<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berat, Ini Sederet Tantangan Global yang Bakal Ganjal Ekonomi Indonesia</title><description>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa di tahun ini, Indonesia masih menghadapi sejumlah risiko dan ketidakpastian.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/13/320/3104089/berat-ini-sederet-tantangan-global-yang-bakal-ganjal-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/13/320/3104089/berat-ini-sederet-tantangan-global-yang-bakal-ganjal-ekonomi-indonesia"/><item><title>Berat, Ini Sederet Tantangan Global yang Bakal Ganjal Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/13/320/3104089/berat-ini-sederet-tantangan-global-yang-bakal-ganjal-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/13/320/3104089/berat-ini-sederet-tantangan-global-yang-bakal-ganjal-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Senin 13 Januari 2025 18:53 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/13/320/3104089/airlangga-K7Y6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Berat, Ini Sederet Tantangan Global yang Bakal Ganjal Ekonomi Indonesia (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/13/320/3104089/airlangga-K7Y6_large.jpg</image><title>Berat, Ini Sederet Tantangan Global yang Bakal Ganjal Ekonomi Indonesia (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa di tahun ini, Indonesia masih menghadapi sejumlah risiko dan ketidakpastian. Hal ini membuat ekonomi global hanya tumbuh 3,2%.&#13;
&#13;
Tantangan Ekonomi Indonesia&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
1.Kondisi Ekonomi Global&#13;
&#13;
Menurut Menko Airlangga, tantangan ketidakpastian tersebut seperti volatilitas harga komoditas, suku bunga tinggi di negara maju seperti Amerika Serikat, serta pertumbuhan ekonomi China yang masih di bawah ekspektasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita juga menghadapi tantangan perubahan iklim yang kita saksikan di banyak belahan dunia. Dengan ini, prospek ekonomi global diperkirakan masih di bawah level COVID, sekitar 3,2%. Tapi Indonesia masih mampu menjaga pertumbuhan ekonomi,&amp;rdquo; kata Airlangga dalam IBC Business Competitiveness Outlook 2025 di Raffles Hotel Jakarta, Senin (13/1/2025).&#13;
&#13;
2. Pertumbuhan Ekonomi&#13;
&#13;
Menurut Menko Airlangga, pemerintah mengharapkan dapat menjaga pertumbuhan ekonomi seperti tahun lalu yaitu di sekitar 5%. Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand yang tumbuh sekitar 3% dan Korea Selatan yang tumbuh 1,5%, maka Indonesia masih menjaga pertumbuhan yang baik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kita lihat dari indikasi PMI di bulan Desember, kita dalam pertumbuhan di mana ekspansi 51,2%, Selain itu, indeks konsumen serta indeks penjualan riil juga tumbuh positif,&amp;rdquo; terang Airlangga.&#13;
&#13;
3. RI Butuh Investasi&#13;
&#13;
Indonesian Business Council (IBC) dalam laporannya menekankan pentingnya empat pendekatan yang perlu diambil oleh pemerintah untuk memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan menarik investasi.&#13;
&#13;
Empat pendekatan tersebut meliputi reformasi tata kelola untuk meningkatkan kemudahan berusaha, kolaborasi swasta dan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dan perbaikan kualitas sosio-ekonomi, meningkatkan industrialisasi melalui strategi hilirisasi, dan mendorong ekonomi hijau.&#13;
&#13;
Chief Operation Officer IBC William Sabandar mengatakan, pemerintah akan melaksanakan misi besar yang sangat berat. Untuk itu, pihaknya percaya perlu adanya tata kelola dan inovasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam upaya besar ini, pada 2025 pemerintah baru akan mencari aliansi dan menarik investasi secara besar-besaran dan membutuhkan upaya yang kuat. IBC percaya untuk mencapai misi ini tata kelola harus direformasi dan inovasi harus dikejar,&amp;rdquo; ujar William.&#13;
&#13;
William menambahkan tata kelola yang direformasi sangat dibutuhkan guna membangun kepercayaan, memastikan pencapaian program, dan mencegah &amp;ldquo;kebocoran&amp;rdquo;. Sedangkan inovasi akan membantu membuka peluang tersembunyi dan membantu mengamankan daya saing regional Indonesia.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa di tahun ini, Indonesia masih menghadapi sejumlah risiko dan ketidakpastian. Hal ini membuat ekonomi global hanya tumbuh 3,2%.&#13;
&#13;
Tantangan Ekonomi Indonesia&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
1.Kondisi Ekonomi Global&#13;
&#13;
Menurut Menko Airlangga, tantangan ketidakpastian tersebut seperti volatilitas harga komoditas, suku bunga tinggi di negara maju seperti Amerika Serikat, serta pertumbuhan ekonomi China yang masih di bawah ekspektasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita juga menghadapi tantangan perubahan iklim yang kita saksikan di banyak belahan dunia. Dengan ini, prospek ekonomi global diperkirakan masih di bawah level COVID, sekitar 3,2%. Tapi Indonesia masih mampu menjaga pertumbuhan ekonomi,&amp;rdquo; kata Airlangga dalam IBC Business Competitiveness Outlook 2025 di Raffles Hotel Jakarta, Senin (13/1/2025).&#13;
&#13;
2. Pertumbuhan Ekonomi&#13;
&#13;
Menurut Menko Airlangga, pemerintah mengharapkan dapat menjaga pertumbuhan ekonomi seperti tahun lalu yaitu di sekitar 5%. Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand yang tumbuh sekitar 3% dan Korea Selatan yang tumbuh 1,5%, maka Indonesia masih menjaga pertumbuhan yang baik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kita lihat dari indikasi PMI di bulan Desember, kita dalam pertumbuhan di mana ekspansi 51,2%, Selain itu, indeks konsumen serta indeks penjualan riil juga tumbuh positif,&amp;rdquo; terang Airlangga.&#13;
&#13;
3. RI Butuh Investasi&#13;
&#13;
Indonesian Business Council (IBC) dalam laporannya menekankan pentingnya empat pendekatan yang perlu diambil oleh pemerintah untuk memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan menarik investasi.&#13;
&#13;
Empat pendekatan tersebut meliputi reformasi tata kelola untuk meningkatkan kemudahan berusaha, kolaborasi swasta dan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dan perbaikan kualitas sosio-ekonomi, meningkatkan industrialisasi melalui strategi hilirisasi, dan mendorong ekonomi hijau.&#13;
&#13;
Chief Operation Officer IBC William Sabandar mengatakan, pemerintah akan melaksanakan misi besar yang sangat berat. Untuk itu, pihaknya percaya perlu adanya tata kelola dan inovasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam upaya besar ini, pada 2025 pemerintah baru akan mencari aliansi dan menarik investasi secara besar-besaran dan membutuhkan upaya yang kuat. IBC percaya untuk mencapai misi ini tata kelola harus direformasi dan inovasi harus dikejar,&amp;rdquo; ujar William.&#13;
&#13;
William menambahkan tata kelola yang direformasi sangat dibutuhkan guna membangun kepercayaan, memastikan pencapaian program, dan mencegah &amp;ldquo;kebocoran&amp;rdquo;. Sedangkan inovasi akan membantu membuka peluang tersembunyi dan membantu mengamankan daya saing regional Indonesia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
