<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Ara Buka Suara soal Investor Asing Kucurkan Dana Program 3 Juta Rumah</title><description>Maruarar Sirait menyatakan saat ini rencana investor asing untuk mendanai program 3 juta rumah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/23/470/3098172/menteri-ara-buka-suara-soal-investor-asing-kucurkan-dana-program-3-juta-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/23/470/3098172/menteri-ara-buka-suara-soal-investor-asing-kucurkan-dana-program-3-juta-rumah"/><item><title>Menteri Ara Buka Suara soal Investor Asing Kucurkan Dana Program 3 Juta Rumah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/23/470/3098172/menteri-ara-buka-suara-soal-investor-asing-kucurkan-dana-program-3-juta-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/23/470/3098172/menteri-ara-buka-suara-soal-investor-asing-kucurkan-dana-program-3-juta-rumah</guid><pubDate>Senin 23 Desember 2024 20:49 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/23/470/3098172/menteri-ara-buka-suara-soal-investor-asing-kucurkan-dana-program-3-juta-rumah-Cg5vsl0Iu7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Program 3 Juta Rumah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/23/470/3098172/menteri-ara-buka-suara-soal-investor-asing-kucurkan-dana-program-3-juta-rumah-Cg5vsl0Iu7.jpg</image><title>Program 3 Juta Rumah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait menyatakan saat ini rencana investor asing untuk mendanai program 3 juta rumah masih dalam pembahasan.
Menurutnya rencana pembiayaan program 3 juta rumah dari investor asing masih ditangani Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah. Namun hingga saat ini belum ada update lebih lanjut terkait rencana tersebut.

BACA JUGA:
Harga Rumah MBR Jadi Murah, Pajak BPHTB dan PBG Dihapus


&quot;Nanti pada waktunya, itu ditugaskan kepada pak Wamen, kita tunggu ya,&quot; kata Maruarar saat ditemui di Auditorium Kementerian PU, Senin (23/12/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMi8xOS8xLzE4NzE5NS8zLzlRQnZCX2IwcGdV&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus adik kandung Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo mengatakan minat investor asing terhadap program 3 juta rumah cukup tinggi. Bahkan Qatar, Abu Dhabi, hingga China, masing-masing siap untuk membangun 1 juta unit rumah baru di RI.

BACA JUGA:
Kenaikan PPN 12% Bisa Bikin Harga Rumah di Indonesia Makin Mahal


&quot;Qatar ada yang mau bangun 1 juta unit apartemen, dari Abu Dhabi ada BUMN juga 1 juta, dari China, terus terang China sanggup semuanya, bahkan sanggup 3 juta,&quot; ujar Hashim dalam acara Rapimnas Kadin 2024 di Jakarta, Minggu (1/12/2024).Ditemui secara terpisah, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PKP, Iwan Suprijanto sempat mengatakan calon investor dari ketiga negara tersebut siap menekan MoU dengan pemerintah untuk mulai merealisasikan komitmen investasinya.
&quot;(Investasi asing), ada. Jadi kebetulan pak Wamen (Fahri Hamzah) sedang ke China, nampaknya ada beberapa negara yang tertarik untuk mendukung program ini, ada Tiongkok, Dubai, dan Qatar,&quot; kata Iwan di Kantor Kemenko Infrastruktur (6/11).
&quot;Ada rencana untuk menekan MoU, tetapi kami ingin memastikan itu clear, jangan sampai menjadi investasi kemudian beban negara dan rakyat di kemudian hari,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait menyatakan saat ini rencana investor asing untuk mendanai program 3 juta rumah masih dalam pembahasan.
Menurutnya rencana pembiayaan program 3 juta rumah dari investor asing masih ditangani Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah. Namun hingga saat ini belum ada update lebih lanjut terkait rencana tersebut.

BACA JUGA:
Harga Rumah MBR Jadi Murah, Pajak BPHTB dan PBG Dihapus


&quot;Nanti pada waktunya, itu ditugaskan kepada pak Wamen, kita tunggu ya,&quot; kata Maruarar saat ditemui di Auditorium Kementerian PU, Senin (23/12/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMi8xOS8xLzE4NzE5NS8zLzlRQnZCX2IwcGdV&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus adik kandung Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo mengatakan minat investor asing terhadap program 3 juta rumah cukup tinggi. Bahkan Qatar, Abu Dhabi, hingga China, masing-masing siap untuk membangun 1 juta unit rumah baru di RI.

BACA JUGA:
Kenaikan PPN 12% Bisa Bikin Harga Rumah di Indonesia Makin Mahal


&quot;Qatar ada yang mau bangun 1 juta unit apartemen, dari Abu Dhabi ada BUMN juga 1 juta, dari China, terus terang China sanggup semuanya, bahkan sanggup 3 juta,&quot; ujar Hashim dalam acara Rapimnas Kadin 2024 di Jakarta, Minggu (1/12/2024).Ditemui secara terpisah, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PKP, Iwan Suprijanto sempat mengatakan calon investor dari ketiga negara tersebut siap menekan MoU dengan pemerintah untuk mulai merealisasikan komitmen investasinya.
&quot;(Investasi asing), ada. Jadi kebetulan pak Wamen (Fahri Hamzah) sedang ke China, nampaknya ada beberapa negara yang tertarik untuk mendukung program ini, ada Tiongkok, Dubai, dan Qatar,&quot; kata Iwan di Kantor Kemenko Infrastruktur (6/11).
&quot;Ada rencana untuk menekan MoU, tetapi kami ingin memastikan itu clear, jangan sampai menjadi investasi kemudian beban negara dan rakyat di kemudian hari,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
