<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NIK Jadi NPWP Capai 78,9 Juta Wajib Pajak</title><description>Pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) jadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sudah mencapai 78,96 juta wajib pajak (WP).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/06/320/3101991/nik-jadi-npwp-capai-78-9-juta-wajib-pajak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/06/320/3101991/nik-jadi-npwp-capai-78-9-juta-wajib-pajak"/><item><title>NIK Jadi NPWP Capai 78,9 Juta Wajib Pajak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/06/320/3101991/nik-jadi-npwp-capai-78-9-juta-wajib-pajak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/06/320/3101991/nik-jadi-npwp-capai-78-9-juta-wajib-pajak</guid><pubDate>Senin 06 Januari 2025 23:25 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/06/320/3101991/ktp-yKuo_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">NIK Jadi NPWP Capai 78,9 Juta Wajib Pajak (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/06/320/3101991/ktp-yKuo_large.jpg</image><title>NIK Jadi NPWP Capai 78,9 Juta Wajib Pajak (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) jadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sudah mencapai 78,96 juta wajib pajak (WP). Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan melaporkan data tersebut tercatat hingga 6 Januari 2025.&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Update sampai dengan hari ini, dari 79.327.796 wajib pajak, yang sudah padan ada di angka 78.962.045, yang belum padan ada di 366.751 wajib pajak,&amp;quot; kata Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo.&#13;
&#13;
NIK jadi NPWP&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
1. Permudah akses wajib pajak&#13;
&#13;
Suryo menyampaikan, pemadanan NIK-NPWP menjadi langkah penting untuk memastikan kemudahan akses wajib pajak ke sistem Coretax DJP. Sistem ini memungkinkan pemadanan otomatis saat wajib pajak mengakses layanan DJP Online.&#13;
Ia juga mengingatkan wajib pajak untuk memperbarui informasi kontak, seperti nomor telepon dan email agar notifikasi atau informasi penting dapat diterima dengan baik.&#13;
&amp;quot;Jadi ini yang juga kemarin menjadi tanda kutip sedikit hambatan pada waktu kami mengirimkan balik notifikasi ke alamat email wajib pajak ternyata alamat emailnya belum diupdate atau belum dimutakhirkan,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
2. Sistem Coretax&#13;
&#13;
DJP juga mengumumkan wajib pajak mulai bisa mencoba login ke sistem Coretax.&#13;
Coretax DJP dapat diakses melalui tautan https://www.pajak.go.id/coretaxdjp/ oleh wajib pajak yang memiliki akun DJP Online. Untuk login, wajib pajak perlu memasukkan NIK atau NPWP, kata sandi DJP Online, kode captcha, dan mengklik tombol &amp;quot;Log in&amp;quot;.&#13;
Bagi yang belum memiliki akun DJP Online, pendaftaran dapat dilakukan di laman https://ereg.pajak.go.id/login.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Waspada penipuan&#13;
&#13;
DJP mengimbau wajib pajak untuk berhati-hati dan memastikan respons yang diterima melalui email atau SMS benar-benar berasal dari DJP. Jika ada keraguan, wajib pajak dapat menghubungi saluran komunikasi resmi seperti:&#13;
&amp;ldquo;Jika wajib pajak ragu-ragu, jangan segan untuk menghubungi kami melalui saluran komunikasi kring pajak 1500200, faksimile (021) 5251245, email pengaduan@pajak.go.id, twitter @kring_pajak, website pengaduan.pajak.go.id, dan chat pajak www.pajak.go.id,&amp;rdquo; ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) jadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sudah mencapai 78,96 juta wajib pajak (WP). Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan melaporkan data tersebut tercatat hingga 6 Januari 2025.&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Update sampai dengan hari ini, dari 79.327.796 wajib pajak, yang sudah padan ada di angka 78.962.045, yang belum padan ada di 366.751 wajib pajak,&amp;quot; kata Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo.&#13;
&#13;
NIK jadi NPWP&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
1. Permudah akses wajib pajak&#13;
&#13;
Suryo menyampaikan, pemadanan NIK-NPWP menjadi langkah penting untuk memastikan kemudahan akses wajib pajak ke sistem Coretax DJP. Sistem ini memungkinkan pemadanan otomatis saat wajib pajak mengakses layanan DJP Online.&#13;
Ia juga mengingatkan wajib pajak untuk memperbarui informasi kontak, seperti nomor telepon dan email agar notifikasi atau informasi penting dapat diterima dengan baik.&#13;
&amp;quot;Jadi ini yang juga kemarin menjadi tanda kutip sedikit hambatan pada waktu kami mengirimkan balik notifikasi ke alamat email wajib pajak ternyata alamat emailnya belum diupdate atau belum dimutakhirkan,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
2. Sistem Coretax&#13;
&#13;
DJP juga mengumumkan wajib pajak mulai bisa mencoba login ke sistem Coretax.&#13;
Coretax DJP dapat diakses melalui tautan https://www.pajak.go.id/coretaxdjp/ oleh wajib pajak yang memiliki akun DJP Online. Untuk login, wajib pajak perlu memasukkan NIK atau NPWP, kata sandi DJP Online, kode captcha, dan mengklik tombol &amp;quot;Log in&amp;quot;.&#13;
Bagi yang belum memiliki akun DJP Online, pendaftaran dapat dilakukan di laman https://ereg.pajak.go.id/login.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Waspada penipuan&#13;
&#13;
DJP mengimbau wajib pajak untuk berhati-hati dan memastikan respons yang diterima melalui email atau SMS benar-benar berasal dari DJP. Jika ada keraguan, wajib pajak dapat menghubungi saluran komunikasi resmi seperti:&#13;
&amp;ldquo;Jika wajib pajak ragu-ragu, jangan segan untuk menghubungi kami melalui saluran komunikasi kring pajak 1500200, faksimile (021) 5251245, email pengaduan@pajak.go.id, twitter @kring_pajak, website pengaduan.pajak.go.id, dan chat pajak www.pajak.go.id,&amp;rdquo; ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
