<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Benarkah Biaya Admin QRIS Kena PPN 12% per Januari 2025?</title><description>PPN memang dikenakan atas transaksi yang memanfaatkan fintech, QRIS salah satunya.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/02/320/3100847/benarkah-biaya-admin-qris-kena-ppn-12-per-januari-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/02/320/3100847/benarkah-biaya-admin-qris-kena-ppn-12-per-januari-2025"/><item><title>Benarkah Biaya Admin QRIS Kena PPN 12% per Januari 2025?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/02/320/3100847/benarkah-biaya-admin-qris-kena-ppn-12-per-januari-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/02/320/3100847/benarkah-biaya-admin-qris-kena-ppn-12-per-januari-2025</guid><pubDate>Kamis 02 Januari 2025 18:08 WIB</pubDate><dc:creator>Aura Fierdausi Alfahis</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/02/320/3100847/qris-R4Fk_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Benarkah Biaya Admin QRIS Kena PPN 12% Per Januari 2025? (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/02/320/3100847/qris-R4Fk_large.jpg</image><title>Benarkah Biaya Admin QRIS Kena PPN 12% Per Januari 2025? (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Benarkah biaya admin QRIS kena PPN 12% per Januari 2025? Jawabannya tentu tidak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menteri Koordinator Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pengguna QRIS, baik di Indonesia maupun di negara lain yang telah menerapkan sistem pembayaran digital ini, tidak akan dibebani PPN sebesar 12%.&#13;
&#13;
Berikut penjelasan terkait benarkah biaya admin QRIS kena PPN 12% per Januari 2025 yang sudah dirangkum dari beberapa sumber, Okezone, Kamis (2/1/2025).&#13;
&#13;
1.&amp;nbsp; Penjelasan QRIS&#13;
&#13;
Kementerian Keuangan menegaskan transaksi jual beli masyarakat melalui QRIS dan sejenisnya tidak menimbulkan beban PPN tambahan untuk customer.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;QRIS adalah media pembayaran antara merchant (penjual) dan customer (pembeli) sesuai nilai transaksi perdagangan, memanfaatkan teknologi finansial (fintech) yang semakin memudahkan transaksi,&amp;quot; tulis Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. PPN QRIS Ditanggung Mercant&#13;
&#13;
PPN memang dikenakan atas transaksi yang memanfaatkan fintech, QRIS salah satunya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun, beban PPN atas transaksi via QRIS sepenuhnya ditanggung merchant, berjalan sejak tahun 2022 melalui PMK 69 Tahun 2022,&amp;quot; imbuh Febrio.&#13;
&#13;
Hal terakhir yang perlu diketahui adalah dengan kenaikan PPN dari 11% menjadi 12%, tidak ada tambahan beban bagi customer yang bertransaksi via QRIS.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Penegasan Menko Airlangga&#13;
&#13;
Menko Perekonomian&amp;nbsp;Airlangga Hartarto&amp;nbsp;menegaskan transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan e-Money seperti e-toll tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12%. Pengenaan PPN 12% hanya akan dikenakan pada nilai barangnya, bukan pada sistem transaksinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini ramai QRIS. Itu juga tidak dikenakan PPN. Jadi QRIS tidak ada PPN. Sama seperti debit card transaksi yang lain,&amp;rdquo; ujar Airlangga,&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Benarkah biaya admin QRIS kena PPN 12% per Januari 2025? Jawabannya tentu tidak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menteri Koordinator Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pengguna QRIS, baik di Indonesia maupun di negara lain yang telah menerapkan sistem pembayaran digital ini, tidak akan dibebani PPN sebesar 12%.&#13;
&#13;
Berikut penjelasan terkait benarkah biaya admin QRIS kena PPN 12% per Januari 2025 yang sudah dirangkum dari beberapa sumber, Okezone, Kamis (2/1/2025).&#13;
&#13;
1.&amp;nbsp; Penjelasan QRIS&#13;
&#13;
Kementerian Keuangan menegaskan transaksi jual beli masyarakat melalui QRIS dan sejenisnya tidak menimbulkan beban PPN tambahan untuk customer.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;QRIS adalah media pembayaran antara merchant (penjual) dan customer (pembeli) sesuai nilai transaksi perdagangan, memanfaatkan teknologi finansial (fintech) yang semakin memudahkan transaksi,&amp;quot; tulis Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. PPN QRIS Ditanggung Mercant&#13;
&#13;
PPN memang dikenakan atas transaksi yang memanfaatkan fintech, QRIS salah satunya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun, beban PPN atas transaksi via QRIS sepenuhnya ditanggung merchant, berjalan sejak tahun 2022 melalui PMK 69 Tahun 2022,&amp;quot; imbuh Febrio.&#13;
&#13;
Hal terakhir yang perlu diketahui adalah dengan kenaikan PPN dari 11% menjadi 12%, tidak ada tambahan beban bagi customer yang bertransaksi via QRIS.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Penegasan Menko Airlangga&#13;
&#13;
Menko Perekonomian&amp;nbsp;Airlangga Hartarto&amp;nbsp;menegaskan transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan e-Money seperti e-toll tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12%. Pengenaan PPN 12% hanya akan dikenakan pada nilai barangnya, bukan pada sistem transaksinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini ramai QRIS. Itu juga tidak dikenakan PPN. Jadi QRIS tidak ada PPN. Sama seperti debit card transaksi yang lain,&amp;rdquo; ujar Airlangga,&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
