<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukalapak Tutup, BEI Pertanyakan Dana IPO Rp21,3 Triliun</title><description>BEI menyoroti langkah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang memutuskan menutup segmen penjualan produk fisik di platform e-commerce-nya. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/09/278/3102811/bukalapak-tutup-bei-pertanyakan-dana-ipo-rp21-3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/09/278/3102811/bukalapak-tutup-bei-pertanyakan-dana-ipo-rp21-3-triliun"/><item><title>Bukalapak Tutup, BEI Pertanyakan Dana IPO Rp21,3 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/09/278/3102811/bukalapak-tutup-bei-pertanyakan-dana-ipo-rp21-3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/09/278/3102811/bukalapak-tutup-bei-pertanyakan-dana-ipo-rp21-3-triliun</guid><pubDate>Kamis 09 Januari 2025 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/09/278/3102811/saham-9UPO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI Soal Dana IPO BUKA</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/09/278/3102811/saham-9UPO_large.jpg</image><title>BEI Soal Dana IPO BUKA</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti langkah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang memutuskan menutup segmen penjualan produk fisik di platform e-commerce-nya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
1. Dana IPO&#13;
&#13;
&#13;
Kendati manajemen BUKA menilai keputusan ini merupakan bagian dari adaptasi terhadap dinamika bisnis, BEI mempertanyakan relevansi dana IPO BUKA.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;(Terkait pilihan menutup produk fisik) kami menanyakan mengenai relevansi dana yang dihimpun. Karena tujuannya kan ada untuk pengembangan e-commerce,&amp;rdquo; ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2025).&#13;
&#13;
&#13;
2. Dana IPO Masih Tersisa&#13;
&#13;
&#13;
Hingga 11 Juli 2024, dana IPO BUKA masih tersisa Rp9,82 triliun, dari total dana IPO (net) yang dihimpun senilai Rp21,32 triliun (gross Rp21,9 triliun). Sejak listing pada 6 Agustus 2021, BUKA telah merealisasikan dana IPO sebesar Rp11,49 triliun.&#13;
&#13;
Nyoman mengakui pihaknya telah melakukan dengar pendapat dengan manajemen BUKA terkait &amp;lsquo;going concern&amp;rsquo; perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
3. Tingkatkan Efisiensi&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Nyoman, langkah BUKA merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi, dan fokus pada segmen yang memberikan profitabilitas lebih tinggi.&#13;
&#13;
Dari seluruh segmen, BUKA memilih produk non-fisik sehingga harus menghentikan operasional produk fisik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka (Manajemen BUKA) melihat yang mana yang memberikan profitability yang lebih tinggi, atau revenue yang lebih tinggi. Dari e-commerce itu kelihatan bahwa yang non-fisik itu lebih tinggi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
4. Bisnis&#13;
&#13;
&#13;
Nyoman menegaskan keberlanjutan bisnis Bukalapak masih berjalan, karena tidak menutup seluruh bisnis e-commerce-nya. Perusahaan hanya akan menghentikan penjualan produk fisik, sedangkan platform e-commerce secara keseluruhan tetap beroperasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka tetap menjalankan bisnis e-commerce, tetapi ada komponen di dalamnya yang dipilih untuk difokuskan,&amp;rdquo; jelas Nyoman.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti langkah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang memutuskan menutup segmen penjualan produk fisik di platform e-commerce-nya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
1. Dana IPO&#13;
&#13;
&#13;
Kendati manajemen BUKA menilai keputusan ini merupakan bagian dari adaptasi terhadap dinamika bisnis, BEI mempertanyakan relevansi dana IPO BUKA.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;(Terkait pilihan menutup produk fisik) kami menanyakan mengenai relevansi dana yang dihimpun. Karena tujuannya kan ada untuk pengembangan e-commerce,&amp;rdquo; ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2025).&#13;
&#13;
&#13;
2. Dana IPO Masih Tersisa&#13;
&#13;
&#13;
Hingga 11 Juli 2024, dana IPO BUKA masih tersisa Rp9,82 triliun, dari total dana IPO (net) yang dihimpun senilai Rp21,32 triliun (gross Rp21,9 triliun). Sejak listing pada 6 Agustus 2021, BUKA telah merealisasikan dana IPO sebesar Rp11,49 triliun.&#13;
&#13;
Nyoman mengakui pihaknya telah melakukan dengar pendapat dengan manajemen BUKA terkait &amp;lsquo;going concern&amp;rsquo; perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
3. Tingkatkan Efisiensi&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Nyoman, langkah BUKA merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi, dan fokus pada segmen yang memberikan profitabilitas lebih tinggi.&#13;
&#13;
Dari seluruh segmen, BUKA memilih produk non-fisik sehingga harus menghentikan operasional produk fisik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka (Manajemen BUKA) melihat yang mana yang memberikan profitability yang lebih tinggi, atau revenue yang lebih tinggi. Dari e-commerce itu kelihatan bahwa yang non-fisik itu lebih tinggi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
4. Bisnis&#13;
&#13;
&#13;
Nyoman menegaskan keberlanjutan bisnis Bukalapak masih berjalan, karena tidak menutup seluruh bisnis e-commerce-nya. Perusahaan hanya akan menghentikan penjualan produk fisik, sedangkan platform e-commerce secara keseluruhan tetap beroperasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka tetap menjalankan bisnis e-commerce, tetapi ada komponen di dalamnya yang dipilih untuk difokuskan,&amp;rdquo; jelas Nyoman.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
