<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cak Imin Tegaskan Tak Ada Bansos Khusus Kenaikan PPN 12%</title><description>Cak Imin menegaskan tak ada bantuan sosial (bansos) khusus untuk  masyarakat terdampak kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/25/320/3098646/cak-imin-tegaskan-tak-ada-bansos-khusus-kenaikan-ppn-12</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/25/320/3098646/cak-imin-tegaskan-tak-ada-bansos-khusus-kenaikan-ppn-12"/><item><title>Cak Imin Tegaskan Tak Ada Bansos Khusus Kenaikan PPN 12%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/25/320/3098646/cak-imin-tegaskan-tak-ada-bansos-khusus-kenaikan-ppn-12</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/25/320/3098646/cak-imin-tegaskan-tak-ada-bansos-khusus-kenaikan-ppn-12</guid><pubDate>Rabu 25 Desember 2024 13:18 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/25/320/3098646/cak-imin-tegaskan-tak-ada-bansos-khusus-kenaikan-ppn-12-8KiD8XLtce.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cak Imin tegaskan tak ada bansos khusus PPN (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/25/320/3098646/cak-imin-tegaskan-tak-ada-bansos-khusus-kenaikan-ppn-12-8KiD8XLtce.jpg</image><title>Cak Imin tegaskan tak ada bansos khusus PPN (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan tak ada bantuan sosial (bansos) khusus untuk masyarakat terdampak kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12%. Menurutnya, kenaikan PPN sudah dipertimbangkan dengan baik oleh pemerintah.
&quot;Nggak ada. PPN tidak ada kaitannya dengan bansos khusus, karena memang dari 11 persen naik menjadi 12 persen itu betul-betul sudah diseleksi ya,&quot; tegas Cak Imin di sela meninjau Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Rabu (25/12/2024).

BACA JUGA:
Daftar Bansos PKH Lewat HP, Jangan Lupa Siapkan KTP


1. Kenaikan PPN untuk barang mewah
Cak Imin juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah memetakan barang-barang yang akan terdampak PPN 12%. Pasalnya, pemerintah akan tetap ingin agar ekonomi masyarakat tetap tumbuh.
&quot;Mana yang tidak boleh naik, mana yang naik. Sehingga memungkinkan untuk tetap tumbuh, ekonomi, melindungi dan memfasilitasi. Dan uang tambahannya untuk keperluan subsidi semua jenis,&quot; pungkasnya.

BACA JUGA:
Penyaluran Bansos Akan Gunakan Data Tunggal


2. Tanggapan Mensos
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul juga menegaskan bahwa saat ini belum ada program bansos khusus untuk masyarakat yang terdampak kenaikan PPN 12%.
&amp;ldquo;Belum ada (bantuan khusus untuk masyarakat terdampak PPN 12%),&amp;rdquo; kata Gus Ipul di Kantornya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8zMS8xLzE4NjQ2OC8zLzZ0bzZzY0ZvRVhV&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
3. Penyaluran bansos tepat waktu
Namun demikian, Gus Ipul menekankan pentingnya penyerapan anggaran  bansos yang tepat waktu. Menurutnya, percepatan penyaluran bansos,  terutama pada triwulan ketiga, akan sangat membantu daya beli  masyarakat.
&quot;Kalau penyerapan itu tepat waktu itu sangat membantu daya beli  masyarakat. Misalnya ya, misalnya triwulan ketiga itu bisa kita salurkan  lebih cepat, itu akan sangat membantu,&quot; ujarnya.
4. Jumlah penerima bansos
Saat ini, terdapat sekitar 21 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM)  yang menerima berbagai jenis program bansos, termasuk Program Keluarga  Harapan (PKH), bantuan permakanan bagi lansia dan penyandang  disabilitas, serta bantuan untuk pelatihan dan rehabilitasi.
&quot;Kita kan ada 21 juta KK atau KPM, Keluarga Penerima Manfaat, yang  kita berikan berbagai program. Baik itu bansos maupun program Keluarga  Harapan. Permakanan untuk lansia, permakanan untuk penyandang  disabilitas, juga ada bantuan-bantuan untuk pelatihan, segala macam  untuk rehabilitasi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan tak ada bantuan sosial (bansos) khusus untuk masyarakat terdampak kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12%. Menurutnya, kenaikan PPN sudah dipertimbangkan dengan baik oleh pemerintah.
&quot;Nggak ada. PPN tidak ada kaitannya dengan bansos khusus, karena memang dari 11 persen naik menjadi 12 persen itu betul-betul sudah diseleksi ya,&quot; tegas Cak Imin di sela meninjau Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Rabu (25/12/2024).

BACA JUGA:
Daftar Bansos PKH Lewat HP, Jangan Lupa Siapkan KTP


1. Kenaikan PPN untuk barang mewah
Cak Imin juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah memetakan barang-barang yang akan terdampak PPN 12%. Pasalnya, pemerintah akan tetap ingin agar ekonomi masyarakat tetap tumbuh.
&quot;Mana yang tidak boleh naik, mana yang naik. Sehingga memungkinkan untuk tetap tumbuh, ekonomi, melindungi dan memfasilitasi. Dan uang tambahannya untuk keperluan subsidi semua jenis,&quot; pungkasnya.

BACA JUGA:
Penyaluran Bansos Akan Gunakan Data Tunggal


2. Tanggapan Mensos
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul juga menegaskan bahwa saat ini belum ada program bansos khusus untuk masyarakat yang terdampak kenaikan PPN 12%.
&amp;ldquo;Belum ada (bantuan khusus untuk masyarakat terdampak PPN 12%),&amp;rdquo; kata Gus Ipul di Kantornya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8zMS8xLzE4NjQ2OC8zLzZ0bzZzY0ZvRVhV&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
3. Penyaluran bansos tepat waktu
Namun demikian, Gus Ipul menekankan pentingnya penyerapan anggaran  bansos yang tepat waktu. Menurutnya, percepatan penyaluran bansos,  terutama pada triwulan ketiga, akan sangat membantu daya beli  masyarakat.
&quot;Kalau penyerapan itu tepat waktu itu sangat membantu daya beli  masyarakat. Misalnya ya, misalnya triwulan ketiga itu bisa kita salurkan  lebih cepat, itu akan sangat membantu,&quot; ujarnya.
4. Jumlah penerima bansos
Saat ini, terdapat sekitar 21 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM)  yang menerima berbagai jenis program bansos, termasuk Program Keluarga  Harapan (PKH), bantuan permakanan bagi lansia dan penyandang  disabilitas, serta bantuan untuk pelatihan dan rehabilitasi.
&quot;Kita kan ada 21 juta KK atau KPM, Keluarga Penerima Manfaat, yang  kita berikan berbagai program. Baik itu bansos maupun program Keluarga  Harapan. Permakanan untuk lansia, permakanan untuk penyandang  disabilitas, juga ada bantuan-bantuan untuk pelatihan, segala macam  untuk rehabilitasi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
