<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menakar Potensi Ekonomi dan Keuangan Syariah RI di 2025</title><description>Ekonomi syariah Indonesia membutuhkan stimulan agar dapat berkembang tidak kalah dengan negara muslim lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/28/320/3099395/menakar-potensi-ekonomi-dan-keuangan-syariah-ri-di-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/28/320/3099395/menakar-potensi-ekonomi-dan-keuangan-syariah-ri-di-2025"/><item><title>Menakar Potensi Ekonomi dan Keuangan Syariah RI di 2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/28/320/3099395/menakar-potensi-ekonomi-dan-keuangan-syariah-ri-di-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/28/320/3099395/menakar-potensi-ekonomi-dan-keuangan-syariah-ri-di-2025</guid><pubDate>Sabtu 28 Desember 2024 10:32 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/28/320/3099395/menakar-potensi-ekonomi-dan-keuangan-syariah-ri-di-2025-28ecjRdA2Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Potensi ekonomi dan keuangan syariah (Foto: Indef)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/28/320/3099395/menakar-potensi-ekonomi-dan-keuangan-syariah-ri-di-2025-28ecjRdA2Y.jpg</image><title>Potensi ekonomi dan keuangan syariah (Foto: Indef)</title></images><description>JAKARTA - Ekonomi syariah Indonesia membutuhkan stimulan agar dapat berkembang tidak kalah dengan negara muslim lain. Apalagi Indonesia digadang-gadang akan masuk 5 besar negara ekonomi terbesar di dunia pada 2045.
&quot;kiprah selanjutnya dari pusat pengembangan adalah mengumpulkan ilmuan dan praktisi dalam bidang eksyar supaya lebih maju, karena setiap pengembangan industri baru membutuhkan kontribusi khususnya dari ekonomi syariah,&quot; papar Ekonom Senior Indef Didik J. Rachbini dalam Diskusi Publik Outlook Ekonomi Syariah &amp;ldquo;Outlook Ekonomi Syariah 2025: Kontribusi Ekonomi Syariah untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%&amp;rdquo;, dikutip Sabtu (28/12/2024).

BACA JUGA:
BI Siapkan 4 Jurus Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah


1. Tantangan ekonomi RI
Peneliti Center of Sharia Economic Development (CSED) Indef Abdul Hakam Naja mengungkap perekonomian ke depan akan menghadapi tantangan yang tidak mudah, karena pertumbuhan akan cukup menghadapi tantangan yang berat baik di negara-negara berkembang maupaun negara maju
Tantangan seperti konflik Rusia, Ukraina, perang Israel di Gaza, dan kerentanan sektor keuangan terus berdampak pada outlook ekonomi (Organization of Islamic Cooperation-Statistical, Economic and Social Research and Training Center for Islamic Countries/OIC-SESRIC, 2024)

BACA JUGA:
Indonesia Islamic Financial Center Diresmikan, Erick Thohir: Ekonomi Syariah Harus Dibangun


2. Prospek perbankan syariah
Naja melanjutkan, prospek perbankan syariah di Indonesia berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2023, bank yang memiliki aset Unit Usaha Syariah (UUS) mencapai 50% dari total aset induknya atau dengan aset UUS minimal Rp50 triliun diwajibkan melakukan spin-off menjadi Bank Umum Syariah (BUS) paling lambat tahun 2026.
Contoh yang memenuhi kriteria ini adalah UUS BTN dengan aset sebesar Rp55,54 triliun dan UUS CIMB Niaga dengan aset Rp65,99 triliun. Selain itu, proses merger antar bank syariah atau unit usaha syariah juga didorong untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di industri perbankan syariah.3. Ekosistem ekonomi syariah
Selanjutnya, kata Naja, ekosistem ekonomi syariah dan industri halal  melalui pembangunan ekosistem yang mensinergikan sektor keuangan dan  perbankan syariah dengan industri halal sebagai kunci keberhasilan  pembangunan nasional berkelanjutan
Potensi besar ekonomi syariah di Indonesia dengan populasi Muslim  yang sangat banyak (245 juta) dan selama ini belum dioptimalkan dapat  menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 8%  pada 2028.
4. Peran UMKM
Pentingnya pembiayaan UMKM karena jumlahnya yang besar meliputi 99%  dari total unit usaha di Indonesia. Kontribusi UMKM pada PDB sebesar  60,51% dan menyerap 97% total tenaga kerja nasional (Kemenko  Perekonomian RI, 2024).
Jumlah tenaga kerja per Agustus 2024 sebesar 144.642,000, maka tenaga  kerja di sektor UMKM sebanyak 140 juta orang. Pembiayaan Perbankan  Syariah untuk UMKM sampai September 2024 hanya 17,7% dari total  pembiayaan (OJK, 2024).
&quot;Maka perlu didorong untuk meningkatkan porsi pembiayaan untuk UMKM sampai 30% pada tahun 2025,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonomi syariah Indonesia membutuhkan stimulan agar dapat berkembang tidak kalah dengan negara muslim lain. Apalagi Indonesia digadang-gadang akan masuk 5 besar negara ekonomi terbesar di dunia pada 2045.
&quot;kiprah selanjutnya dari pusat pengembangan adalah mengumpulkan ilmuan dan praktisi dalam bidang eksyar supaya lebih maju, karena setiap pengembangan industri baru membutuhkan kontribusi khususnya dari ekonomi syariah,&quot; papar Ekonom Senior Indef Didik J. Rachbini dalam Diskusi Publik Outlook Ekonomi Syariah &amp;ldquo;Outlook Ekonomi Syariah 2025: Kontribusi Ekonomi Syariah untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%&amp;rdquo;, dikutip Sabtu (28/12/2024).

BACA JUGA:
BI Siapkan 4 Jurus Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah


1. Tantangan ekonomi RI
Peneliti Center of Sharia Economic Development (CSED) Indef Abdul Hakam Naja mengungkap perekonomian ke depan akan menghadapi tantangan yang tidak mudah, karena pertumbuhan akan cukup menghadapi tantangan yang berat baik di negara-negara berkembang maupaun negara maju
Tantangan seperti konflik Rusia, Ukraina, perang Israel di Gaza, dan kerentanan sektor keuangan terus berdampak pada outlook ekonomi (Organization of Islamic Cooperation-Statistical, Economic and Social Research and Training Center for Islamic Countries/OIC-SESRIC, 2024)

BACA JUGA:
Indonesia Islamic Financial Center Diresmikan, Erick Thohir: Ekonomi Syariah Harus Dibangun


2. Prospek perbankan syariah
Naja melanjutkan, prospek perbankan syariah di Indonesia berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2023, bank yang memiliki aset Unit Usaha Syariah (UUS) mencapai 50% dari total aset induknya atau dengan aset UUS minimal Rp50 triliun diwajibkan melakukan spin-off menjadi Bank Umum Syariah (BUS) paling lambat tahun 2026.
Contoh yang memenuhi kriteria ini adalah UUS BTN dengan aset sebesar Rp55,54 triliun dan UUS CIMB Niaga dengan aset Rp65,99 triliun. Selain itu, proses merger antar bank syariah atau unit usaha syariah juga didorong untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di industri perbankan syariah.3. Ekosistem ekonomi syariah
Selanjutnya, kata Naja, ekosistem ekonomi syariah dan industri halal  melalui pembangunan ekosistem yang mensinergikan sektor keuangan dan  perbankan syariah dengan industri halal sebagai kunci keberhasilan  pembangunan nasional berkelanjutan
Potensi besar ekonomi syariah di Indonesia dengan populasi Muslim  yang sangat banyak (245 juta) dan selama ini belum dioptimalkan dapat  menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 8%  pada 2028.
4. Peran UMKM
Pentingnya pembiayaan UMKM karena jumlahnya yang besar meliputi 99%  dari total unit usaha di Indonesia. Kontribusi UMKM pada PDB sebesar  60,51% dan menyerap 97% total tenaga kerja nasional (Kemenko  Perekonomian RI, 2024).
Jumlah tenaga kerja per Agustus 2024 sebesar 144.642,000, maka tenaga  kerja di sektor UMKM sebanyak 140 juta orang. Pembiayaan Perbankan  Syariah untuk UMKM sampai September 2024 hanya 17,7% dari total  pembiayaan (OJK, 2024).
&quot;Maka perlu didorong untuk meningkatkan porsi pembiayaan untuk UMKM sampai 30% pada tahun 2025,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
