<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perburuan Koin Jagat Akhirnya Dihentikan karena Merusak, Tak Ada Lagi Harta Karun Rp100 Juta</title><description>Perburuan koin Jagat akhirnya dihentikan karena sempat meresahkan masyarakat hingga merusak fasilitas umum.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/18/320/3105597/perburuan-koin-jagat-akhirnya-dihentikan-karena-merusak-tak-ada-lagi-harta-karun-rp100-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/18/320/3105597/perburuan-koin-jagat-akhirnya-dihentikan-karena-merusak-tak-ada-lagi-harta-karun-rp100-juta"/><item><title>Perburuan Koin Jagat Akhirnya Dihentikan karena Merusak, Tak Ada Lagi Harta Karun Rp100 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/18/320/3105597/perburuan-koin-jagat-akhirnya-dihentikan-karena-merusak-tak-ada-lagi-harta-karun-rp100-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/18/320/3105597/perburuan-koin-jagat-akhirnya-dihentikan-karena-merusak-tak-ada-lagi-harta-karun-rp100-juta</guid><pubDate>Sabtu 18 Januari 2025 11:10 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/18/320/3105597/koin_jagat-9RZK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perburuan Koin Jagat Akhirnya Dihentikan karena Merusak, Tak Ada Lagi Harta Karun Rp100 Juta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/18/320/3105597/koin_jagat-9RZK_large.jpg</image><title>Perburuan Koin Jagat Akhirnya Dihentikan karena Merusak, Tak Ada Lagi Harta Karun Rp100 Juta (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perburuan koin Jagat akhirnya dihentikan karena sempat meresahkan masyarakat hingga merusak fasilitas umum. Permainan berburu harta karun ini berganti konsep menjadi &amp;quot;Misi Jagat&amp;quot; setelah menyebabkan sejumlah fasilitas umum di beberapa kota rusak.&#13;
Salah satu pendiri Jagat, Barry Beagen, telah meminta maaf atas dampak yang ditimbulkan oleh permainan berburu koin setelah memenuhi panggilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).&#13;
&#13;
1. Konsep Misi Jagat&#13;
&#13;
Barry mengatakan pihaknya juga sepakat untuk mengubah fitur perburuan koin menjadi &amp;#39;Misi Jagat&amp;#39;, yang dia sebut mendorong pengguna berkontribusi positif terhadap ruang publik dan fasilitas umum.&#13;
&amp;quot;Melalui Misi Jagat, kami akan mendorong para pengguna untuk melakukan perbaikan ruang publik terlebih dahulu dan selama periode ini tidak akan ada koin yang bisa diburu dalam aplikasi Jagat,&amp;quot; ujarnya dilansir dari BBC Indonesia, Sabtu (18/1/2025).&#13;
&#13;
2. Koin Dihapus&#13;
&#13;
Barry menambahkan bahwa Jagat akan membuat kanal resmi bagi pemerintah, pengelola, hingga masyarakat umum untuk memonitor dan melaporkan jika masih ada kerusakan pada fasilitas publik yang diakibatkan kegiatan &amp;#39;Berburu Koin&amp;#39; di platform mereka.&#13;
Dia juga memastikan koin-koin yang berada di daerah rawan akan segera dihapus dari aplikasi.&#13;
&#13;
3. Tanda Ekonomi Rakyat Tak Baik&#13;
&#13;
Seorang sosiolog mengatakan banyaknya pengguna yang terpikat oleh iming-iming hadiah uang secara instan mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi masyarakat &amp;quot;sedang tidak baik-baik saja&amp;quot;.&#13;
Sosiolog dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Drajat Tri Kartono mengatakan ada sejumlah faktor yang menyebabkan permainan Koin Jagat begitu diminati.&#13;
Pertama, permainan itu menawarkan unsur petualangan yang mendorong penggunanya berinteraksi di dunia nyata.&#13;
Ini kemudian diamplifikasi lewat media sosial, sehingga banyak orang &amp;ndash;terutama anak muda&amp;mdash;tertarik dan tak mau ketinggalan tren.&#13;
&amp;quot;Ini menjadi menarik dan berbeda dengan tren sekarang yang lebih banyak membuat penggunanya berinteraksi dengan gadget,&amp;quot; kata Drajat.&#13;
&#13;
4. Iming-Iming Hadiah&#13;
&#13;
Namun faktor penarik utamanya, menurut Drajat, adalah iming-iming hadiah uang yang menjadi magnet kuat bagi masyarakat kelas bawah dan kelas menengah.&#13;
Permainan ini semacam menjual harapan terhadap para penggunanya untuk mendapatkan uang secara instan. Walaupun secara matematis, peluang untuk berhasilnya sangat kecil.&#13;
Dengan satu juta pengguna aktif dan 1.086 koin yang disebar, itu artinya peluang setiap pengguna memenangkan hadiah uang tak sampai 1%.&#13;
Drajat mengatakan bahwa pada akhirnya permainan ini serupa dengan lotre: bergantung pada keberuntungan pemainnya.&#13;
&amp;quot;Bedanya, ini tidak sekadar mengadu nasib, tapi juga dibalut dengan petualangan,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
5. Harapan Naik Kelas&#13;
&#13;
Menurutnya, harapan itu muncul karena dorongan untuk naik kelas atau bahkan sekadar bertahan.&#13;
&amp;quot;Masyarakat kelas bawah dan menengah ini dinamis. Bebannya berat untuk ditanggung. Mau mencari pekerjaan, buat usaha, sekarang sedang sulit kan, sehingga begitu ada peluang mengakses itu [uang secara instan], orang berbondong-bondong mencarinya,&amp;quot; kata dia.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Perburuan koin Jagat akhirnya dihentikan karena sempat meresahkan masyarakat hingga merusak fasilitas umum. Permainan berburu harta karun ini berganti konsep menjadi &amp;quot;Misi Jagat&amp;quot; setelah menyebabkan sejumlah fasilitas umum di beberapa kota rusak.&#13;
Salah satu pendiri Jagat, Barry Beagen, telah meminta maaf atas dampak yang ditimbulkan oleh permainan berburu koin setelah memenuhi panggilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).&#13;
&#13;
1. Konsep Misi Jagat&#13;
&#13;
Barry mengatakan pihaknya juga sepakat untuk mengubah fitur perburuan koin menjadi &amp;#39;Misi Jagat&amp;#39;, yang dia sebut mendorong pengguna berkontribusi positif terhadap ruang publik dan fasilitas umum.&#13;
&amp;quot;Melalui Misi Jagat, kami akan mendorong para pengguna untuk melakukan perbaikan ruang publik terlebih dahulu dan selama periode ini tidak akan ada koin yang bisa diburu dalam aplikasi Jagat,&amp;quot; ujarnya dilansir dari BBC Indonesia, Sabtu (18/1/2025).&#13;
&#13;
2. Koin Dihapus&#13;
&#13;
Barry menambahkan bahwa Jagat akan membuat kanal resmi bagi pemerintah, pengelola, hingga masyarakat umum untuk memonitor dan melaporkan jika masih ada kerusakan pada fasilitas publik yang diakibatkan kegiatan &amp;#39;Berburu Koin&amp;#39; di platform mereka.&#13;
Dia juga memastikan koin-koin yang berada di daerah rawan akan segera dihapus dari aplikasi.&#13;
&#13;
3. Tanda Ekonomi Rakyat Tak Baik&#13;
&#13;
Seorang sosiolog mengatakan banyaknya pengguna yang terpikat oleh iming-iming hadiah uang secara instan mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi masyarakat &amp;quot;sedang tidak baik-baik saja&amp;quot;.&#13;
Sosiolog dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Drajat Tri Kartono mengatakan ada sejumlah faktor yang menyebabkan permainan Koin Jagat begitu diminati.&#13;
Pertama, permainan itu menawarkan unsur petualangan yang mendorong penggunanya berinteraksi di dunia nyata.&#13;
Ini kemudian diamplifikasi lewat media sosial, sehingga banyak orang &amp;ndash;terutama anak muda&amp;mdash;tertarik dan tak mau ketinggalan tren.&#13;
&amp;quot;Ini menjadi menarik dan berbeda dengan tren sekarang yang lebih banyak membuat penggunanya berinteraksi dengan gadget,&amp;quot; kata Drajat.&#13;
&#13;
4. Iming-Iming Hadiah&#13;
&#13;
Namun faktor penarik utamanya, menurut Drajat, adalah iming-iming hadiah uang yang menjadi magnet kuat bagi masyarakat kelas bawah dan kelas menengah.&#13;
Permainan ini semacam menjual harapan terhadap para penggunanya untuk mendapatkan uang secara instan. Walaupun secara matematis, peluang untuk berhasilnya sangat kecil.&#13;
Dengan satu juta pengguna aktif dan 1.086 koin yang disebar, itu artinya peluang setiap pengguna memenangkan hadiah uang tak sampai 1%.&#13;
Drajat mengatakan bahwa pada akhirnya permainan ini serupa dengan lotre: bergantung pada keberuntungan pemainnya.&#13;
&amp;quot;Bedanya, ini tidak sekadar mengadu nasib, tapi juga dibalut dengan petualangan,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
5. Harapan Naik Kelas&#13;
&#13;
Menurutnya, harapan itu muncul karena dorongan untuk naik kelas atau bahkan sekadar bertahan.&#13;
&amp;quot;Masyarakat kelas bawah dan menengah ini dinamis. Bebannya berat untuk ditanggung. Mau mencari pekerjaan, buat usaha, sekarang sedang sulit kan, sehingga begitu ada peluang mengakses itu [uang secara instan], orang berbondong-bondong mencarinya,&amp;quot; kata dia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
