<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Butuh Investasi Jumbo Rp47.587 Triliun hingga 2029</title><description>Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp47.587,3 triliun hingga tahun 2029.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/18/320/3096729/ri-butuh-investasi-jumbo-rp47-587-triliun-hingga-2029</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/18/320/3096729/ri-butuh-investasi-jumbo-rp47-587-triliun-hingga-2029"/><item><title>RI Butuh Investasi Jumbo Rp47.587 Triliun hingga 2029</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/18/320/3096729/ri-butuh-investasi-jumbo-rp47-587-triliun-hingga-2029</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/18/320/3096729/ri-butuh-investasi-jumbo-rp47-587-triliun-hingga-2029</guid><pubDate>Rabu 18 Desember 2024 19:06 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/18/320/3096729/ri-butuh-investasi-jumbo-rp47-587-triliun-hingga-2029-ZaxnF6n1gS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia butuh investasi jumbo untuk dorong pertumbuhan ekonomi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/18/320/3096729/ri-butuh-investasi-jumbo-rp47-587-triliun-hingga-2029-ZaxnF6n1gS.jpg</image><title>Indonesia butuh investasi jumbo untuk dorong pertumbuhan ekonomi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp47.587,3 triliun hingga tahun 2029. Investasi jumbo ini diperlukan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia ke level 8%.
Staf Ahli Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan, Kementerian PPN/Bappenas, Raden Siliwanti mengatakan, jika dibagi kebutuhan tahunan, investasi yang dibutuhkan Indonesia sebesar Rp9.517 triliun per tahun. Total kebutuhan investasi itu akan dicari dari berbagai sumber, mulai dari Pemerintah, BUMN, hingga swasta.

BACA JUGA:
Menteri Investasi Resmikan Pabrik Rokok Rp630 Miliar, Serap 3.500 Tenaga Kerja

&quot;Total kebutuhan investasi selama 5 tahun ke depan 2025-2029 adalah sekitar Rp47.587,3 triliun, atau secara rerata sekitar Rp9.517 triliun per tahun,&quot; ujarnya di Jakarta, Rabu (18/12/2024).
Lebih lanjut, Siliwanti merinci sumber kebutuhan investasi jumbo itu terdiri dari investasi pemerintah sebesar 6,9% atau sekitar Rp3.282 triliun, investasi BUMN sebesar 6,4% atau setara Rp3.027,6 triliun, sedangkan investasi swasta/masyarakat sebesar 86,6% atau setara Rp41.277 triliun.

BACA JUGA:
Pusat Layanan Investasi Indonesia Kini Hadir di Bandara China

Siliwanti mengatakan investasi tersebut diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia berada diangka 8% dalam 5 tahun kedepan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menciptakan sumber pertumbuhan baru yang merata di seluruh Indonesia, dan meningkatkan sisi permintaan yang didukung oleh sektor rill, eksternal, fiskal, moneter, dan keuangan.
Menciptakan sumber pertumbuhan baru, Siliwanti menjelaskan, Pemerintah akan meningkatkan produktivitas pertanian untuk ketahanan pangan, hilirisasi dan industrialisasi sektor prioritas, serta industri pertahanan.


&quot;Pembangunan pusat-pusat pertumbuhan baru, pariwisata berkualitas,  ekonomi baru, ekonomi biru juga diharapkan mampu menciptakan sumber  pertumbuhan baru,&quot; tambahnya.
Sedangkan dari sisi upaya peningkatan, Pemerintah akan menjaga  konsumsi masyarakat dengan membuka lapangan kerja lewat pertumbuhan  investasi dan menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, Siliwanti  menyebut, pemerintah akan menjaga iklim investasi, kebijakan fiskal dan  moneter yang adaptif, dan pro pertumbuhan, serta mendorong peran  intermediasi keuangan dan innovative financing.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp47.587,3 triliun hingga tahun 2029. Investasi jumbo ini diperlukan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia ke level 8%.
Staf Ahli Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan, Kementerian PPN/Bappenas, Raden Siliwanti mengatakan, jika dibagi kebutuhan tahunan, investasi yang dibutuhkan Indonesia sebesar Rp9.517 triliun per tahun. Total kebutuhan investasi itu akan dicari dari berbagai sumber, mulai dari Pemerintah, BUMN, hingga swasta.

BACA JUGA:
Menteri Investasi Resmikan Pabrik Rokok Rp630 Miliar, Serap 3.500 Tenaga Kerja

&quot;Total kebutuhan investasi selama 5 tahun ke depan 2025-2029 adalah sekitar Rp47.587,3 triliun, atau secara rerata sekitar Rp9.517 triliun per tahun,&quot; ujarnya di Jakarta, Rabu (18/12/2024).
Lebih lanjut, Siliwanti merinci sumber kebutuhan investasi jumbo itu terdiri dari investasi pemerintah sebesar 6,9% atau sekitar Rp3.282 triliun, investasi BUMN sebesar 6,4% atau setara Rp3.027,6 triliun, sedangkan investasi swasta/masyarakat sebesar 86,6% atau setara Rp41.277 triliun.

BACA JUGA:
Pusat Layanan Investasi Indonesia Kini Hadir di Bandara China

Siliwanti mengatakan investasi tersebut diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia berada diangka 8% dalam 5 tahun kedepan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menciptakan sumber pertumbuhan baru yang merata di seluruh Indonesia, dan meningkatkan sisi permintaan yang didukung oleh sektor rill, eksternal, fiskal, moneter, dan keuangan.
Menciptakan sumber pertumbuhan baru, Siliwanti menjelaskan, Pemerintah akan meningkatkan produktivitas pertanian untuk ketahanan pangan, hilirisasi dan industrialisasi sektor prioritas, serta industri pertahanan.


&quot;Pembangunan pusat-pusat pertumbuhan baru, pariwisata berkualitas,  ekonomi baru, ekonomi biru juga diharapkan mampu menciptakan sumber  pertumbuhan baru,&quot; tambahnya.
Sedangkan dari sisi upaya peningkatan, Pemerintah akan menjaga  konsumsi masyarakat dengan membuka lapangan kerja lewat pertumbuhan  investasi dan menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, Siliwanti  menyebut, pemerintah akan menjaga iklim investasi, kebijakan fiskal dan  moneter yang adaptif, dan pro pertumbuhan, serta mendorong peran  intermediasi keuangan dan innovative financing.</content:encoded></item></channel></rss>
