<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bulog Targetkan Serap Beras 3 Juta Ton</title><description>Perum Bulog menargetkan serapan beras atau gabah nasional  mencapai 3 juta ton pada 2025. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/12/320/3103763/waktu-tempuh-kereta-lebih-singkat-di-2025-ini-jadwal-lengkapnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/12/320/3103763/waktu-tempuh-kereta-lebih-singkat-di-2025-ini-jadwal-lengkapnya"/><item><title>Bulog Targetkan Serap Beras 3 Juta Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/12/320/3103763/waktu-tempuh-kereta-lebih-singkat-di-2025-ini-jadwal-lengkapnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/12/320/3103763/waktu-tempuh-kereta-lebih-singkat-di-2025-ini-jadwal-lengkapnya</guid><pubDate>Minggu 12 Januari 2025 19:50 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Perum Bulog menargetkan serapan beras atau gabah nasional &amp;nbsp;mencapai 3 juta ton pada 2025. Jumlah ini sesuai dengan target penugasan pemerintah.&#13;
&#13;
1. Strategi Perusahaan&#13;
&#13;
&#13;
Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Mokhamad Suyamto mengatakan, perusahaan punya strategi untuk bisa mencapai target serapan beras tahun ini. Salah satunya membentuk Tim Jemput Gabah.&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, tim bertugas menyerap gabah di sejumlah wilayah yang mengadakan panen raya. Bulog juga telah menyiapkan titik pembelian gabah menggunakan fasilitas pengolahan sendiri maupun melalui kerja sama dengan mitra penggilingan.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan berupaya untuk memenuhi target penyerapan sebagai bentuk komitmen kami dalam mendukung program pemerintah, tentunya dibutuhkan koordinasi yang baik bagi tiap stakeholders kami di seluruh wilayah kerja Bulog,&amp;quot; ujar Suyamto melalui keterangan pers, Minggu (12/1/2025).&#13;
&#13;
2. Serapan Gabah&#13;
&#13;
&#13;
Terkait dengan harga, Suyamto memastikan serapan gabah masih mengacu pada harga pembelian pemerintah (HPP) yang berlaku sebelumnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Pemerintah bakal menaikkan HPP gabah dari Rp6.000 per kilogram (Kg) menjadi Rp6.500 per Kg. HPP gabah mulai berlaku efektif 15 Januari 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Periode sekarang pun kami masih melakukan penyerapan dengan mengacu pada HPP yang telah ditentukan sebelumnya,&amp;rdquo; paparnya.&#13;
&#13;
3. BUMN Sektor Pangan&#13;
&#13;
&#13;
BUMN di sektor pangan ini sudah&amp;nbsp;menyiapkan anggaran senilai Rp22 triliun di tengah keputusan pemerintah menaikan HPP gabah. Nilai ini dikonfirmasi langsung Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan alias Zulhas.&#13;
&#13;
&#13;
Dia menyebut, Bulog tetap menyerap komoditas beras, sekalipun HPP-nya melonjak dari ketentuan sebelumnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekarang yang disepakati kemarin berapa? Dana yang tersedia Rp22 triliun,&amp;rdquo; ucap Zulhas usai rapat koordinasi di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Perum Bulog menargetkan serapan beras atau gabah nasional &amp;nbsp;mencapai 3 juta ton pada 2025. Jumlah ini sesuai dengan target penugasan pemerintah.&#13;
&#13;
1. Strategi Perusahaan&#13;
&#13;
&#13;
Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Mokhamad Suyamto mengatakan, perusahaan punya strategi untuk bisa mencapai target serapan beras tahun ini. Salah satunya membentuk Tim Jemput Gabah.&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, tim bertugas menyerap gabah di sejumlah wilayah yang mengadakan panen raya. Bulog juga telah menyiapkan titik pembelian gabah menggunakan fasilitas pengolahan sendiri maupun melalui kerja sama dengan mitra penggilingan.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan berupaya untuk memenuhi target penyerapan sebagai bentuk komitmen kami dalam mendukung program pemerintah, tentunya dibutuhkan koordinasi yang baik bagi tiap stakeholders kami di seluruh wilayah kerja Bulog,&amp;quot; ujar Suyamto melalui keterangan pers, Minggu (12/1/2025).&#13;
&#13;
2. Serapan Gabah&#13;
&#13;
&#13;
Terkait dengan harga, Suyamto memastikan serapan gabah masih mengacu pada harga pembelian pemerintah (HPP) yang berlaku sebelumnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Pemerintah bakal menaikkan HPP gabah dari Rp6.000 per kilogram (Kg) menjadi Rp6.500 per Kg. HPP gabah mulai berlaku efektif 15 Januari 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Periode sekarang pun kami masih melakukan penyerapan dengan mengacu pada HPP yang telah ditentukan sebelumnya,&amp;rdquo; paparnya.&#13;
&#13;
3. BUMN Sektor Pangan&#13;
&#13;
&#13;
BUMN di sektor pangan ini sudah&amp;nbsp;menyiapkan anggaran senilai Rp22 triliun di tengah keputusan pemerintah menaikan HPP gabah. Nilai ini dikonfirmasi langsung Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan alias Zulhas.&#13;
&#13;
&#13;
Dia menyebut, Bulog tetap menyerap komoditas beras, sekalipun HPP-nya melonjak dari ketentuan sebelumnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekarang yang disepakati kemarin berapa? Dana yang tersedia Rp22 triliun,&amp;rdquo; ucap Zulhas usai rapat koordinasi di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
