<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Umumkan Suku Bunga Acuan Hari Ini, Naik atau Turun?</title><description>Teuku Riefky menilai Bank Indonesia (BI) masih perlu mempertahankan BI Rate di level 6%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/18/320/3096540/bi-umumkan-suku-bunga-acuan-hari-ini-naik-atau-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/18/320/3096540/bi-umumkan-suku-bunga-acuan-hari-ini-naik-atau-turun"/><item><title>BI Umumkan Suku Bunga Acuan Hari Ini, Naik atau Turun?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/18/320/3096540/bi-umumkan-suku-bunga-acuan-hari-ini-naik-atau-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/18/320/3096540/bi-umumkan-suku-bunga-acuan-hari-ini-naik-atau-turun</guid><pubDate>Rabu 18 Desember 2024 10:12 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/18/320/3096540/bi-umumkan-suku-bunga-acuan-hari-ini-naik-atau-turun-lTDC1rtcJr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia umumkan Suku Bunga (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/18/320/3096540/bi-umumkan-suku-bunga-acuan-hari-ini-naik-atau-turun-lTDC1rtcJr.jpg</image><title>Bank Indonesia umumkan Suku Bunga (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky menilai Bank Indonesia (BI) masih perlu mempertahankan BI Rate di level 6% di bulan Desember 2024. Saran ini diberikan atas dasar beberapa bahan pertimbangan.
Pertimbangan pertama, inflasi pada November 2024 turun ke 1,55 persen (yoy) dan mencapai titik terendahnya sejak April 2021, sehingga mendekati batas bawah target inflasi BI, didorong oleh efek high-base dan melimpahnya pasokan pangan pasca musim panen.

BACA JUGA:
OJK Cabut Izin BPR di Papua Barat, Total 20 Bank Bangkrut

&quot;Angka inflasi yang lebih rendah pada November 2024 terutama didorong oleh turunnya inflasi bahan makanan dan deflasi harga pangan bergejolak akibat efek high-base dan melimpahnya pasokan bahan makanan pasca musim panen,&quot; kata Riefky dalam keterangannya, Rabu (18/12/2024).

Dari sisi domestik, kata Riefky, inflasi melanjutkan tren penurunannya selama delapan bulan terakhir dan mendekati batas bawah target inflasi BI.

BACA JUGA:
Erick Thohir Segera Hapus Utang UMKM di Bank-Bank BUMN

Angka inflasi yang terus menurun diakibatkan oleh kombinasi dari permasalahan struktural yaitu lemahnya permintaan agregat domestik, efek high-base, dan faktor musiman.Selain itu, pertimbangan lain adalah pasar modal di berbagai negara berkembang berada di bawah tekanan dalam dua bulan terakhir di tengah kekhawatiran atas potensi kenaikan tarif terhadap barang impor ke AS di bawah pemerintahan Donald Trump.
&quot;Akibatnya, Indonesia mengalami arus modal keluar sekitar USD0,75 miliar sejak pertengahan November dan Rupiah terdepresiasi sebesar 1,39 persen (m.t.m) dari Rp15.770 per USD menjadi Rp15.990 per USD dalam 30 hari terakhir,&quot; ungkap Riefky.
Walaupun ada ruang bagi BI untuk memangkas suku bunga acuannya, Rupiah sedang mengalami tekanan depresiasi yang cukup signifikan dan pemotongan suku bunga dapat memperburuk tekanan tersebut.
&quot;Dengan demikian, kami berpandangan bahwa BI perlu menahan suku bunga acuannya pada 6,00 persen dalam rapat Dewan Gubernur di bulan Desember ini,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky menilai Bank Indonesia (BI) masih perlu mempertahankan BI Rate di level 6% di bulan Desember 2024. Saran ini diberikan atas dasar beberapa bahan pertimbangan.
Pertimbangan pertama, inflasi pada November 2024 turun ke 1,55 persen (yoy) dan mencapai titik terendahnya sejak April 2021, sehingga mendekati batas bawah target inflasi BI, didorong oleh efek high-base dan melimpahnya pasokan pangan pasca musim panen.

BACA JUGA:
OJK Cabut Izin BPR di Papua Barat, Total 20 Bank Bangkrut

&quot;Angka inflasi yang lebih rendah pada November 2024 terutama didorong oleh turunnya inflasi bahan makanan dan deflasi harga pangan bergejolak akibat efek high-base dan melimpahnya pasokan bahan makanan pasca musim panen,&quot; kata Riefky dalam keterangannya, Rabu (18/12/2024).

Dari sisi domestik, kata Riefky, inflasi melanjutkan tren penurunannya selama delapan bulan terakhir dan mendekati batas bawah target inflasi BI.

BACA JUGA:
Erick Thohir Segera Hapus Utang UMKM di Bank-Bank BUMN

Angka inflasi yang terus menurun diakibatkan oleh kombinasi dari permasalahan struktural yaitu lemahnya permintaan agregat domestik, efek high-base, dan faktor musiman.Selain itu, pertimbangan lain adalah pasar modal di berbagai negara berkembang berada di bawah tekanan dalam dua bulan terakhir di tengah kekhawatiran atas potensi kenaikan tarif terhadap barang impor ke AS di bawah pemerintahan Donald Trump.
&quot;Akibatnya, Indonesia mengalami arus modal keluar sekitar USD0,75 miliar sejak pertengahan November dan Rupiah terdepresiasi sebesar 1,39 persen (m.t.m) dari Rp15.770 per USD menjadi Rp15.990 per USD dalam 30 hari terakhir,&quot; ungkap Riefky.
Walaupun ada ruang bagi BI untuk memangkas suku bunga acuannya, Rupiah sedang mengalami tekanan depresiasi yang cukup signifikan dan pemotongan suku bunga dapat memperburuk tekanan tersebut.
&quot;Dengan demikian, kami berpandangan bahwa BI perlu menahan suku bunga acuannya pada 6,00 persen dalam rapat Dewan Gubernur di bulan Desember ini,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
