<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nasib Merger BUMN yang Rampung Kuartal I-2025</title><description>Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan nasib rencana merger sejumlah perusahaan pelat merah akan ditentukan pada triwulan I 2025.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/30/320/3099732/nasib-merger-bumn-yang-rampung-kuartal-i-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/12/30/320/3099732/nasib-merger-bumn-yang-rampung-kuartal-i-2025"/><item><title>Nasib Merger BUMN yang Rampung Kuartal I-2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/12/30/320/3099732/nasib-merger-bumn-yang-rampung-kuartal-i-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/12/30/320/3099732/nasib-merger-bumn-yang-rampung-kuartal-i-2025</guid><pubDate>Senin 30 Desember 2024 05:53 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/30/320/3099732/nasib-merger-bumn-yang-rampung-kuartal-i-2025-G60gUyEmgl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nasib merger BUMN yang rampung kuartal I-2025 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/30/320/3099732/nasib-merger-bumn-yang-rampung-kuartal-i-2025-G60gUyEmgl.jpg</image><title>Nasib merger BUMN yang rampung kuartal I-2025 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan nasib rencana merger sejumlah perusahaan pelat merah akan ditentukan pada triwulan I 2025. Hal ini seiring dengan target rampungnya kajian yang tengah dilakukan.
Pria yang akrab disapa Tiko itu menjabarkan, kajian yang targetnya bakal rampung triwulan I 2025 itu terkait rencana penggabungan PT Pelindo, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), serta rencana Merger sejumlah BUMN Karya.
&quot;Masih dikaji, selesai kajian mungkin kuartal I 2025, kajian dulu, terutama kajian komersial, dan kajian secara hukum,&quot; ujar Tiko saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, dikutip Senin (30/12/2024).

BACA JUGA:
Pantau Arus Mudik Libur Nataru, Ini Pesan Wamen BUMN


1. Merger bertahap
Lebih lanjut, Tiko menjelaskan untuk rencana merger BUMN Karya akan dilakukan secara bertahap. Namun pelaksanaannya setelah keluar hasil kajian yang telah dilakukan. Rencananya untuk tahap pertama yang akan digabung adalah PT Hutama Karya (Persero) dengan PT Waskita Karya (WSKT).
&quot;Mestinya sudah bisa tahun depan, HK dan Waskita dulu, kalau kajian di triwulan 1, kalau pelaksanaannya sekitar 1 tahun,&quot; tambah Tiko.

BACA JUGA:
Wamen BUMN Ungkap Rencana Besar IPO MIND ID dan Inalum


2. Merger BUMN Karya
Setelah HK dan Waskita rampung, selanjutnya juga dilakukan merger untuk PT Wijaya Karya (WIKA) dengan PT Pembangunan Perumahan (PTPP). Selain itu ada penggabungan PT Brantas Abipraya dengan PT Adhi Karya (ADHI).
&quot;(Selain HK - Waskita) itu ada PTPP dan WIKA, dan Brantas dengan ADHI, kajiannya sama, rampung triwulan 1 2025,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMi8wNS80LzE4Njk3MS8zL0Q1dnNiaHNGRGMw&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
3. Merger Pelni-ASDP
Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) (Persero) Tri Andayani merespon terkait adanya rencana merger dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
Tri Andayani mengaku pihaknya siap untuk mengikuti hasil kajian yang saat ini tengah dilakukan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Targetnya, kajian merger tersebut akan rampung pada kuartal I 2025 mendatang.
&quot;Kita nanti apapun kajian dari pemerintah, pasti kita ikuti, apa pun itu untuk kepentingan masyarakat,&quot; ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok.
4. Tekan Biaya Logistik
Tri Andayani atau akrab disapa Anda menilai salah satu alasan  penggabungan perusahaan pelat merah di sektor maritim ini bertujuan  untuk menekan biaya logistik dan mendukung percepatan program  Pemerintah.
&quot;Kalau kita membaca salah satunya untuk menekan biaya logistik,  kemudian pasti dengan dilihat dari berbagai aspek, termasuk efektivitas,  cuman itu akan dikaji lebih lanjut,&quot; kata Anda.
&quot;Program holdingisasi itu bukan 1 program yang baru ya, artinya ada  holdingisasi di berbagai sektor, kalau dari sisi maritim, itu saya rasa  hal yang wajar, pasti tujuannya untuk mendukung program percepatan  pemerintah,&quot; tambahnya.
5. Daftar perusahaan yang dimerger
Usai merger, Kementerian akan membuat segmentasi berdasarkan fokus  bisnis perusahaan. Misalnya, BUMN Karya yang ahli (expertise) di jalan  tol, perumahan, pembangunan kilang minyak, dan sektor lainnya.
Beberapa perusahaan negara yang akan digabung seperti, PT Waskita  Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya  (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk,  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, dan PT Pembangunan Perumahan  (Persero) Tbk, atau PTPP.
Dalam skema yang disusun Kementerian BUMN, Waskita Karya akan dilebur  ke Hutama Karya, Nindya Karya dan Brantas Abipraya dilebur ke Adhi  Karya, lalu Wijaya Karya alias WIKA akan dilebur ke PTPP.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan nasib rencana merger sejumlah perusahaan pelat merah akan ditentukan pada triwulan I 2025. Hal ini seiring dengan target rampungnya kajian yang tengah dilakukan.
Pria yang akrab disapa Tiko itu menjabarkan, kajian yang targetnya bakal rampung triwulan I 2025 itu terkait rencana penggabungan PT Pelindo, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), serta rencana Merger sejumlah BUMN Karya.
&quot;Masih dikaji, selesai kajian mungkin kuartal I 2025, kajian dulu, terutama kajian komersial, dan kajian secara hukum,&quot; ujar Tiko saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, dikutip Senin (30/12/2024).

BACA JUGA:
Pantau Arus Mudik Libur Nataru, Ini Pesan Wamen BUMN


1. Merger bertahap
Lebih lanjut, Tiko menjelaskan untuk rencana merger BUMN Karya akan dilakukan secara bertahap. Namun pelaksanaannya setelah keluar hasil kajian yang telah dilakukan. Rencananya untuk tahap pertama yang akan digabung adalah PT Hutama Karya (Persero) dengan PT Waskita Karya (WSKT).
&quot;Mestinya sudah bisa tahun depan, HK dan Waskita dulu, kalau kajian di triwulan 1, kalau pelaksanaannya sekitar 1 tahun,&quot; tambah Tiko.

BACA JUGA:
Wamen BUMN Ungkap Rencana Besar IPO MIND ID dan Inalum


2. Merger BUMN Karya
Setelah HK dan Waskita rampung, selanjutnya juga dilakukan merger untuk PT Wijaya Karya (WIKA) dengan PT Pembangunan Perumahan (PTPP). Selain itu ada penggabungan PT Brantas Abipraya dengan PT Adhi Karya (ADHI).
&quot;(Selain HK - Waskita) itu ada PTPP dan WIKA, dan Brantas dengan ADHI, kajiannya sama, rampung triwulan 1 2025,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMi8wNS80LzE4Njk3MS8zL0Q1dnNiaHNGRGMw&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
3. Merger Pelni-ASDP
Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) (Persero) Tri Andayani merespon terkait adanya rencana merger dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
Tri Andayani mengaku pihaknya siap untuk mengikuti hasil kajian yang saat ini tengah dilakukan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Targetnya, kajian merger tersebut akan rampung pada kuartal I 2025 mendatang.
&quot;Kita nanti apapun kajian dari pemerintah, pasti kita ikuti, apa pun itu untuk kepentingan masyarakat,&quot; ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok.
4. Tekan Biaya Logistik
Tri Andayani atau akrab disapa Anda menilai salah satu alasan  penggabungan perusahaan pelat merah di sektor maritim ini bertujuan  untuk menekan biaya logistik dan mendukung percepatan program  Pemerintah.
&quot;Kalau kita membaca salah satunya untuk menekan biaya logistik,  kemudian pasti dengan dilihat dari berbagai aspek, termasuk efektivitas,  cuman itu akan dikaji lebih lanjut,&quot; kata Anda.
&quot;Program holdingisasi itu bukan 1 program yang baru ya, artinya ada  holdingisasi di berbagai sektor, kalau dari sisi maritim, itu saya rasa  hal yang wajar, pasti tujuannya untuk mendukung program percepatan  pemerintah,&quot; tambahnya.
5. Daftar perusahaan yang dimerger
Usai merger, Kementerian akan membuat segmentasi berdasarkan fokus  bisnis perusahaan. Misalnya, BUMN Karya yang ahli (expertise) di jalan  tol, perumahan, pembangunan kilang minyak, dan sektor lainnya.
Beberapa perusahaan negara yang akan digabung seperti, PT Waskita  Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya  (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk,  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, dan PT Pembangunan Perumahan  (Persero) Tbk, atau PTPP.
Dalam skema yang disusun Kementerian BUMN, Waskita Karya akan dilebur  ke Hutama Karya, Nindya Karya dan Brantas Abipraya dilebur ke Adhi  Karya, lalu Wijaya Karya alias WIKA akan dilebur ke PTPP.</content:encoded></item></channel></rss>
