencar dibangun oleh pemerintah ini diperkirakan akan memberikan pengaruh yang positif pada pasar properti.
&amp;ldquo;Program 3 juta atau 1 juta hunian vertikal ini memang dikhususkan tidak terdampak dari PPN 12% sebetulnya, jadi memang itu bebas PPN dan juga BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah),&amp;rdquo; kata Arief.</description><content:encoded>JAKARTA - Kenaikan PPN menjadi 12% di 2025 memberi dampak pada permintaan properti dalam negeri. Sejumlah pengembang memilih untuk menunda peluncuran proyek barunya.
Laporan ini diungkap oleh perusahaan konsultan properti Cushman &amp;amp; Wakefield yang mengatakan pasokan proyek kondominium baru akan meningkat di semester ke-2 tahun 2025. Kebijakan PPN 12% diperkirakan akan memengaruhi keputusan para pengembang yang memilih untuk wait and see serta menunda peluncuran proyek baru hingga kondisi pasar lebih stabil.

BACA JUGA:
Tabungan Masyarakat di Bawah Rp100 Juta Bakal Tergerus Imbas PPN Naik Jadi 12%

&amp;ldquo;Untuk pasar-pasar properti di tahun 2024 memang terjadi permintaan yang positif, cuman memang in term of pasokan para pengembang memang masih berhati-hati untuk melakukan ekspansi untuk proyek-proyek barunya,&amp;rdquo; kata Direktur Strategic Consulting Cushman &amp;amp; Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo dalam virtual presscon, Selasa (17/12/2024).
&amp;ldquo;Ini di semua, hampir di semua sektor properti untuk menjaga stabilitas dari tingkat penjualan atau tingkat penyewaannya,&amp;rdquo; tambahnya.
Hal ini berbeda pada pasar perumahan tapak yang diperkirakan akan cenderung stabil pada 2025 meskipun terdapat tantangan dari adanya kebijakan fiskal seperti kenaikan PPN menjadi 12%.

BACA JUGA:
Daftar Makanan Premium yang Kena PPN 12% di 2025

Cushman &amp;amp; Wakefield turut memperkirakan pengembang akan lebih berfokus pada proyek properti yang didukung oleh pemerintah untuk segmen masyarakat menengah dan menengah ke bawah, seperti proyek rumah subsidi.Seperti hal-nya program 1 juta hunian vertikal yang diproyeksikan tidak terpengaruh oleh kebijakan kenaikan PPN menjadi 12%. Program yang gencar dibangun oleh pemerintah ini diperkirakan akan memberikan pengaruh yang positif pada pasar properti.
&amp;ldquo;Program 3 juta atau 1 juta hunian vertikal ini memang dikhususkan tidak terdampak dari PPN 12% sebetulnya, jadi memang itu bebas PPN dan juga BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah),&amp;rdquo; kata Arief.</content:encoded></item></channel></rss>
