<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siasat Pengusaha Mal Atasi Lemahnya Daya Beli di Pulau Jawa</title><description>Pengusaha mal mensiasati pelemahan daya beli masyarakat di Pulau Jawa</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/29/320/3099703/siasat-pengusaha-mal-atasi-lemahnya-daya-beli-di-pulau-jawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/29/320/3099703/siasat-pengusaha-mal-atasi-lemahnya-daya-beli-di-pulau-jawa"/><item><title>Siasat Pengusaha Mal Atasi Lemahnya Daya Beli di Pulau Jawa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/29/320/3099703/siasat-pengusaha-mal-atasi-lemahnya-daya-beli-di-pulau-jawa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/29/320/3099703/siasat-pengusaha-mal-atasi-lemahnya-daya-beli-di-pulau-jawa</guid><pubDate>Minggu 29 Desember 2024 21:12 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/29/320/3099703/siasat-pengusaha-mal-atasi-lemahnya-daya-beli-di-pulau-jawa-A1PnDTjcEV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Siasat Pengusaha Mal Atasi Penurunan Daya Beli. (Foto: Okezone.com/Haaretz)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/29/320/3099703/siasat-pengusaha-mal-atasi-lemahnya-daya-beli-di-pulau-jawa-A1PnDTjcEV.jpg</image><title>Siasat Pengusaha Mal Atasi Penurunan Daya Beli. (Foto: Okezone.com/Haaretz)</title></images><description>JAKARTA - Pengusaha mal mensiasati pelemahan daya beli masyarakat di Pulau Jawa. Pelaku usaha pusat perbelanjaan putar otak mencari peluang baru, termasuk memilih ekspansi di wilayah luar Jawa.
1. Daya Beli di Pulau Jawa Rendah
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai, daya beli masyarakat di Pulau Jawa relatif rendah, kendati inflasi masih terkendali.

BACA JUGA:
Kaleidoskop 2024: Kondisi Perekonomian Indonesia Dihantui PHK Massal hingga Penurunan Daya Beli

&amp;ldquo;Karena di dalam Pulau Jawa itu memang daya belinya lebih terdampak daripada di luar Jawa,&amp;rdquo; katanya saat ditemui di Gedung Sarinah belum lama ini, dikutip Minggu (29/12/2024).
2. Ekspansi ke Luar Jawa
Alphonzus menyoroti wilayah-wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera sebagai kawasan potensial untuk pertumbuhan bisnis pusat perbelanjaan.

BACA JUGA:
Penyesuaian PPN 12 Persen, Pemerintah Jamin Daya Beli Masyarakat Tetap Terjaga&amp;nbsp;

Sehingga ekspansi ke luar pulau dengan penduduk terpadat ini menjadi pilihan yang logis, sekaligus langkah adaptif menghadapi situasi ekonomi.
&amp;ldquo;Kami pelaku usaha harus cari akal di dalam segala situasi. Salah satunya adalah mengembangkan usaha di luar Pulau Jawa,&amp;rdquo; ujarnya.3. Kalimantan Paling Dilirik
Kalimantan dinilai sebagai kawasan paling menjanjikan, terutama dengan pesatnya perkembangan wilayah menyusul pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Sulawesi dan Sumatera juga masuk dalam radar pelaku usaha karena stabilitas daya beli.
&amp;ldquo;Di luar Jawa relatif lebih stabil. Terutama Kalimantan kan sangat maju sekali. Kemudian Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. Jadi salah satu strategi yang akan diambil nanti lebih banyak mengembangkan usaha di luar Pulau Jawa,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengusaha mal mensiasati pelemahan daya beli masyarakat di Pulau Jawa. Pelaku usaha pusat perbelanjaan putar otak mencari peluang baru, termasuk memilih ekspansi di wilayah luar Jawa.
1. Daya Beli di Pulau Jawa Rendah
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai, daya beli masyarakat di Pulau Jawa relatif rendah, kendati inflasi masih terkendali.

BACA JUGA:
Kaleidoskop 2024: Kondisi Perekonomian Indonesia Dihantui PHK Massal hingga Penurunan Daya Beli

&amp;ldquo;Karena di dalam Pulau Jawa itu memang daya belinya lebih terdampak daripada di luar Jawa,&amp;rdquo; katanya saat ditemui di Gedung Sarinah belum lama ini, dikutip Minggu (29/12/2024).
2. Ekspansi ke Luar Jawa
Alphonzus menyoroti wilayah-wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera sebagai kawasan potensial untuk pertumbuhan bisnis pusat perbelanjaan.

BACA JUGA:
Penyesuaian PPN 12 Persen, Pemerintah Jamin Daya Beli Masyarakat Tetap Terjaga&amp;nbsp;

Sehingga ekspansi ke luar pulau dengan penduduk terpadat ini menjadi pilihan yang logis, sekaligus langkah adaptif menghadapi situasi ekonomi.
&amp;ldquo;Kami pelaku usaha harus cari akal di dalam segala situasi. Salah satunya adalah mengembangkan usaha di luar Pulau Jawa,&amp;rdquo; ujarnya.3. Kalimantan Paling Dilirik
Kalimantan dinilai sebagai kawasan paling menjanjikan, terutama dengan pesatnya perkembangan wilayah menyusul pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Sulawesi dan Sumatera juga masuk dalam radar pelaku usaha karena stabilitas daya beli.
&amp;ldquo;Di luar Jawa relatif lebih stabil. Terutama Kalimantan kan sangat maju sekali. Kemudian Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. Jadi salah satu strategi yang akan diambil nanti lebih banyak mengembangkan usaha di luar Pulau Jawa,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
