<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Datangkan Investasi Jumbo dari China Senilai Rp120 Triliun</title><description>Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengantongi komitmen investasi China senilai USD7,46 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/23/320/3097925/ri-datangkan-investasi-jumbo-dari-china-senilai-rp120-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/23/320/3097925/ri-datangkan-investasi-jumbo-dari-china-senilai-rp120-triliun"/><item><title>RI Datangkan Investasi Jumbo dari China Senilai Rp120 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/23/320/3097925/ri-datangkan-investasi-jumbo-dari-china-senilai-rp120-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/23/320/3097925/ri-datangkan-investasi-jumbo-dari-china-senilai-rp120-triliun</guid><pubDate>Senin 23 Desember 2024 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/23/320/3097925/ri-datangkan-investasi-jumbo-dari-china-senilai-rp120-triliun-gczf58XeGx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI bawa masuk investasi jumbo dari China senilai Rp120 triliun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/23/320/3097925/ri-datangkan-investasi-jumbo-dari-china-senilai-rp120-triliun-gczf58XeGx.jpg</image><title>RI bawa masuk investasi jumbo dari China senilai Rp120 triliun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengantongi komitmen investasi China senilai USD7,46 miliar atau setara dengan Rp120 triliun. Investasi ini dihasilkan dari hasil pertemuannya dengan sejumlah pengusaha China.
Komitmen investasi datang dari sejumlah pelaku usaha, misalnya Geely Auto Group. Pertemuan di fasilitas produksi Geely Auto Group membahas potensi investasi dalam pengembangan industri otomotif di Indonesia.

BACA JUGA:
Rencana Penghapusan Waran FREN Hilangkan Kesempatan Investasi Jangka Panjang


Geely merupakan salah satu produsen otomotif global terkemuka dan pemegang saham di beberapa merek mobil terkenal Eropa, di antaranya Volvo, Daimler, dan Lotus. Di Asia Tenggara, Geely menjadi pemegang saham minoritas Proton.
Selanjutnya, komitmen investasi datang dari Zhenshi Holding Group Co., Ltd. Anak perusahaan Zhenshi, yaitu Jushi Group berencana melakukan investasi baru sebesar USD1 miliar (tahap pertama) di bidang industri fiberglass, dengan perkiraan penyerapan tenaga kerja 4.500 orang.
&quot;Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo memiliki empat program prioritas di antaranya hilirisasi, ketahanan pangan dan ketahanan energi. Tentunya, kami menyambut baik jika Zhenshi Group juga memiliki minat investasi di sektor pertanian dan energi,&quot; ujar Rosan dalam keterangan resmi, Senin (23/12/2024).

BACA JUGA:
Industri Serap 43% Kebutuhan Listrik, Investasi Digeber


Selain itu, ada pula komitmen investasi dari Wankai New Materials (Zhink Group). Total rencana investasi ini mencapai USD1 miliar yang akan dilakukan dalam tiga tahap. Zhink Group sendiri merupakan produsen PET (Polietilena Tereftalat) terbesar ke-3 di Tiongkok dan terbesar ke-5 di dunia.
Kemudian komitmen investasi dari Hongshi Holding Group. Perusahaan ini berencana mengembangkan kawasan industri yang akan memproduksi silikon, polisilikon (bahan baku solar panel), baterai beserta komponennya, dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 gigawatt. Rencananya, konstruksi investasi baru senilai USD5 miliar ini akan dilakukan secara bertahap.
Pertemuan dengan Huayou Holding Group juga dilakuka dalam kunjungan  kerja Menteri Rosan ke China. Saat ini, lokasi proyek Huayou tersebar di  tiga lokasi utama, yaitu Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP),  Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), dan Indonesia Pomalaa  Industry Park (IPIP).
Rosan mengatakan kedepannya akan dikembangkan di Sorowako dan Buli.  Total investasi Huayou di Indonesia telah mencapai USD6,3 miliar, dan  telah berhasil mengintegrasikan pertambangan smelter (HPAL, RKEF),  pemurnian (refinery) dan prekursor.
Menutup kunjungan kerjanya ke RRT, Menteri Rosan melakukan one-on-one  meeting dengan tiga perusahaan di Beijing. Pertemuan pertama dengan  China Energy Engineering Corporation (CEEC) membahas potensi investasi  di sektor energi baru terbarukan (EBT), terutama terkait pemanfaatan  sumber daya angin lepas pantai di Indonesia. Selain itu, perusahaan juga  menyatakan minatnya di sektor industri green-hydrogen, amonia, dan  metanol.
Selanjutnya, pertemuan dengan CITIC mendiskusikan potensi kerja sama  dalam beberapa program pemerintah, antara lain mendukung pembangunan 3  juta rumah per tahun, ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas  padi dan jagung, serta ketahanan energi melalui revitalisasi sumur  minyak.
Terakhir, Menteri Rosan bertemu dengan Zhuhai Hongwan Ocean Fisheries  yang menyampaikan akan bekerja sama dengan partner lokal untuk  pengembangan investasi di sektor perikanan di Indonesia bagian timur  dengan total investasi sebesar USD460 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengantongi komitmen investasi China senilai USD7,46 miliar atau setara dengan Rp120 triliun. Investasi ini dihasilkan dari hasil pertemuannya dengan sejumlah pengusaha China.
Komitmen investasi datang dari sejumlah pelaku usaha, misalnya Geely Auto Group. Pertemuan di fasilitas produksi Geely Auto Group membahas potensi investasi dalam pengembangan industri otomotif di Indonesia.

BACA JUGA:
Rencana Penghapusan Waran FREN Hilangkan Kesempatan Investasi Jangka Panjang


Geely merupakan salah satu produsen otomotif global terkemuka dan pemegang saham di beberapa merek mobil terkenal Eropa, di antaranya Volvo, Daimler, dan Lotus. Di Asia Tenggara, Geely menjadi pemegang saham minoritas Proton.
Selanjutnya, komitmen investasi datang dari Zhenshi Holding Group Co., Ltd. Anak perusahaan Zhenshi, yaitu Jushi Group berencana melakukan investasi baru sebesar USD1 miliar (tahap pertama) di bidang industri fiberglass, dengan perkiraan penyerapan tenaga kerja 4.500 orang.
&quot;Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo memiliki empat program prioritas di antaranya hilirisasi, ketahanan pangan dan ketahanan energi. Tentunya, kami menyambut baik jika Zhenshi Group juga memiliki minat investasi di sektor pertanian dan energi,&quot; ujar Rosan dalam keterangan resmi, Senin (23/12/2024).

BACA JUGA:
Industri Serap 43% Kebutuhan Listrik, Investasi Digeber


Selain itu, ada pula komitmen investasi dari Wankai New Materials (Zhink Group). Total rencana investasi ini mencapai USD1 miliar yang akan dilakukan dalam tiga tahap. Zhink Group sendiri merupakan produsen PET (Polietilena Tereftalat) terbesar ke-3 di Tiongkok dan terbesar ke-5 di dunia.
Kemudian komitmen investasi dari Hongshi Holding Group. Perusahaan ini berencana mengembangkan kawasan industri yang akan memproduksi silikon, polisilikon (bahan baku solar panel), baterai beserta komponennya, dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 gigawatt. Rencananya, konstruksi investasi baru senilai USD5 miliar ini akan dilakukan secara bertahap.
Pertemuan dengan Huayou Holding Group juga dilakuka dalam kunjungan  kerja Menteri Rosan ke China. Saat ini, lokasi proyek Huayou tersebar di  tiga lokasi utama, yaitu Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP),  Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), dan Indonesia Pomalaa  Industry Park (IPIP).
Rosan mengatakan kedepannya akan dikembangkan di Sorowako dan Buli.  Total investasi Huayou di Indonesia telah mencapai USD6,3 miliar, dan  telah berhasil mengintegrasikan pertambangan smelter (HPAL, RKEF),  pemurnian (refinery) dan prekursor.
Menutup kunjungan kerjanya ke RRT, Menteri Rosan melakukan one-on-one  meeting dengan tiga perusahaan di Beijing. Pertemuan pertama dengan  China Energy Engineering Corporation (CEEC) membahas potensi investasi  di sektor energi baru terbarukan (EBT), terutama terkait pemanfaatan  sumber daya angin lepas pantai di Indonesia. Selain itu, perusahaan juga  menyatakan minatnya di sektor industri green-hydrogen, amonia, dan  metanol.
Selanjutnya, pertemuan dengan CITIC mendiskusikan potensi kerja sama  dalam beberapa program pemerintah, antara lain mendukung pembangunan 3  juta rumah per tahun, ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas  padi dan jagung, serta ketahanan energi melalui revitalisasi sumur  minyak.
Terakhir, Menteri Rosan bertemu dengan Zhuhai Hongwan Ocean Fisheries  yang menyampaikan akan bekerja sama dengan partner lokal untuk  pengembangan investasi di sektor perikanan di Indonesia bagian timur  dengan total investasi sebesar USD460 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
