<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Tarik Utang 2025 Lebih Awal, Tembus Rp85,9 Triliun</title><description>Pemerintah tarik utang lebih awal untuk mengantisipasi kebutuhan pembiayaan tahun 2025. Kementerian Keuangan melakukan prefunding atau penerbitan surat utang sebelum tahun anggaran berjalan sebesar Rp85,9 triliun.&#13;
 &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/06/320/3101996/pemerintah-tarik-utang-2025-lebih-awal-tembus-rp85-9-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/06/320/3101996/pemerintah-tarik-utang-2025-lebih-awal-tembus-rp85-9-triliun"/><item><title>Pemerintah Tarik Utang 2025 Lebih Awal, Tembus Rp85,9 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/06/320/3101996/pemerintah-tarik-utang-2025-lebih-awal-tembus-rp85-9-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/06/320/3101996/pemerintah-tarik-utang-2025-lebih-awal-tembus-rp85-9-triliun</guid><pubDate>Senin 06 Januari 2025 23:55 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/06/320/3101996/rupiah-kCVs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah Tarik Utang 2025 Lebih Awal, Tembus Rp85,9 Triliun&amp;nbsp;(Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/06/320/3101996/rupiah-kCVs_large.jpg</image><title>Pemerintah Tarik Utang 2025 Lebih Awal, Tembus Rp85,9 Triliun&amp;nbsp;(Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah tarik utang lebih awal untuk mengantisipasi kebutuhan pembiayaan tahun 2025. Kementerian Keuangan melakukan prefunding atau penerbitan surat utang sebelum tahun anggaran berjalan sebesar Rp85,9 triliun.&#13;
&amp;ldquo;Terkait dengan tantangan global yang masih besar, kami antisipasi dan memastikan pembiayaan utang dilakukan dengan biaya atau cost of fund yang wajar dan risiko yang terkelola dengan baik,&amp;rdquo; kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto dilansir dari Antara, Senin (6/1/2025).&#13;
&#13;
Utang Pemerintah Indonesia&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
1. Kurangi penerbitan utang&#13;
&#13;
Menurut Suminto, prefunding tersebut akan mengurangi penerbitan surat utang pada tahun anggaran 2025.&#13;
Selain itu, Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah sepakat untuk melakukan penukaran utang atas Surat Berharga Negara (SBN) pembiayaan COVID-19 yang jatuh tempo pada 2025 sebesar Rp100 triliun, sehingga mengurangi penerbitan di pasar perdana.&#13;
&#13;
2. Defisit APBN 2025&#13;
&#13;
Pada APBN 2025, Pemerintah menargetkan defisit sebesar Rp616,2 triliun atau 2,53% terhadap produk domestik bruto (PDB). Pembiayaan anggaran dirancang sebesar Rp775,9 triliun melalui pembiayaan utang dan Rp159,7 triliun melalui pembiayaan non-utang.&#13;
Untuk pembiayaan utang, sebesar Rp642,5 triliun berasal dari penerbitan SBN. Sementara Rp133,3 lainnya berasal dari pinjaman.&#13;
&amp;ldquo;Namun demikian, sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang APBN, kami memiliki fleksibilitas dari sisi penggunaan instrumen utang, sehingga antara SBN dan pinjaman itu bisa saling menggantikan,&amp;rdquo; ujar Suminto.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. SILPA APBN 2024&#13;
&#13;
Selain melalui penerbitan surat utang, Pemerintah juga masih memiliki Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) dari APBN 2024 sebesar Rp45,4 triliun yang dapat digunakan sebagai penopang pembiayaan.&#13;
Kemudian, juga ada Saldo Anggaran Lebih (SAL) APBN 2024 yang juga dapat digunakan sebagai bantalan tambahan bagi kebutuhan pembiayaan tahun 2025.&#13;
Adapun APBN 2024 tercatat mengalami defisit sebesar Rp507,8 triliun atau 2,29% terhadap PDB.%tase itu sesuai dengan target yang ditetapkan dalam APBN 2024.&#13;
&#13;
4. Pendapatan negara&#13;
&#13;
Pendapatan negara secara umum menunjukkan kinerja positif, dengan realisasi sementara sebesar Rp2.842,5 triliun. Sedangkan belanja negara tercatat sebesar Rp3.350,3 triliun.&#13;
Keseimbangan primer terealisasi sebesar Rp19,4 triliun. Realisasi sementara pembiayaan anggaran mencapai Rp553,2 triliun, dengan SILPA Rp45,4 triliun.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah tarik utang lebih awal untuk mengantisipasi kebutuhan pembiayaan tahun 2025. Kementerian Keuangan melakukan prefunding atau penerbitan surat utang sebelum tahun anggaran berjalan sebesar Rp85,9 triliun.&#13;
&amp;ldquo;Terkait dengan tantangan global yang masih besar, kami antisipasi dan memastikan pembiayaan utang dilakukan dengan biaya atau cost of fund yang wajar dan risiko yang terkelola dengan baik,&amp;rdquo; kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto dilansir dari Antara, Senin (6/1/2025).&#13;
&#13;
Utang Pemerintah Indonesia&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
1. Kurangi penerbitan utang&#13;
&#13;
Menurut Suminto, prefunding tersebut akan mengurangi penerbitan surat utang pada tahun anggaran 2025.&#13;
Selain itu, Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah sepakat untuk melakukan penukaran utang atas Surat Berharga Negara (SBN) pembiayaan COVID-19 yang jatuh tempo pada 2025 sebesar Rp100 triliun, sehingga mengurangi penerbitan di pasar perdana.&#13;
&#13;
2. Defisit APBN 2025&#13;
&#13;
Pada APBN 2025, Pemerintah menargetkan defisit sebesar Rp616,2 triliun atau 2,53% terhadap produk domestik bruto (PDB). Pembiayaan anggaran dirancang sebesar Rp775,9 triliun melalui pembiayaan utang dan Rp159,7 triliun melalui pembiayaan non-utang.&#13;
Untuk pembiayaan utang, sebesar Rp642,5 triliun berasal dari penerbitan SBN. Sementara Rp133,3 lainnya berasal dari pinjaman.&#13;
&amp;ldquo;Namun demikian, sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang APBN, kami memiliki fleksibilitas dari sisi penggunaan instrumen utang, sehingga antara SBN dan pinjaman itu bisa saling menggantikan,&amp;rdquo; ujar Suminto.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. SILPA APBN 2024&#13;
&#13;
Selain melalui penerbitan surat utang, Pemerintah juga masih memiliki Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) dari APBN 2024 sebesar Rp45,4 triliun yang dapat digunakan sebagai penopang pembiayaan.&#13;
Kemudian, juga ada Saldo Anggaran Lebih (SAL) APBN 2024 yang juga dapat digunakan sebagai bantalan tambahan bagi kebutuhan pembiayaan tahun 2025.&#13;
Adapun APBN 2024 tercatat mengalami defisit sebesar Rp507,8 triliun atau 2,29% terhadap PDB.%tase itu sesuai dengan target yang ditetapkan dalam APBN 2024.&#13;
&#13;
4. Pendapatan negara&#13;
&#13;
Pendapatan negara secara umum menunjukkan kinerja positif, dengan realisasi sementara sebesar Rp2.842,5 triliun. Sedangkan belanja negara tercatat sebesar Rp3.350,3 triliun.&#13;
Keseimbangan primer terealisasi sebesar Rp19,4 triliun. Realisasi sementara pembiayaan anggaran mencapai Rp553,2 triliun, dengan SILPA Rp45,4 triliun.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
