<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengumuman! Bank Wajib Biayai Program Hilirisasi Prabowo, Dijanjikan Cepat Balik Modal</title><description>Pemerintah mewajibkan perbankan mendanai program hilirisasi yang diusung Presiden Prabowo Subianto&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/17/320/3105399/pengumuman-bank-wajib-biayai-program-hilirisasi-prabowo-dijanjikan-cepat-balik-modal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/17/320/3105399/pengumuman-bank-wajib-biayai-program-hilirisasi-prabowo-dijanjikan-cepat-balik-modal"/><item><title>Pengumuman! Bank Wajib Biayai Program Hilirisasi Prabowo, Dijanjikan Cepat Balik Modal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/17/320/3105399/pengumuman-bank-wajib-biayai-program-hilirisasi-prabowo-dijanjikan-cepat-balik-modal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/17/320/3105399/pengumuman-bank-wajib-biayai-program-hilirisasi-prabowo-dijanjikan-cepat-balik-modal</guid><pubDate>Jum'at 17 Januari 2025 16:57 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/17/320/3105399/hilirisasi-MhfW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Wajib Biayai Program Hilirisasi Prabowo (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/17/320/3105399/hilirisasi-MhfW_large.jpg</image><title>Bank Wajib Biayai Program Hilirisasi Prabowo (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mewajibkan perbankan mendanai program hilirisasi yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Kewajiban atas pembiayaan program hilirisasi berlaku bagi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan swasta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sudah memulai, secara informal sudah kita komunikasikan. Mau tidak mau perbankan dalam negeri yang harus membiayai proyek hilirisasi,&amp;quot; ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai rapat perdana Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2025).&#13;
&#13;
1. Proyek Hilirisasi Cepat Balik Modal&#13;
&#13;
Pemerintah juga memastikan bila proyek hilirisasi punya waktu balik modal (break even point) lebih cepat atau selama 6 tahun dibanding sektor konsumsi, dimana rata-rata 9-10 tahun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ngapain perbankan membiayai proyek konsumsi yang 9-10 tahun break even point. Kalau hilirisasi yang 6 tahun break even point, ngapain kasih kredit standby loan kepada perusahaan yang lama-lama itu,&amp;quot; kata Bahlil.&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan, kebijakan ini bukan membuat pinjaman untuk perusahaan tidak penting. Namun, program hilirisasi pun tidak kalah penting lantaran punya multiplier effect yang besar. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka, perusahaan-perusahaan lama-lama itu penting, tapi juga penting untuk melakukan diversifikasi,&amp;quot; ujar Bahlil.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Proyek Hilirisasi Tak Perlu Bunga Rendah&#13;
&#13;
Sebelumnya, Bahlil mengklaim bahwa proyek hilirisasi tidak memerlukan fasilitas bunga rendah. Pasalnya, imbal hasil investasi alias Internal Rate of Return (IRR) di sektor hilirisasi dijamin menguntungkan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;(Peluang bunga murah?) nah ini tergantung IRR. IRR dalam hilirisasi itu kan bagus semua, rata-rata di atas 11-12 persen,&amp;quot; ungkapnya beberapa waktu lalu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia menegaskan, dengan besaran itu, maka proyek hilirisasi menguntungkan dan tidak perlu adanya intervensi dengan bunga murah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau 11-12 persen IRR saya pikir nggak perlu ada intervensi bunga, bagus kok ini. Ada smelter nikel itu NPI kan 4-5 tahun BEP, ngapain pake intervensi bunga?&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mewajibkan perbankan mendanai program hilirisasi yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Kewajiban atas pembiayaan program hilirisasi berlaku bagi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan swasta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sudah memulai, secara informal sudah kita komunikasikan. Mau tidak mau perbankan dalam negeri yang harus membiayai proyek hilirisasi,&amp;quot; ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai rapat perdana Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2025).&#13;
&#13;
1. Proyek Hilirisasi Cepat Balik Modal&#13;
&#13;
Pemerintah juga memastikan bila proyek hilirisasi punya waktu balik modal (break even point) lebih cepat atau selama 6 tahun dibanding sektor konsumsi, dimana rata-rata 9-10 tahun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ngapain perbankan membiayai proyek konsumsi yang 9-10 tahun break even point. Kalau hilirisasi yang 6 tahun break even point, ngapain kasih kredit standby loan kepada perusahaan yang lama-lama itu,&amp;quot; kata Bahlil.&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan, kebijakan ini bukan membuat pinjaman untuk perusahaan tidak penting. Namun, program hilirisasi pun tidak kalah penting lantaran punya multiplier effect yang besar. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka, perusahaan-perusahaan lama-lama itu penting, tapi juga penting untuk melakukan diversifikasi,&amp;quot; ujar Bahlil.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Proyek Hilirisasi Tak Perlu Bunga Rendah&#13;
&#13;
Sebelumnya, Bahlil mengklaim bahwa proyek hilirisasi tidak memerlukan fasilitas bunga rendah. Pasalnya, imbal hasil investasi alias Internal Rate of Return (IRR) di sektor hilirisasi dijamin menguntungkan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;(Peluang bunga murah?) nah ini tergantung IRR. IRR dalam hilirisasi itu kan bagus semua, rata-rata di atas 11-12 persen,&amp;quot; ungkapnya beberapa waktu lalu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia menegaskan, dengan besaran itu, maka proyek hilirisasi menguntungkan dan tidak perlu adanya intervensi dengan bunga murah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau 11-12 persen IRR saya pikir nggak perlu ada intervensi bunga, bagus kok ini. Ada smelter nikel itu NPI kan 4-5 tahun BEP, ngapain pake intervensi bunga?&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
