<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tips Penting Kelola Keuangan di 2025, Yuk Simak!</title><description>Banyak barang-barang yang naik dan hal-hal yang tak terduga di tahun ini. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/01/622/3100581/tips-penting-kelola-keuangan-di-2025-yuk-simak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/01/622/3100581/tips-penting-kelola-keuangan-di-2025-yuk-simak"/><item><title>Tips Penting Kelola Keuangan di 2025, Yuk Simak!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/01/622/3100581/tips-penting-kelola-keuangan-di-2025-yuk-simak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/01/622/3100581/tips-penting-kelola-keuangan-di-2025-yuk-simak</guid><pubDate>Rabu 01 Januari 2025 22:05 WIB</pubDate><dc:creator>Adinda Ayu Larasati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/01/622/3100581/tips_keuangan-BsHp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mengatur keuangan di Tahun Baru 2025 sangat penting untuk dilakukan. (Foto: Okezone.com/MotionBanking)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/01/622/3100581/tips_keuangan-BsHp_large.jpg</image><title>Mengatur keuangan di Tahun Baru 2025 sangat penting untuk dilakukan. (Foto: Okezone.com/MotionBanking)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mengatur keuangan di Tahun Baru 2025 sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya, banyak barang-barang yang naik dan hal-hal yang tak terduga di tahun ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketidakstabilan finansial tentu menjadi tantangan utama bagi banyak orang. Memiliki kualitas finansial yang kuat, serta perencanaan keuangan yang baik di masa depan merupakan niat yang harus dimiliki.&#13;
&#13;
1. Buat Skala Prioritas&#13;
&#13;
Perencanaan Keuangan Andy Nugroho menyampaikan kunci untuk mencapai stabilitas finansial jangka panjang adalah menjabarkan skala prioritas. Prioritas pertama adalah pengeluaran yang bersifat penting dan wajib.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Contohnya adalah membayar cicilan kredit dan hutang seperti cicilan KPR, cicilan kendaraan bermotor, utang kartu kredit, ataupun utang lainnya. Selain itu, ada pula pengeluaran seperti uang SPP anak, token listrik, bayar PDAM, iuran BPJS, dan lain sebagainya,&amp;rdquo; ucapnya kepada Okezone.com. Rabu (1/1/2025).&#13;
&#13;
2. Alokasikan Pengeluaran&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Prioritas kedua adalah pengeluaran yang harus terpenuhi, tetapi masih bisa diatur ulang berapa (jumlah) yang akan dikeluarkan. Contoh uang transport ke tempat kerja atau sekolah anak, uang jajan anak ataupun makan siang ditempat kerja, uang untuk makan sehari-hari,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Tempatkan Hal Tidak Penting di Akhir&#13;
&#13;
Selain untuk pengeluaran penting, Andy juga mengatakan bahwa segala hal yang bersifat untuk memuaskan kesenangan belaka dapat menjadi prioritas terakhir yang harus dipenuhi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Prioritas berikutnya adalah yang bersifat kesenangan. Contoh beli baju baru, ganti gadget, ngopi di kafe, dan banyak hal lain,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
4. Hitung-hitungan pengeluaran&#13;
&#13;
Agar lebih akurat lagi, kita bisa mengatur pos-pos pengeluaran kita dengan komposisi sebagai berikut:&#13;
&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 55% untuk kebutuhan sehari-hari, include cicilan hutang&#13;
&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 10% untuk ditabung dan diinvestasikan&#13;
&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 10% untuk dana darurat&#13;
&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 10% untuk upgrade skills dan pengetahuan kita&#13;
&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 10% untuk me time dan kesenangan&#13;
&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 5% untuk dana amal dan sedekah&#13;
&#13;
Dengan perencian pos pengeluaran seperti itu, kita dapat membuat perencanaan keuangan secara efektif untuk mencapai stabilitas finansial yang lebih baik di tahun 2025.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mengatur keuangan di Tahun Baru 2025 sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya, banyak barang-barang yang naik dan hal-hal yang tak terduga di tahun ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketidakstabilan finansial tentu menjadi tantangan utama bagi banyak orang. Memiliki kualitas finansial yang kuat, serta perencanaan keuangan yang baik di masa depan merupakan niat yang harus dimiliki.&#13;
&#13;
1. Buat Skala Prioritas&#13;
&#13;
Perencanaan Keuangan Andy Nugroho menyampaikan kunci untuk mencapai stabilitas finansial jangka panjang adalah menjabarkan skala prioritas. Prioritas pertama adalah pengeluaran yang bersifat penting dan wajib.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Contohnya adalah membayar cicilan kredit dan hutang seperti cicilan KPR, cicilan kendaraan bermotor, utang kartu kredit, ataupun utang lainnya. Selain itu, ada pula pengeluaran seperti uang SPP anak, token listrik, bayar PDAM, iuran BPJS, dan lain sebagainya,&amp;rdquo; ucapnya kepada Okezone.com. Rabu (1/1/2025).&#13;
&#13;
2. Alokasikan Pengeluaran&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Prioritas kedua adalah pengeluaran yang harus terpenuhi, tetapi masih bisa diatur ulang berapa (jumlah) yang akan dikeluarkan. Contoh uang transport ke tempat kerja atau sekolah anak, uang jajan anak ataupun makan siang ditempat kerja, uang untuk makan sehari-hari,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Tempatkan Hal Tidak Penting di Akhir&#13;
&#13;
Selain untuk pengeluaran penting, Andy juga mengatakan bahwa segala hal yang bersifat untuk memuaskan kesenangan belaka dapat menjadi prioritas terakhir yang harus dipenuhi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Prioritas berikutnya adalah yang bersifat kesenangan. Contoh beli baju baru, ganti gadget, ngopi di kafe, dan banyak hal lain,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
4. Hitung-hitungan pengeluaran&#13;
&#13;
Agar lebih akurat lagi, kita bisa mengatur pos-pos pengeluaran kita dengan komposisi sebagai berikut:&#13;
&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 55% untuk kebutuhan sehari-hari, include cicilan hutang&#13;
&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 10% untuk ditabung dan diinvestasikan&#13;
&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 10% untuk dana darurat&#13;
&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 10% untuk upgrade skills dan pengetahuan kita&#13;
&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 10% untuk me time dan kesenangan&#13;
&#13;
&amp;middot; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 5% untuk dana amal dan sedekah&#13;
&#13;
Dengan perencian pos pengeluaran seperti itu, kita dapat membuat perencanaan keuangan secara efektif untuk mencapai stabilitas finansial yang lebih baik di tahun 2025.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
