<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kaleidoskop 2024: PHK Massal hingga Runtuhnya Sritex</title><description>Runtuhnya raksasa tekstil di Indonesia masih menjadi pukulan besar bagi sektor industri sepanjang 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/24/320/3098280/kaleidoskop-2024-phk-massal-hingga-runtuhnya-sritex</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/24/320/3098280/kaleidoskop-2024-phk-massal-hingga-runtuhnya-sritex"/><item><title>Kaleidoskop 2024: PHK Massal hingga Runtuhnya Sritex</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/24/320/3098280/kaleidoskop-2024-phk-massal-hingga-runtuhnya-sritex</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/24/320/3098280/kaleidoskop-2024-phk-massal-hingga-runtuhnya-sritex</guid><pubDate>Selasa 24 Desember 2024 10:27 WIB</pubDate><dc:creator>Anindya Rasya Salsabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/24/320/3098280/kaleidoskop-2024-phk-massal-hingga-runtuhnya-sritex-o3AGtTLhOh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kaleidoskop 2024: PHK Massal hingga Runtuhnya Sritex (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/24/320/3098280/kaleidoskop-2024-phk-massal-hingga-runtuhnya-sritex-o3AGtTLhOh.jpg</image><title>Kaleidoskop 2024: PHK Massal hingga Runtuhnya Sritex (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Runtuhnya raksasa tekstil di Indonesia masih menjadi pukulan besar bagi sektor industri sepanjang 2024. Banjirnya produk tekstil impor yang masuk berhasil melemahkan industri dalam negeri sampai titik kehancuran hingga berujung PHK massal.
Tercatat sebanyak 60 pabrik tekstil gulung tikar, hingga 250.000 pekerja terkena Pemutusan Hubungan kerja (PHK) di sepanjang tahun 2024. Fenomena ini terjadi karena produk industri dalam negeri yang kalah saing dengan serbuan produk impor ilegal.

BACA JUGA:
Wamenaker Bakal Temui Bos Sritex Pekan Depan, Bahas Nasib Pekerja


PHK massal di industri tekstil pun turut menghantui PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Sebagai salah satu pabrik tekstil terbesar, masa kejayaan Sritex mulai runtuh tahun ini.
Birokrasi dalam negeri, hingga manajemen perusahaan dalam mengantisipasi kebangkrutan menjadi kesatuan faktor yang mendukung pailitnya Sritex. Berikut adalah catatan masa kejayaan hingga ancaman PHK massal yang menghantui industri tekstil Sritex di tahun 2024.

BACA JUGA:
Ini Penjelasan Wamenaker Mumet soal Sritex


Sejarah PT Sritex
PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) memulai perjalanan bisnisnya pada tahun 1966, didirikan oleh H.M. Lukminto sebagai usaha perdagangan tekstil tradisional di Pasar Klewer, Solo. Perusahaan ini berkembang pesat dengan mendirikan pabrik cetak kain pada tahun 1968, dan terus berekspansi hingga menjadi produsen tekstil terintegrasi terbesar di Asia Tenggara.
Di era kejayaannya, Sritex tidak hanya mendominasi pasar domestik, tetapi juga menjadi produsen seragam militer untuk NATO dan Tentara Jerman pada tahun 1994. Sritex mencatat banyak prestasi, termasuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013 dan menerima berbagai penghargaan atas inovasi dan kinerjanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMi8yMy8xLzE4NzIzOC8zL1U1R2dSTm53MWZn&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sritex dikenal sebagai pemasok utama benang berkualitas tinggi untuk pabrik tekstil di berbagai belahan dunia. Totalnya Sritex telah mengirim hingga 600 kontainer produk tekstil ke mancanegara termasuk Amerika Serikat, Brazil, Turki, Jepang, Korea Selatan, dan banyak lainnya.
Namun, di tengah kesuksesan tersebut tantangan mulai muncul. Pada tahun 2022, Sritex menghadapi gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) akibat gagal memenuhi kewajiban finansialnya.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 17 Maret 2023, Sritex resmi memberhentikan seluruh jajaran Dewan Direksi dan Komisaris-nya. Dalam kepengurusan baru, manajemen tetap mempertahankan beberapa nama lama meskipun ada pergeseran posisi jabatan.
Susunan Komisaris dan Direksi terbaru Sritex:
Direksi:
- Direktur Utama: Iwan Kurniawan Lukminto
- Direktur Operasional: Mira Christina Setiady
- Direktur Keuangan: Welly Salam
- Direktur Umum: Supartodi
- Direktur Independen: Regina Lestari Busono
- Direktur Bisnis Benang: Karunakaran Ramamoorthy
- Direktur Bisnis Kain: Sandeep Kr Gautam
- Direktur Bisnis Pakaian Jadi: Theo Khek Thuan
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Iwan Setiawan Lukminto
- Komisaris: Megawati
- Komisaris Independen: Liem Konstantinus

BACA JUGA:
Buruh Sritex Kena PHK Usai Pailit, Wamenaker: Langkah Buruk


Penyebab Sritex Pailit
Direktur Keuangan Sritex, Welly Salam sempat memberi tanggapan di  tengah ramainya kabar Sritex yang terancam bangkrut. Welly menyatakan  bahwa hal itu tidak benar.
&amp;ldquo;Jadi tidak benar bangkrut, pasalnya perusahaan masih beroperasi dan  tidak ada putusan pailit dari pengadilan,&quot; katanya dalam keterangannya  di Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (25/6/2024).
Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan relaksasi  kewajiban pembayaran pokok dan bunga kepada para kreditur, dan sebagian  besar kreditur telah menyetujui permohonan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa konflik geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina  dan Israel-Palestina telah menyebabkan gangguan rantai pasokan dan  penurunan ekspor. Situasi ini terjadi karena masyarakat di Eropa dan  Amerika Serikat mengubah prioritas mereka.

BACA JUGA:
Skenario Terburuk Nasib Buruh Sritex Usai Pailit, Wamenaker: PHK


&amp;ldquo;Dan lesunya industri tekstil terjadi karena over supply tekstil di  China. Hal ini membuat terjadinya dumping harga yang mana produk-produk  ini menyebar terutama negara-negara di luar Eropa dan China yang longgar  aturan impornya dan salah satunya Indonesia,&amp;rdquo; tambah dia.
Selang beberapa bulan, berdasarkan putusan perkara dengan nomor  2/Pdt.Sus- Homologasi/2024/PN Niaga Smg oleh Hakim Ketua Moch Ansor,  Senin (21/10/2024) PT Sritex resmi dinyatakan pailit.
Keputusan ini diambil karena Sritex tidak mampu memenuhi kewajiban  pembayaran utang berdasarkan perjanjian homologasi yang telah disepakati  pada 25 Januari 2022. Dampak putusan ini tidak hanya memengaruhi  operasional perusahaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan pemutusan  hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan.
Sejumlah penyebab pailit-nya Sritex kian terbongkar. Mulai dari  lilitan utang perusahaan yang dimiliki oleh Sritex sejak sebelum pandemi  Covid-19. Laporan keuangan September 2023 mencatat total utang Sritex  sekitar Rp25 triliun, yang terdiri dari utang jangka panjang, jangka  pendek, serta sebagian besar berasal dari pinjaman bank dan obligasi.
Melansir laporan keuangan perusahaan, hingga 30 Juni 2024 Sritex  memiliki utang sebesar USD1,6 miliar, yang terdiri dari utang jangka  panjang sebesar USD1,47 miliar (Rp23 triliun) dan utang jangka pendek  sebesar USD131,42 juta (Rp2 triliun).
Daftar Utang Sritex Kepada Bank:
1. PT Bank Central Asia Tbk - USD82.678,431 (Rp1,28 triliun)
2. State Bank of India, Singapore Branch - USD43.887,212 (Rp687 miliar)
3. PT Bank QNB Indonesia Tbk - USD36.939,772 (Rp580 miliar)
4. Citibank N.A., Indonesia - USD35.826,893 (Rp561 miliar)
5. PT Bank Mizuho Indonesia - USD33.709,712 (Rp528 miliar)
6. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk - USD33.270,249 (Rp521 miliar)
7. PT Bank Muamalat Indonesia - USD25.450,705 (Rp398 miliar)
8. PT Bank CIMB Niaga Tbk - USD25.339,237 (Rp397 miliar)
9. PT Bank Maybank Indonesia Tbk - USD25.164,698 (Rp393 miliar)
10. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah - USD24.202,906 (Rp379 miliar)
11. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk - USD23.807,159 (Rp373 miliar)
12. Bank of China (Hong Kong) Limited - USD21.775,733 (Rp340 miliar)
13. PT Bank KEB Hana Indonesia - USD21.531,883 (Rp337 miliar)
14. Taipei Fubon Commercial Bank Co., Ltd. - USD20.000,000 (Rp314 miliar)
15. Woori Bank Singapore Branch - USD19.870,626 (Rp310 miliar)
16. Standard Chartered Bank - USD19.570,364 (Rp306 miliar)
17. PT Bank DBS Indonesia - USD18.238,794 (Rp285 miliar)
18. PT Bank Permata Tbk - USD16.707,929 (Rp262 miliar)
19. PT Bank China Construction Indonesia Tbk - USD14.912,809 (Rp233 miliar)
20. PT Bank DKI - USD9.130,513 (Rp142 miliar)
21. Bank Emirates NBD - USD9.014,852 (Rp141 miliar)
22. ICICI Bank Ltd., Singapore Branch - USD6.969,549 (Rp108 miliar)
23. PT Bank CTBC Indonesia - USD6.950,110 (Rp (108 miliar)
24. Deutsche Bank AG - USD6.821,059 (Rp106 miliar)
25. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk - USD4.970,936 (Rp76 miliar)
26. PT Bank Danamon Indonesia Tbk - USD4.519,559 (Rp70 miliar)
27. PT Bank SBI Indonesia - USD4.380,982 (Rp67 miliar)
28. MUFG Bank, Ltd. - USD23.777,834 (Rp371 miliar)
Faktor lain yang menjadi penyebab Sritex bangkrut adalah saham  perusahaan yang dibekukan. Pada Oktober 2022, Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) memberlakukan suspensi terhadap perdagangan saham PT Sri Rejeki  Isman Tbk di Bursa Efek Indonesia.
Tindakan ini diambil karena perusahaan gagal memenuhi kewajiban  publikasi laporan keuangan tahunan secara tepat waktu. Suspensi tersebut  bertujuan melindungi investor dan menjaga transparansi di pasar modal.
Dilanjut dengan faktor ekuitas negatif yang dialami Sritex. Umumnya  hal ini dipicu oleh kerugian operasional berkepanjangan, strategi  pembiayaan yang keliru, atau kesalahan dalam pengelolaan keuangan.
Ketika risiko kebangkrutan mulai terlihat, perusahaan dengan ekuitas  negatif perlu segera melakukan perbaikan finansial. Jika tidak, mereka  akan menghadapi kesulitan dalam memperoleh pinjaman atau tambahan modal  dari pihak eksternal.
Tak berhenti sampai disitu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus  Gumiwang Kartasasmita menilai bahwa Peraturan Menteri Perdagangan  (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 jadi biang kerok Sritex Pailit.
Menperin menyebut bahwa masalah pada industri, khususnya tekstil  bukan hanya karena disebabkan oleh masalah keuangan dan pasar ekspor  yang lesu. Mengingat masih ada pasar dalam negeri yang potensinya bisa  digali.
&quot;Jadi ya itu saya kira suara hati yang terdalam dari seorang pelaku  industri berkaitan dengan Permendag 8. Kalau Kemenperin, saya, ya memang  ingin direvisi. Itu sudah dari awal kok harus direvisi. Jawabannya  kapan ya tanya Kemendag,&quot; kata Menperin.
Tudingan sejumlah pihak mengenai Permendag 8 yang menjadi penyebab  Sritex pailit ini kemudian turut ditanggapi oleh Menteri Perdagangan  (Mendag) Budi Santoso. Menurutnya, aturan tersebut bertujuan untuk  melindungi industri tekstil.
&quot;Kita sudah klarifikasi kalau Permendag 8 itu sebenernya melindungi  industri tekstil,&quot; kata Budi saat ditemui di Hotel Four Seasons, Jakarta  Selatan, Minggu (3/11/2024).
Budi menjelaskan bahwa aturan impor tekstil dan produk tekstil (TPT)  telah disusun berdasarkan pertimbangan teknis (pertek). Hal yang sama  berlaku untuk kuota impor pakaian jadi, yang diatur melalui Peraturan  Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nomor 7 Tahun 2024. Menteri  Perdagangan juga menegaskan bahwa impor TPT dikenakan bea masuk untuk  melindungi perdagangan.
Melengkapi faktor penyebab pailitnya Sritex, Menteri Ketenagakerjaan  (Menaker) Yassierli menilai hal ini terjadi karena kesalahan manajemen  Sritex dalam memitigasi risiko. Yassierli berharap setiap perusahaan  memiliki sistem manajemen risiko enterprise risk management yang kuat.
Presiden KSPN, Ristadi menjelaskan 20 ribu karyawan yang tersisa  tersebut saat ini tengah mendukung kasasi pihak manajemen perusahaan,  agar dapat membatalkan putusan pailit oleh pengadilan.
&amp;ldquo;Saat ini kawan-kawan pekerja PT Sritex tengah mendukung upaya kasasi  oleh pihak manajemen agar membatalkan putusan pailit tersebut. Ini  dilakukan agar 20 ribu karyawan masih dapat bekerja disana,&amp;rdquo; jelas  Ristadi kepada MPI saat dihubungi, Kamis (24/10/2024).
Skema Penyelamatan Sritex oleh Pemerintah
Untuk mengatasi krisis ini, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan 4  kementerian terkait, diantaranya yaitu Kementerian Perindustrian,  Keuangan, BUMN, dan Tenaga Kerja, untuk merumuskan langkah penyelamatan.  Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyatakan bahwa pemerintah akan  segera mengambil langkah agar operasional Sritex tetap berjalan dan para  karyawan dapat diselamatkan dari PHK.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan alasan Presiden Prabowo  Subianto meminta Kabinet Merah Putih menyelamatkan Sritex yang pailit  akibat gagal bayar utang adalah untuk memberikan awal yang baik di masa  pemerintahannya. Selain itu, Sritex sebagai perusahaan padat karya  dianggap penting untuk menunjukkan bahwa pemerintah hadir mendukung  dunia usaha.
Yassierli menegaskan bahwa operasional produksi di Sritex masih  berlangsung. Ia juga telah menginstruksikan Wakil Menteri  Ketenagakerjaan Emanuel Ebenezer untuk memantau secara langsung  perkembangan di perusahaan tersebut.
Dalam skema penyelamatan Sritex, Pemerintah menegaskan tidak ada opsi  bailout atau pemberian dana talangan kepada Sritex. Menperin mengatakan  bahwa skema yang akan diterapkan bertujuan agar Sritex tetap dapat  beroperasi dan menghasilkan produk dari pabrik.
Hal ini dianggap penting untuk menjaga reputasi Sritex di pasar  global. Dia menegaskan bahwa pemerintah akan tetap mengedepankan apa  yang sudah disepakati antara Sritex dengan para kreditur, baik itu  kreditur tier 1, 2, atau 3 dan memastikan tidak ada pembahasan bailout  dalam pertemuan.
&quot;Kami tidak bicara soal bailout atau yang lain-lain. Itu dua jalur  penyelesaian yang berbeda. Kalau masalah hukumnya di kasasi menang,  skemanya nanti seperti apa, kalau Sritex kalah kasasi hingga PK,  langkahnya akan berbeda nanti. Tetapi belum bisa saya sampaikan. Yang  pasti, pemerintah sudah siap dengan segala kemungkinan penyelesaian  hukumnya,&quot; kata Menperin, Jakarta, Senin, (28/10/2024).
Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap arahan Presiden  Prabowo untuk memperbolehkan Sritex melakukan impor dan ekspor agar  produksi tidak terhenti. Airlangga menyebut bahwa dengan berproduksi  para pekerja akan tetap bekerja.
&quot;Dengan berproduksi tenaga kerja masih bekerja,&quot; ujarnya.
Prabowo juga menginstruksikan Sritex untuk tidak melakukan Pemutusan  Hubungan Kerja (PHK) untuk para pekerja. Prabowo menginginkan agar  Sritex tetap berproduksi seperti biasa dan terus menjaga kesejahteraan  karyawan.
Yassierli menegaskan bahwa pemerintah akan terus memprioritaskan  perlindungan tenaga kerja di industri tekstil dalam negeri. Menaker juga  memastikan bahwa hak-hak para pekerja akan tetap dipenuhi.
Melalui skemanya, serikat buruh mengapresiasi langkah cepat Presiden  Prabowo untuk menyelamatkan hingga 20 ribu buruh di Sritex. Ketua Umum  DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur  Hidayat, mengungkapkan apresiasi tinggi kepada Prabowo atas upayanya  menyelamatkan 20 ribu buruh PT Sritex.
&amp;ldquo;Saya mengapresiasi tentunya langkah cepat dari Presiden Prabowo yang  memerintahkan empat menterinya untuk segera menyelesaikan kasus di PT  Sritex yang terancam mem-PHK buruh hingga 20 ribu,&amp;rdquo; ujar Jumhur dikutip  dari keterangannya, Jumat (1/11/2024).
Komisaris Utama Sritex, Iwan S. Lukminto, turut menyusun strategi  besar di tengah status pailit yang ditetapkan oleh Pengadilan Negeri  Semarang. Iwan menjelaskan bahwa strategi ini disusun untuk memastikan  kelangsungan operasional perusahaan yang lebih berkelanjutan. Iwan juga  mengunjungi kantor Menteri Perindustrian, untuk menerima arahan terkait  langkah-langkah ke depan. Menperin mengingatkan agar Sritex tetap  beroperasi dan menghindari langkah pemutusan hubungan kerja (PHK)  karyawan.
Dalam pertemuan tersebut, Lukminto menekankan pentingnya merumuskan  strategi yang dapat memastikan keberlanjutan sektor industri meskipun  dihadapkan pada berbagai tantangan. Salah satu langkah yang diambil  adalah mengajukan kasasi atas keputusan pailit yang dijatuhkan oleh PN  Semarang. Iwan menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pihak  swasta sangat diperlukan, tanpa perlu instruksi formal, untuk saling  mendukung demi kelangsungan perusahaan.
Di tengah penyelamatan pailit-nya perusahaan, karyawan Sritex  menunjukkan simbol perjuangan dengan bersama-sama memakai pita hitam di  lengan. Pita hitam ini bukan hanya aksesoris, tetapi simbol tekad  bersama keluarga besar Sritex untuk memperjuangkan masa depan yang lebih  cerah. Sebagai salah satu produsen tekstil terkemuka di Indonesia,  Sritex telah menjadi tempat bernaung bagi ratusan ribu keluarga selama  bertahun-tahun. Dengan semangat tersebut, para karyawan berkomitmen  untuk menjaga dan mempertahankan perusahaan yang telah menjadi sumber  penghidupan banyak orang.
Sritex Bakal Dijadikan BUMN
Di tengah kabar pailit yang menimpa Sritex, muncul wacana bahwa  perusahaan tekstil itu akan dijadikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).  Menurut ekonom Indef, Tauhid Ahmad, upaya menyelamatkan bisnis Sritex  yang berpusat di Sukoharjo, Jawa Tengah, memerlukan langkah akuisisi  oleh pemerintah. Namun sebelum itu dilakukan, diperlukan kajian mendalam  mengingat kondisi keuangan perusahaan yang bermasalah.
Tauhid mengingatkan bahwa jika Sritex diubah menjadi BUMN tanpa  perbaikan bisnis yang signifikan, hal tersebut bisa menjadi beban bagi  pemerintah di masa depan. Ia juga memperkirakan diperlukan waktu hingga  lima tahun untuk memulihkan kondisi perusahaan yang sedang mengalami  krisis ini, meskipun sektor tekstil tetap dianggap strategis.
Di sisi lain, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel  Ebenezer Gerungan, membantah keras kabar akuisisi Sritex oleh  pemerintah. Dengan tegas, Immanuel menyatakan tidak ada langkah akuisisi  oleh pemerintah terhadap emiten tekstil terbesar di Tanah Air itu.
&amp;ldquo;Nggak lah (pemerintah tak akuisisi Sritex),&quot; ujar Immanuel saat  ditemui wartawan di gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan,  Rabu (13/11/2024).
Wakil Menteri Ketenagakerjaan menegaskan bahwa forum para petinggi  hanya digunakan untuk berbagi informasi mengenai langkah-langkah  penanganan Sritex yang telah dilakukan sebelumnya.
Ancaman PHK Massal Karyawan Sritex
Pada awal bulan November 2024, Direktur Utama Sritex Iwan Kurniawan  Lukminto buka suara mengenai kabar 2.500 karyawan Sritex yang  diliburkan.
&quot;Sritex tidak melakukan PHK. Sritex tidak melakukan PHK dan dalam  status kepailitan ini. Tetapi, Sritex telah meliburkan sekitar 2.500  karyawan kita,&quot; ujar Direktur Utama Sritex Iwan Kurniawan Lukminto, Rabu  (13/11/2024).
Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan yang turut melakukan konferensi  pers bersama Iwan Lukminto menjelaskan, bahwa dirinya senantiasa  memantau dan menaruh atensi baik kepada para pekerja maupun buruh  perusahaan di Indonesia sebagaimana yang telah dipesankan oleh Presiden  Prabowo Subianto, termasuk soal nasib pekerja Sritex.
Menurut Direktur Utama Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, libur kerja  bagi ribuan karyawan disebabkan oleh terganggunya pasokan bahan baku  yang dibutuhkan untuk produksi. Saat ini, Sritex mengalami kekurangan  bahan baku yang serius, dengan persediaan hanya cukup untuk mendukung  produksi selama tiga minggu ke depan.
Situasi ini memaksa perusahaan mengurangi aktivitas operasional dan  menyesuaikan jadwal kerja sebagian besar karyawan. Iwan juga  mengingatkan bahwa jika masalah pasokan bahan baku tidak segera  teratasi, perusahaan berpotensi menghadapi ancaman yang lebih besar,  termasuk kemungkinan PHK massal.
Selain itu, Sritex menghadapi kendala lain berupa pembekuan rekening  bank perusahaan, yang berdampak signifikan pada kelangsungan  operasionalnya. Dalam situasi ini, perusahaan harus melakukan berbagai  langkah penghematan untuk menjaga stabilitas keuangan.
Adapun Serikat Pekerja Sritex menyatakan bahwa perusahaan saat ini  berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Hingga hari ke-45  setelah putusan pailit, belum terlihat adanya kejelasan terkait  keberlanjutan usaha (going concern).
Keberlanjutan usaha Sritex atau going concern berada di tangan Hakim  Pengawas dan Kurator. Sayangnya, proses administrasi internal di level  Hakim Pengawas masih menjadi hambatan utama.
Iwan menekankan bahwa keputusan terkait going concern perlu segera  diambil agar manajemen dapat kembali memulihkan bisnis. Jika proses  administrasi ini terus terhambat, ancaman PHK karyawan akan sulit  dihindari.
MA Tolak Kasasi Sritex
Mahkamah Agung (MA) telah menolak kasasi Sritex dengan Nomor Perkara :  1345 K/PDT.SUS-PAILIT 2024. Putusan ini dibacakan oleh Ketua Majelis  Hakim Agung Hamdi dan dua anggota, yakni Hakim Agung Nani Indrawati dan  Lucas Prakoso pada Rabu, 18 Desember 2024.
Menanggapi hal tersebut, Iwan Lukminto memutuskan untuk melakukan  konsolidasi dengan internal perusahaan dan sepakat untuk mengajukan  upaya Peninjauan Kembali (PK) untuk melawan putusan MA.
Iwan juga mengatakan bahwa pihaknya menghormati putusan yang  diberikan oleh MA, dan langkah pengajuan PK diambil olehnya setelah  berunding dengan perusahaan.
&amp;ldquo;Menanggapi putusan tersebut Sritex telah melakukan konsolidasi  internal dan memutuskan untuk melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali  (PK),&amp;rdquo; kata Iwan, Jumat (20/12/2024).
Manajemen menuturkan langkah hukum ini dipilih demi menjaga  keberlangsungan usaha. Hingga berita ini diturunkan, proses PK Sritex  masih berlangsung</description><content:encoded>JAKARTA - Runtuhnya raksasa tekstil di Indonesia masih menjadi pukulan besar bagi sektor industri sepanjang 2024. Banjirnya produk tekstil impor yang masuk berhasil melemahkan industri dalam negeri sampai titik kehancuran hingga berujung PHK massal.
Tercatat sebanyak 60 pabrik tekstil gulung tikar, hingga 250.000 pekerja terkena Pemutusan Hubungan kerja (PHK) di sepanjang tahun 2024. Fenomena ini terjadi karena produk industri dalam negeri yang kalah saing dengan serbuan produk impor ilegal.

BACA JUGA:
Wamenaker Bakal Temui Bos Sritex Pekan Depan, Bahas Nasib Pekerja


PHK massal di industri tekstil pun turut menghantui PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Sebagai salah satu pabrik tekstil terbesar, masa kejayaan Sritex mulai runtuh tahun ini.
Birokrasi dalam negeri, hingga manajemen perusahaan dalam mengantisipasi kebangkrutan menjadi kesatuan faktor yang mendukung pailitnya Sritex. Berikut adalah catatan masa kejayaan hingga ancaman PHK massal yang menghantui industri tekstil Sritex di tahun 2024.

BACA JUGA:
Ini Penjelasan Wamenaker Mumet soal Sritex


Sejarah PT Sritex
PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) memulai perjalanan bisnisnya pada tahun 1966, didirikan oleh H.M. Lukminto sebagai usaha perdagangan tekstil tradisional di Pasar Klewer, Solo. Perusahaan ini berkembang pesat dengan mendirikan pabrik cetak kain pada tahun 1968, dan terus berekspansi hingga menjadi produsen tekstil terintegrasi terbesar di Asia Tenggara.
Di era kejayaannya, Sritex tidak hanya mendominasi pasar domestik, tetapi juga menjadi produsen seragam militer untuk NATO dan Tentara Jerman pada tahun 1994. Sritex mencatat banyak prestasi, termasuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013 dan menerima berbagai penghargaan atas inovasi dan kinerjanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMi8yMy8xLzE4NzIzOC8zL1U1R2dSTm53MWZn&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sritex dikenal sebagai pemasok utama benang berkualitas tinggi untuk pabrik tekstil di berbagai belahan dunia. Totalnya Sritex telah mengirim hingga 600 kontainer produk tekstil ke mancanegara termasuk Amerika Serikat, Brazil, Turki, Jepang, Korea Selatan, dan banyak lainnya.
Namun, di tengah kesuksesan tersebut tantangan mulai muncul. Pada tahun 2022, Sritex menghadapi gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) akibat gagal memenuhi kewajiban finansialnya.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 17 Maret 2023, Sritex resmi memberhentikan seluruh jajaran Dewan Direksi dan Komisaris-nya. Dalam kepengurusan baru, manajemen tetap mempertahankan beberapa nama lama meskipun ada pergeseran posisi jabatan.
Susunan Komisaris dan Direksi terbaru Sritex:
Direksi:
- Direktur Utama: Iwan Kurniawan Lukminto
- Direktur Operasional: Mira Christina Setiady
- Direktur Keuangan: Welly Salam
- Direktur Umum: Supartodi
- Direktur Independen: Regina Lestari Busono
- Direktur Bisnis Benang: Karunakaran Ramamoorthy
- Direktur Bisnis Kain: Sandeep Kr Gautam
- Direktur Bisnis Pakaian Jadi: Theo Khek Thuan
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Iwan Setiawan Lukminto
- Komisaris: Megawati
- Komisaris Independen: Liem Konstantinus

BACA JUGA:
Buruh Sritex Kena PHK Usai Pailit, Wamenaker: Langkah Buruk


Penyebab Sritex Pailit
Direktur Keuangan Sritex, Welly Salam sempat memberi tanggapan di  tengah ramainya kabar Sritex yang terancam bangkrut. Welly menyatakan  bahwa hal itu tidak benar.
&amp;ldquo;Jadi tidak benar bangkrut, pasalnya perusahaan masih beroperasi dan  tidak ada putusan pailit dari pengadilan,&quot; katanya dalam keterangannya  di Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (25/6/2024).
Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan relaksasi  kewajiban pembayaran pokok dan bunga kepada para kreditur, dan sebagian  besar kreditur telah menyetujui permohonan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa konflik geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina  dan Israel-Palestina telah menyebabkan gangguan rantai pasokan dan  penurunan ekspor. Situasi ini terjadi karena masyarakat di Eropa dan  Amerika Serikat mengubah prioritas mereka.

BACA JUGA:
Skenario Terburuk Nasib Buruh Sritex Usai Pailit, Wamenaker: PHK


&amp;ldquo;Dan lesunya industri tekstil terjadi karena over supply tekstil di  China. Hal ini membuat terjadinya dumping harga yang mana produk-produk  ini menyebar terutama negara-negara di luar Eropa dan China yang longgar  aturan impornya dan salah satunya Indonesia,&amp;rdquo; tambah dia.
Selang beberapa bulan, berdasarkan putusan perkara dengan nomor  2/Pdt.Sus- Homologasi/2024/PN Niaga Smg oleh Hakim Ketua Moch Ansor,  Senin (21/10/2024) PT Sritex resmi dinyatakan pailit.
Keputusan ini diambil karena Sritex tidak mampu memenuhi kewajiban  pembayaran utang berdasarkan perjanjian homologasi yang telah disepakati  pada 25 Januari 2022. Dampak putusan ini tidak hanya memengaruhi  operasional perusahaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan pemutusan  hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan.
Sejumlah penyebab pailit-nya Sritex kian terbongkar. Mulai dari  lilitan utang perusahaan yang dimiliki oleh Sritex sejak sebelum pandemi  Covid-19. Laporan keuangan September 2023 mencatat total utang Sritex  sekitar Rp25 triliun, yang terdiri dari utang jangka panjang, jangka  pendek, serta sebagian besar berasal dari pinjaman bank dan obligasi.
Melansir laporan keuangan perusahaan, hingga 30 Juni 2024 Sritex  memiliki utang sebesar USD1,6 miliar, yang terdiri dari utang jangka  panjang sebesar USD1,47 miliar (Rp23 triliun) dan utang jangka pendek  sebesar USD131,42 juta (Rp2 triliun).
Daftar Utang Sritex Kepada Bank:
1. PT Bank Central Asia Tbk - USD82.678,431 (Rp1,28 triliun)
2. State Bank of India, Singapore Branch - USD43.887,212 (Rp687 miliar)
3. PT Bank QNB Indonesia Tbk - USD36.939,772 (Rp580 miliar)
4. Citibank N.A., Indonesia - USD35.826,893 (Rp561 miliar)
5. PT Bank Mizuho Indonesia - USD33.709,712 (Rp528 miliar)
6. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk - USD33.270,249 (Rp521 miliar)
7. PT Bank Muamalat Indonesia - USD25.450,705 (Rp398 miliar)
8. PT Bank CIMB Niaga Tbk - USD25.339,237 (Rp397 miliar)
9. PT Bank Maybank Indonesia Tbk - USD25.164,698 (Rp393 miliar)
10. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah - USD24.202,906 (Rp379 miliar)
11. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk - USD23.807,159 (Rp373 miliar)
12. Bank of China (Hong Kong) Limited - USD21.775,733 (Rp340 miliar)
13. PT Bank KEB Hana Indonesia - USD21.531,883 (Rp337 miliar)
14. Taipei Fubon Commercial Bank Co., Ltd. - USD20.000,000 (Rp314 miliar)
15. Woori Bank Singapore Branch - USD19.870,626 (Rp310 miliar)
16. Standard Chartered Bank - USD19.570,364 (Rp306 miliar)
17. PT Bank DBS Indonesia - USD18.238,794 (Rp285 miliar)
18. PT Bank Permata Tbk - USD16.707,929 (Rp262 miliar)
19. PT Bank China Construction Indonesia Tbk - USD14.912,809 (Rp233 miliar)
20. PT Bank DKI - USD9.130,513 (Rp142 miliar)
21. Bank Emirates NBD - USD9.014,852 (Rp141 miliar)
22. ICICI Bank Ltd., Singapore Branch - USD6.969,549 (Rp108 miliar)
23. PT Bank CTBC Indonesia - USD6.950,110 (Rp (108 miliar)
24. Deutsche Bank AG - USD6.821,059 (Rp106 miliar)
25. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk - USD4.970,936 (Rp76 miliar)
26. PT Bank Danamon Indonesia Tbk - USD4.519,559 (Rp70 miliar)
27. PT Bank SBI Indonesia - USD4.380,982 (Rp67 miliar)
28. MUFG Bank, Ltd. - USD23.777,834 (Rp371 miliar)
Faktor lain yang menjadi penyebab Sritex bangkrut adalah saham  perusahaan yang dibekukan. Pada Oktober 2022, Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) memberlakukan suspensi terhadap perdagangan saham PT Sri Rejeki  Isman Tbk di Bursa Efek Indonesia.
Tindakan ini diambil karena perusahaan gagal memenuhi kewajiban  publikasi laporan keuangan tahunan secara tepat waktu. Suspensi tersebut  bertujuan melindungi investor dan menjaga transparansi di pasar modal.
Dilanjut dengan faktor ekuitas negatif yang dialami Sritex. Umumnya  hal ini dipicu oleh kerugian operasional berkepanjangan, strategi  pembiayaan yang keliru, atau kesalahan dalam pengelolaan keuangan.
Ketika risiko kebangkrutan mulai terlihat, perusahaan dengan ekuitas  negatif perlu segera melakukan perbaikan finansial. Jika tidak, mereka  akan menghadapi kesulitan dalam memperoleh pinjaman atau tambahan modal  dari pihak eksternal.
Tak berhenti sampai disitu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus  Gumiwang Kartasasmita menilai bahwa Peraturan Menteri Perdagangan  (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 jadi biang kerok Sritex Pailit.
Menperin menyebut bahwa masalah pada industri, khususnya tekstil  bukan hanya karena disebabkan oleh masalah keuangan dan pasar ekspor  yang lesu. Mengingat masih ada pasar dalam negeri yang potensinya bisa  digali.
&quot;Jadi ya itu saya kira suara hati yang terdalam dari seorang pelaku  industri berkaitan dengan Permendag 8. Kalau Kemenperin, saya, ya memang  ingin direvisi. Itu sudah dari awal kok harus direvisi. Jawabannya  kapan ya tanya Kemendag,&quot; kata Menperin.
Tudingan sejumlah pihak mengenai Permendag 8 yang menjadi penyebab  Sritex pailit ini kemudian turut ditanggapi oleh Menteri Perdagangan  (Mendag) Budi Santoso. Menurutnya, aturan tersebut bertujuan untuk  melindungi industri tekstil.
&quot;Kita sudah klarifikasi kalau Permendag 8 itu sebenernya melindungi  industri tekstil,&quot; kata Budi saat ditemui di Hotel Four Seasons, Jakarta  Selatan, Minggu (3/11/2024).
Budi menjelaskan bahwa aturan impor tekstil dan produk tekstil (TPT)  telah disusun berdasarkan pertimbangan teknis (pertek). Hal yang sama  berlaku untuk kuota impor pakaian jadi, yang diatur melalui Peraturan  Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nomor 7 Tahun 2024. Menteri  Perdagangan juga menegaskan bahwa impor TPT dikenakan bea masuk untuk  melindungi perdagangan.
Melengkapi faktor penyebab pailitnya Sritex, Menteri Ketenagakerjaan  (Menaker) Yassierli menilai hal ini terjadi karena kesalahan manajemen  Sritex dalam memitigasi risiko. Yassierli berharap setiap perusahaan  memiliki sistem manajemen risiko enterprise risk management yang kuat.
Presiden KSPN, Ristadi menjelaskan 20 ribu karyawan yang tersisa  tersebut saat ini tengah mendukung kasasi pihak manajemen perusahaan,  agar dapat membatalkan putusan pailit oleh pengadilan.
&amp;ldquo;Saat ini kawan-kawan pekerja PT Sritex tengah mendukung upaya kasasi  oleh pihak manajemen agar membatalkan putusan pailit tersebut. Ini  dilakukan agar 20 ribu karyawan masih dapat bekerja disana,&amp;rdquo; jelas  Ristadi kepada MPI saat dihubungi, Kamis (24/10/2024).
Skema Penyelamatan Sritex oleh Pemerintah
Untuk mengatasi krisis ini, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan 4  kementerian terkait, diantaranya yaitu Kementerian Perindustrian,  Keuangan, BUMN, dan Tenaga Kerja, untuk merumuskan langkah penyelamatan.  Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyatakan bahwa pemerintah akan  segera mengambil langkah agar operasional Sritex tetap berjalan dan para  karyawan dapat diselamatkan dari PHK.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan alasan Presiden Prabowo  Subianto meminta Kabinet Merah Putih menyelamatkan Sritex yang pailit  akibat gagal bayar utang adalah untuk memberikan awal yang baik di masa  pemerintahannya. Selain itu, Sritex sebagai perusahaan padat karya  dianggap penting untuk menunjukkan bahwa pemerintah hadir mendukung  dunia usaha.
Yassierli menegaskan bahwa operasional produksi di Sritex masih  berlangsung. Ia juga telah menginstruksikan Wakil Menteri  Ketenagakerjaan Emanuel Ebenezer untuk memantau secara langsung  perkembangan di perusahaan tersebut.
Dalam skema penyelamatan Sritex, Pemerintah menegaskan tidak ada opsi  bailout atau pemberian dana talangan kepada Sritex. Menperin mengatakan  bahwa skema yang akan diterapkan bertujuan agar Sritex tetap dapat  beroperasi dan menghasilkan produk dari pabrik.
Hal ini dianggap penting untuk menjaga reputasi Sritex di pasar  global. Dia menegaskan bahwa pemerintah akan tetap mengedepankan apa  yang sudah disepakati antara Sritex dengan para kreditur, baik itu  kreditur tier 1, 2, atau 3 dan memastikan tidak ada pembahasan bailout  dalam pertemuan.
&quot;Kami tidak bicara soal bailout atau yang lain-lain. Itu dua jalur  penyelesaian yang berbeda. Kalau masalah hukumnya di kasasi menang,  skemanya nanti seperti apa, kalau Sritex kalah kasasi hingga PK,  langkahnya akan berbeda nanti. Tetapi belum bisa saya sampaikan. Yang  pasti, pemerintah sudah siap dengan segala kemungkinan penyelesaian  hukumnya,&quot; kata Menperin, Jakarta, Senin, (28/10/2024).
Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap arahan Presiden  Prabowo untuk memperbolehkan Sritex melakukan impor dan ekspor agar  produksi tidak terhenti. Airlangga menyebut bahwa dengan berproduksi  para pekerja akan tetap bekerja.
&quot;Dengan berproduksi tenaga kerja masih bekerja,&quot; ujarnya.
Prabowo juga menginstruksikan Sritex untuk tidak melakukan Pemutusan  Hubungan Kerja (PHK) untuk para pekerja. Prabowo menginginkan agar  Sritex tetap berproduksi seperti biasa dan terus menjaga kesejahteraan  karyawan.
Yassierli menegaskan bahwa pemerintah akan terus memprioritaskan  perlindungan tenaga kerja di industri tekstil dalam negeri. Menaker juga  memastikan bahwa hak-hak para pekerja akan tetap dipenuhi.
Melalui skemanya, serikat buruh mengapresiasi langkah cepat Presiden  Prabowo untuk menyelamatkan hingga 20 ribu buruh di Sritex. Ketua Umum  DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur  Hidayat, mengungkapkan apresiasi tinggi kepada Prabowo atas upayanya  menyelamatkan 20 ribu buruh PT Sritex.
&amp;ldquo;Saya mengapresiasi tentunya langkah cepat dari Presiden Prabowo yang  memerintahkan empat menterinya untuk segera menyelesaikan kasus di PT  Sritex yang terancam mem-PHK buruh hingga 20 ribu,&amp;rdquo; ujar Jumhur dikutip  dari keterangannya, Jumat (1/11/2024).
Komisaris Utama Sritex, Iwan S. Lukminto, turut menyusun strategi  besar di tengah status pailit yang ditetapkan oleh Pengadilan Negeri  Semarang. Iwan menjelaskan bahwa strategi ini disusun untuk memastikan  kelangsungan operasional perusahaan yang lebih berkelanjutan. Iwan juga  mengunjungi kantor Menteri Perindustrian, untuk menerima arahan terkait  langkah-langkah ke depan. Menperin mengingatkan agar Sritex tetap  beroperasi dan menghindari langkah pemutusan hubungan kerja (PHK)  karyawan.
Dalam pertemuan tersebut, Lukminto menekankan pentingnya merumuskan  strategi yang dapat memastikan keberlanjutan sektor industri meskipun  dihadapkan pada berbagai tantangan. Salah satu langkah yang diambil  adalah mengajukan kasasi atas keputusan pailit yang dijatuhkan oleh PN  Semarang. Iwan menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pihak  swasta sangat diperlukan, tanpa perlu instruksi formal, untuk saling  mendukung demi kelangsungan perusahaan.
Di tengah penyelamatan pailit-nya perusahaan, karyawan Sritex  menunjukkan simbol perjuangan dengan bersama-sama memakai pita hitam di  lengan. Pita hitam ini bukan hanya aksesoris, tetapi simbol tekad  bersama keluarga besar Sritex untuk memperjuangkan masa depan yang lebih  cerah. Sebagai salah satu produsen tekstil terkemuka di Indonesia,  Sritex telah menjadi tempat bernaung bagi ratusan ribu keluarga selama  bertahun-tahun. Dengan semangat tersebut, para karyawan berkomitmen  untuk menjaga dan mempertahankan perusahaan yang telah menjadi sumber  penghidupan banyak orang.
Sritex Bakal Dijadikan BUMN
Di tengah kabar pailit yang menimpa Sritex, muncul wacana bahwa  perusahaan tekstil itu akan dijadikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).  Menurut ekonom Indef, Tauhid Ahmad, upaya menyelamatkan bisnis Sritex  yang berpusat di Sukoharjo, Jawa Tengah, memerlukan langkah akuisisi  oleh pemerintah. Namun sebelum itu dilakukan, diperlukan kajian mendalam  mengingat kondisi keuangan perusahaan yang bermasalah.
Tauhid mengingatkan bahwa jika Sritex diubah menjadi BUMN tanpa  perbaikan bisnis yang signifikan, hal tersebut bisa menjadi beban bagi  pemerintah di masa depan. Ia juga memperkirakan diperlukan waktu hingga  lima tahun untuk memulihkan kondisi perusahaan yang sedang mengalami  krisis ini, meskipun sektor tekstil tetap dianggap strategis.
Di sisi lain, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel  Ebenezer Gerungan, membantah keras kabar akuisisi Sritex oleh  pemerintah. Dengan tegas, Immanuel menyatakan tidak ada langkah akuisisi  oleh pemerintah terhadap emiten tekstil terbesar di Tanah Air itu.
&amp;ldquo;Nggak lah (pemerintah tak akuisisi Sritex),&quot; ujar Immanuel saat  ditemui wartawan di gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan,  Rabu (13/11/2024).
Wakil Menteri Ketenagakerjaan menegaskan bahwa forum para petinggi  hanya digunakan untuk berbagi informasi mengenai langkah-langkah  penanganan Sritex yang telah dilakukan sebelumnya.
Ancaman PHK Massal Karyawan Sritex
Pada awal bulan November 2024, Direktur Utama Sritex Iwan Kurniawan  Lukminto buka suara mengenai kabar 2.500 karyawan Sritex yang  diliburkan.
&quot;Sritex tidak melakukan PHK. Sritex tidak melakukan PHK dan dalam  status kepailitan ini. Tetapi, Sritex telah meliburkan sekitar 2.500  karyawan kita,&quot; ujar Direktur Utama Sritex Iwan Kurniawan Lukminto, Rabu  (13/11/2024).
Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan yang turut melakukan konferensi  pers bersama Iwan Lukminto menjelaskan, bahwa dirinya senantiasa  memantau dan menaruh atensi baik kepada para pekerja maupun buruh  perusahaan di Indonesia sebagaimana yang telah dipesankan oleh Presiden  Prabowo Subianto, termasuk soal nasib pekerja Sritex.
Menurut Direktur Utama Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, libur kerja  bagi ribuan karyawan disebabkan oleh terganggunya pasokan bahan baku  yang dibutuhkan untuk produksi. Saat ini, Sritex mengalami kekurangan  bahan baku yang serius, dengan persediaan hanya cukup untuk mendukung  produksi selama tiga minggu ke depan.
Situasi ini memaksa perusahaan mengurangi aktivitas operasional dan  menyesuaikan jadwal kerja sebagian besar karyawan. Iwan juga  mengingatkan bahwa jika masalah pasokan bahan baku tidak segera  teratasi, perusahaan berpotensi menghadapi ancaman yang lebih besar,  termasuk kemungkinan PHK massal.
Selain itu, Sritex menghadapi kendala lain berupa pembekuan rekening  bank perusahaan, yang berdampak signifikan pada kelangsungan  operasionalnya. Dalam situasi ini, perusahaan harus melakukan berbagai  langkah penghematan untuk menjaga stabilitas keuangan.
Adapun Serikat Pekerja Sritex menyatakan bahwa perusahaan saat ini  berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Hingga hari ke-45  setelah putusan pailit, belum terlihat adanya kejelasan terkait  keberlanjutan usaha (going concern).
Keberlanjutan usaha Sritex atau going concern berada di tangan Hakim  Pengawas dan Kurator. Sayangnya, proses administrasi internal di level  Hakim Pengawas masih menjadi hambatan utama.
Iwan menekankan bahwa keputusan terkait going concern perlu segera  diambil agar manajemen dapat kembali memulihkan bisnis. Jika proses  administrasi ini terus terhambat, ancaman PHK karyawan akan sulit  dihindari.
MA Tolak Kasasi Sritex
Mahkamah Agung (MA) telah menolak kasasi Sritex dengan Nomor Perkara :  1345 K/PDT.SUS-PAILIT 2024. Putusan ini dibacakan oleh Ketua Majelis  Hakim Agung Hamdi dan dua anggota, yakni Hakim Agung Nani Indrawati dan  Lucas Prakoso pada Rabu, 18 Desember 2024.
Menanggapi hal tersebut, Iwan Lukminto memutuskan untuk melakukan  konsolidasi dengan internal perusahaan dan sepakat untuk mengajukan  upaya Peninjauan Kembali (PK) untuk melawan putusan MA.
Iwan juga mengatakan bahwa pihaknya menghormati putusan yang  diberikan oleh MA, dan langkah pengajuan PK diambil olehnya setelah  berunding dengan perusahaan.
&amp;ldquo;Menanggapi putusan tersebut Sritex telah melakukan konsolidasi  internal dan memutuskan untuk melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali  (PK),&amp;rdquo; kata Iwan, Jumat (20/12/2024).
Manajemen menuturkan langkah hukum ini dipilih demi menjaga  keberlangsungan usaha. Hingga berita ini diturunkan, proses PK Sritex  masih berlangsung</content:encoded></item></channel></rss>
