<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Dagang Indonesia Surplus 56 Bulan Berturut, Desember USD2,24 Miliar</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar USD2,24 miliar pada Desember 2024.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/15/320/3104590/neraca-dagang-indonesia-surplus-56-bulan-berturut-desember-usd2-24-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/15/320/3104590/neraca-dagang-indonesia-surplus-56-bulan-berturut-desember-usd2-24-miliar"/><item><title>Neraca Dagang Indonesia Surplus 56 Bulan Berturut, Desember USD2,24 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/15/320/3104590/neraca-dagang-indonesia-surplus-56-bulan-berturut-desember-usd2-24-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/15/320/3104590/neraca-dagang-indonesia-surplus-56-bulan-berturut-desember-usd2-24-miliar</guid><pubDate>Rabu 15 Januari 2025 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/15/320/3104590/bps-UiMj_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Neraca Dagang Indonesia Surplus 56 Bulan Berturut, Desember USD2,24 Miliar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/15/320/3104590/bps-UiMj_large.jpg</image><title>Neraca Dagang Indonesia Surplus 56 Bulan Berturut, Desember USD2,24 Miliar (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar USD2,24 miliar pada Desember 2024.&#13;
&#13;
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, nilai surplus ini turun USD2,13 miliar dibandingkan dengan bulan lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 56 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,&amp;quot; kata Amalia dalam konferensi pers Rilis BPS, Rabu (15/1/2025).&#13;
&#13;
Neraca Perdagangan Indonesia&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
1. Surplus Desember&#13;
&#13;
Menurut Amalia, surplus pada Desember 2024 tentunya ditopang surplus komoditas non migas, dimana komoditas penyumbang surplus utama adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, besi dan baja.&#13;
&#13;
Pada saat yang sama, neraca perdagangan migas tercatat defisit sebesar USD1,76 miliar yang komoditas penyumbangnya adalah hasil minyak dan minyak mentah.&#13;
&#13;
2. Ekspor Desember&#13;
&#13;
Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, nilai ekspor selama tahun 2024 ini naik 2,29% dibandingkan tahun 2023 sebesar USD258,7 miliar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Total ekspor pada tahun 2024 atau sepanjang tahun 2024 mencapai USD264,7 miliar atau naik sebesar 2,29% dibandingkan dengan tahun 2023,&amp;quot; kata Amalia.&#13;
&#13;
Berdasarkan data BPS, ekspor non migas mencapai USD248,83 miliar atau naik 2,46%. Sedangkan ekspor migas mencapai USD15,88 miliar atau turun 0,28%.&#13;
&#13;
3. Impor Desember&#13;
&#13;
Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, impor migas senilai USD3,30 miliar atau naik 28,26% secara bulanan. Sementara itu impor non migas senilai USD17,93 miliar juga mengalami kenaikan 5,06% secara bulanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenaikan nilai impor secara bulanan ini didorong oleh terutama kenaikan nilai impor non migas yang memberikan andil sebesar 4,04%, dan juga kenaikan impor migas dengan andil sebesar 3,70%,&amp;quot; ujar Amalia dalam konferensi pers Rilis BPS, Rabu (15/1/2025).&#13;
&#13;
Secara tahunan, nilai impor Desember 2024 meningkat 11,07%. Nilai impor migas turun 2,24% sementara non migas naik 13,92% secara tahunan (yoy).&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar USD2,24 miliar pada Desember 2024.&#13;
&#13;
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, nilai surplus ini turun USD2,13 miliar dibandingkan dengan bulan lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 56 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,&amp;quot; kata Amalia dalam konferensi pers Rilis BPS, Rabu (15/1/2025).&#13;
&#13;
Neraca Perdagangan Indonesia&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
1. Surplus Desember&#13;
&#13;
Menurut Amalia, surplus pada Desember 2024 tentunya ditopang surplus komoditas non migas, dimana komoditas penyumbang surplus utama adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, besi dan baja.&#13;
&#13;
Pada saat yang sama, neraca perdagangan migas tercatat defisit sebesar USD1,76 miliar yang komoditas penyumbangnya adalah hasil minyak dan minyak mentah.&#13;
&#13;
2. Ekspor Desember&#13;
&#13;
Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, nilai ekspor selama tahun 2024 ini naik 2,29% dibandingkan tahun 2023 sebesar USD258,7 miliar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Total ekspor pada tahun 2024 atau sepanjang tahun 2024 mencapai USD264,7 miliar atau naik sebesar 2,29% dibandingkan dengan tahun 2023,&amp;quot; kata Amalia.&#13;
&#13;
Berdasarkan data BPS, ekspor non migas mencapai USD248,83 miliar atau naik 2,46%. Sedangkan ekspor migas mencapai USD15,88 miliar atau turun 0,28%.&#13;
&#13;
3. Impor Desember&#13;
&#13;
Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, impor migas senilai USD3,30 miliar atau naik 28,26% secara bulanan. Sementara itu impor non migas senilai USD17,93 miliar juga mengalami kenaikan 5,06% secara bulanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenaikan nilai impor secara bulanan ini didorong oleh terutama kenaikan nilai impor non migas yang memberikan andil sebesar 4,04%, dan juga kenaikan impor migas dengan andil sebesar 3,70%,&amp;quot; ujar Amalia dalam konferensi pers Rilis BPS, Rabu (15/1/2025).&#13;
&#13;
Secara tahunan, nilai impor Desember 2024 meningkat 11,07%. Nilai impor migas turun 2,24% sementara non migas naik 13,92% secara tahunan (yoy).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
