<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga: Harga Komoditas RI Tak Naik meski Ekonomi Global Bergejolak</title><description>Airlangga Hartarto menyatakan harga komoditas di Tanah Air tidak mengalami kenaikan, menyusul proyeksi terjadinya gejolak ekonomi dan politik global pada 2025.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/15/320/3104728/menko-airlangga-harga-komoditas-ri-tak-naik-meski-ekonomi-global-bergejolak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/15/320/3104728/menko-airlangga-harga-komoditas-ri-tak-naik-meski-ekonomi-global-bergejolak"/><item><title>Menko Airlangga: Harga Komoditas RI Tak Naik meski Ekonomi Global Bergejolak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/15/320/3104728/menko-airlangga-harga-komoditas-ri-tak-naik-meski-ekonomi-global-bergejolak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/15/320/3104728/menko-airlangga-harga-komoditas-ri-tak-naik-meski-ekonomi-global-bergejolak</guid><pubDate>Rabu 15 Januari 2025 17:48 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/15/320/3104728/menko_airlangga-bpxg_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga soal Harga Komoditas RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/15/320/3104728/menko_airlangga-bpxg_large.jpg</image><title>Menko Airlangga soal Harga Komoditas RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan harga komoditas di Tanah Air tidak mengalami kenaikan, menyusul proyeksi terjadinya gejolak ekonomi dan politik global pada 2025.&#13;
&#13;
&#13;
1. Fundamental Ekonomi Nasional&#13;
&#13;
&#13;
Bahkan, sejumlah fundamental makro ekonomi nasional diyakini relatif lebih aman atau tidak terdampak oleh ketidakpastian ekonomi dan politik dunia sepanjang 2025. Airlangga menyebut, kondisi ini berbeda dengan krisis kesehatan alias Covid-19 yang memporak porandakan sejumlah aspek penting.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Diantara ketidakpastian ini ada beberapa hal yang relatif lebih aman, yaitu pertama bahwa ketidakpastian ini tidak meningkatkan harga komoditas,&amp;rdquo; ujar Airlangga di Jakart Rabu (15/1/2025) .&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berbeda dengan apa yang terjadi pada saat Covid harga komoditas naik, tidak terkendali dan juga inflasi melonjak. Namun sepertinya ketidakpastian di sini sudah terekam dalam harga yang sudah lebih normalized,&amp;rdquo; paparnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Minyak Mentah&#13;
&#13;
&#13;
Untuk minyak mentah misalnya belum mengalami kenaikan harga, sekalipun terjadi gesekan di Timur Tengah. Kawasan ini memang menghasilkan minyak bumi yang diimpor ke berbagai negara, termasuk Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita melihat ketidakpastian di Timur Tengah belum menaikkan harga BBM, harga premium yang relatif aman. Kemudian berbanding komoditas dibandingkan pada saat Covid tentu jauh dibawah,&amp;rdquo; beber dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. APBN 2025&#13;
&#13;
&#13;
Situasi tersebut membuat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun ini masih aman dan terjangkau. Bahkan dipastikan tidak ada penyesuaian APBN untuk BBM bersubsidi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita tidak seperti di beberapa tahun yang lalu, dimana lonjakan harga BBM memerlukan penyesuaian terhadap BBM maupun terhadap price, terhadap subsidi dan tentunya itu menaikkan inflasi,&amp;rdquo; lanjutnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Kita lihat inflasi kita relatif terkendali di 1,55 persen dan ini salah satu yang terendah. Dan pertumbuhan ekonomi di 2024 berbagai proyeksi masih menekap kan kita pada harga di 5 persen,&amp;rdquo; ungkap Airlangga.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan harga komoditas di Tanah Air tidak mengalami kenaikan, menyusul proyeksi terjadinya gejolak ekonomi dan politik global pada 2025.&#13;
&#13;
&#13;
1. Fundamental Ekonomi Nasional&#13;
&#13;
&#13;
Bahkan, sejumlah fundamental makro ekonomi nasional diyakini relatif lebih aman atau tidak terdampak oleh ketidakpastian ekonomi dan politik dunia sepanjang 2025. Airlangga menyebut, kondisi ini berbeda dengan krisis kesehatan alias Covid-19 yang memporak porandakan sejumlah aspek penting.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Diantara ketidakpastian ini ada beberapa hal yang relatif lebih aman, yaitu pertama bahwa ketidakpastian ini tidak meningkatkan harga komoditas,&amp;rdquo; ujar Airlangga di Jakart Rabu (15/1/2025) .&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berbeda dengan apa yang terjadi pada saat Covid harga komoditas naik, tidak terkendali dan juga inflasi melonjak. Namun sepertinya ketidakpastian di sini sudah terekam dalam harga yang sudah lebih normalized,&amp;rdquo; paparnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Minyak Mentah&#13;
&#13;
&#13;
Untuk minyak mentah misalnya belum mengalami kenaikan harga, sekalipun terjadi gesekan di Timur Tengah. Kawasan ini memang menghasilkan minyak bumi yang diimpor ke berbagai negara, termasuk Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita melihat ketidakpastian di Timur Tengah belum menaikkan harga BBM, harga premium yang relatif aman. Kemudian berbanding komoditas dibandingkan pada saat Covid tentu jauh dibawah,&amp;rdquo; beber dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. APBN 2025&#13;
&#13;
&#13;
Situasi tersebut membuat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun ini masih aman dan terjangkau. Bahkan dipastikan tidak ada penyesuaian APBN untuk BBM bersubsidi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita tidak seperti di beberapa tahun yang lalu, dimana lonjakan harga BBM memerlukan penyesuaian terhadap BBM maupun terhadap price, terhadap subsidi dan tentunya itu menaikkan inflasi,&amp;rdquo; lanjutnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Kita lihat inflasi kita relatif terkendali di 1,55 persen dan ini salah satu yang terendah. Dan pertumbuhan ekonomi di 2024 berbagai proyeksi masih menekap kan kita pada harga di 5 persen,&amp;rdquo; ungkap Airlangga.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
