<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PPN Naik 12%, Bagaimana Tren Belanja Online?</title><description>Kebijakan PPN 12% yang diterapkan mulai dari Januari 2025 ditakuti akan memperberat transaksi E-commerce masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/23/320/3098196/ppn-naik-12-bagaimana-tren-belanja-online</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/23/320/3098196/ppn-naik-12-bagaimana-tren-belanja-online"/><item><title>PPN Naik 12%, Bagaimana Tren Belanja Online?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/23/320/3098196/ppn-naik-12-bagaimana-tren-belanja-online</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/23/320/3098196/ppn-naik-12-bagaimana-tren-belanja-online</guid><pubDate>Senin 23 Desember 2024 22:41 WIB</pubDate><dc:creator>Zahra Indah Safira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/23/320/3098196/ppn-naik-12-bagaimana-tren-belanja-online-PI7gfAO2FX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PPN Naik Jadi 12% (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/23/320/3098196/ppn-naik-12-bagaimana-tren-belanja-online-PI7gfAO2FX.jpg</image><title>PPN Naik Jadi 12% (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kebijakan PPN 12% yang diterapkan mulai dari Januari 2025 ditakuti akan memperberat transaksi E-commerce masyarakat dan memengaruhi cara penjual dan pembeli berinteraksi.
Menurut Head of Communications Tokopedia and TikTok E-commerce, Aditia Grasio Nelwan, harga barang tetap ditentukan oleh penjual, dan pihaknya terus mendiskusikan dampak kebijakan ini dengan asosiasi dan pemerintah.

BACA JUGA:
Netflix hingga Spotify Kena PPN 12%, DJP: Bukan Objek Pajak Baru


Meskipun ada perubahan pajak, ia menegaskan bahwa berbagai program promo di E-commerce, seperti Beli Lokal, tanggal kembar akan tetap berjalan untuk mendukung penjual meraih lebih banyak pembeli.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMi8yMi80LzE4NzIyOC8zL1pVY3JFNmNfYzZr&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Potensi diskon dan promo setelah adanya kebijakan pajak PPN 12% dalam momentum besar seperti Ramadhan atau Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) sangat ditunggu-tunggu. Dalam hal ini, Aditia memastikan bahwa promo-promo tersebut akan tetap ada, dan pihak platform akan membantu penjual mendapatkan exposure yang lebih luas agar dapat mengoptimalkan penjualannya di tengah kebijakan baru ini.

BACA JUGA:
PPN 12% QRIS Dibebankan ke Pedagang, Harga Bakal Naik


&amp;ldquo;Penentuan harga tetap ada di tangan penjual, namun kami akan terus mendukung mereka dengan berbagai campaign untuk meningkatkan exposure kepada pembeli. Program seperti Beli Lokal dan promo Tanggal Kembar akan tetap berjalan seperti biasa,&amp;rdquo; ujar Aditia di Jakarta, Senin (23/12/2024).Meskipun kebijakan baru ini dapat memengaruhi harga barang, administrasi transaksi dan biaya lain di platform e-commerce tetap berjalan seperti biasa. Tokopedia dan TikTok E-commerce juga terus fokus pada mendukung konten yang relevan dan meningkatkan eksposur produk penjual.
&amp;ldquo;Kami tidak melihat adanya pengaruh signifikan terhadap biaya administrasi atau transaksi. Yang lebih penting adalah bagaimana kami membantu penjual agar bisa meraih pembeli seluas mungkin melalui berbagai promosi yang tetap berjalan,&amp;rdquo; tambahnya</description><content:encoded>JAKARTA - Kebijakan PPN 12% yang diterapkan mulai dari Januari 2025 ditakuti akan memperberat transaksi E-commerce masyarakat dan memengaruhi cara penjual dan pembeli berinteraksi.
Menurut Head of Communications Tokopedia and TikTok E-commerce, Aditia Grasio Nelwan, harga barang tetap ditentukan oleh penjual, dan pihaknya terus mendiskusikan dampak kebijakan ini dengan asosiasi dan pemerintah.

BACA JUGA:
Netflix hingga Spotify Kena PPN 12%, DJP: Bukan Objek Pajak Baru


Meskipun ada perubahan pajak, ia menegaskan bahwa berbagai program promo di E-commerce, seperti Beli Lokal, tanggal kembar akan tetap berjalan untuk mendukung penjual meraih lebih banyak pembeli.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMi8yMi80LzE4NzIyOC8zL1pVY3JFNmNfYzZr&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Potensi diskon dan promo setelah adanya kebijakan pajak PPN 12% dalam momentum besar seperti Ramadhan atau Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) sangat ditunggu-tunggu. Dalam hal ini, Aditia memastikan bahwa promo-promo tersebut akan tetap ada, dan pihak platform akan membantu penjual mendapatkan exposure yang lebih luas agar dapat mengoptimalkan penjualannya di tengah kebijakan baru ini.

BACA JUGA:
PPN 12% QRIS Dibebankan ke Pedagang, Harga Bakal Naik


&amp;ldquo;Penentuan harga tetap ada di tangan penjual, namun kami akan terus mendukung mereka dengan berbagai campaign untuk meningkatkan exposure kepada pembeli. Program seperti Beli Lokal dan promo Tanggal Kembar akan tetap berjalan seperti biasa,&amp;rdquo; ujar Aditia di Jakarta, Senin (23/12/2024).Meskipun kebijakan baru ini dapat memengaruhi harga barang, administrasi transaksi dan biaya lain di platform e-commerce tetap berjalan seperti biasa. Tokopedia dan TikTok E-commerce juga terus fokus pada mendukung konten yang relevan dan meningkatkan eksposur produk penjual.
&amp;ldquo;Kami tidak melihat adanya pengaruh signifikan terhadap biaya administrasi atau transaksi. Yang lebih penting adalah bagaimana kami membantu penjual agar bisa meraih pembeli seluas mungkin melalui berbagai promosi yang tetap berjalan,&amp;rdquo; tambahnya</content:encoded></item></channel></rss>
