<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri KKP Sudah Tahu Dalang Pagar Laut Tangerang</title><description>Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengakui telah mengantongi petunjuk sosok yang dalang pagar laut.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/23/470/3107176/menteri-kkp-sudah-tahu-dalang-pagar-laut-tangerang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/23/470/3107176/menteri-kkp-sudah-tahu-dalang-pagar-laut-tangerang"/><item><title>Menteri KKP Sudah Tahu Dalang Pagar Laut Tangerang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/23/470/3107176/menteri-kkp-sudah-tahu-dalang-pagar-laut-tangerang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/23/470/3107176/menteri-kkp-sudah-tahu-dalang-pagar-laut-tangerang</guid><pubDate>Kamis 23 Januari 2025 15:28 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/23/470/3107176/menteri_kkp-gnK6_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Menteri KKP Sudah Tahu Dalang Pagar Laut Tangerang (Foto: Tangkapan Layar/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/23/470/3107176/menteri_kkp-gnK6_large.png</image><title>Menteri KKP Sudah Tahu Dalang Pagar Laut Tangerang (Foto: Tangkapan Layar/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengakui telah mengantongi petunjuk sosok yang dalang pagar laut sepanjang 30,1 kilometer (km) di Tangerang, Banten. Hanya saja, dia tidak mengungkapkannya lantaran masih perlu klarifikasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, memang tuntutan dari masyarakat pengennya hari ini diusut, disegel, besok juga langsung ketahuan, tapi tidak mudah juga, karena kami mendapat beberapa petunjuk, tentu,&amp;quot; kata Trenggono saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI,di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi tentu kan juga harus dipanggil, ditanya, apakah yang bersangkutan betul melakukan itu dan seterusnya,&amp;quot; sambung Trenggono.&#13;
&#13;
1. Masih Dilakukan Penyelidikan Lebih Dalam&#13;
&#13;
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, pihaknya kerap mendapat pertanyaan soal siapa sosok pemilik dari pagar bambu di perairan laut Tangerang. Dia menegaskan, bahwa kepolisian masih melakukan penyidikan atas keberadaan pagar laut tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertanyaan tadi hampir sama, soal bagaimana dengan siapa sebetulnya yang memasang? Jadi, sampai hari ini masih dalam proses penyidikan,&amp;quot; kata Trenggono.&#13;
&#13;
Trenggono pun menegaskan belum dapat membocorkan sosok pemilik pagar misterius tersebut. Meski begitu, dia menegaskan proses investigasi pagar laut tetap berlanjut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagai solusi penyelesaian permasalahan tundak lanjut yang akan dilakukan Kemtemrian KKP adalah melanjutkan proses investigasi dan pemeriksaan terhadap pembangunan pagar laut yang telah dilakukan penyegelan oleh Polsus KKP sesuai dengan peraturan yang berlaku,&amp;quot; kata Trenggono.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. KKP Miliki Keterbatasan dalam Pengawasan Ruang Laut&#13;
&#13;
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, permintaan keterangan itu menjadi bagian penting, apalagi KKP memiliki keterbatasan dalam pengawasan ruang laut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena memang terus terang kami tidak punya alat pengawasan yang disampaikan itu kami sebenarnya sudah mengajukan sebenarnya untuk kemudian kita bisa memiliki digital surveilans begitu. Tapi sampai hari ini kita belum punya,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
3. KKP Koordinasi dengan Pihak Terkait&#13;
&#13;
Selain itu, Menteri KKP memastikan pihaknya bakal berkoordinasi dengan stakeholder terkait, untuk mengendalikan pemanfaatn ruang laut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Konsolidasi dan koordinasi dengan Kementerian/ Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk pengendalian pemanfaatan ruang laut secara nasional mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengakui telah mengantongi petunjuk sosok yang dalang pagar laut sepanjang 30,1 kilometer (km) di Tangerang, Banten. Hanya saja, dia tidak mengungkapkannya lantaran masih perlu klarifikasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, memang tuntutan dari masyarakat pengennya hari ini diusut, disegel, besok juga langsung ketahuan, tapi tidak mudah juga, karena kami mendapat beberapa petunjuk, tentu,&amp;quot; kata Trenggono saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI,di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi tentu kan juga harus dipanggil, ditanya, apakah yang bersangkutan betul melakukan itu dan seterusnya,&amp;quot; sambung Trenggono.&#13;
&#13;
1. Masih Dilakukan Penyelidikan Lebih Dalam&#13;
&#13;
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, pihaknya kerap mendapat pertanyaan soal siapa sosok pemilik dari pagar bambu di perairan laut Tangerang. Dia menegaskan, bahwa kepolisian masih melakukan penyidikan atas keberadaan pagar laut tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertanyaan tadi hampir sama, soal bagaimana dengan siapa sebetulnya yang memasang? Jadi, sampai hari ini masih dalam proses penyidikan,&amp;quot; kata Trenggono.&#13;
&#13;
Trenggono pun menegaskan belum dapat membocorkan sosok pemilik pagar misterius tersebut. Meski begitu, dia menegaskan proses investigasi pagar laut tetap berlanjut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagai solusi penyelesaian permasalahan tundak lanjut yang akan dilakukan Kemtemrian KKP adalah melanjutkan proses investigasi dan pemeriksaan terhadap pembangunan pagar laut yang telah dilakukan penyegelan oleh Polsus KKP sesuai dengan peraturan yang berlaku,&amp;quot; kata Trenggono.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. KKP Miliki Keterbatasan dalam Pengawasan Ruang Laut&#13;
&#13;
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, permintaan keterangan itu menjadi bagian penting, apalagi KKP memiliki keterbatasan dalam pengawasan ruang laut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena memang terus terang kami tidak punya alat pengawasan yang disampaikan itu kami sebenarnya sudah mengajukan sebenarnya untuk kemudian kita bisa memiliki digital surveilans begitu. Tapi sampai hari ini kita belum punya,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
3. KKP Koordinasi dengan Pihak Terkait&#13;
&#13;
Selain itu, Menteri KKP memastikan pihaknya bakal berkoordinasi dengan stakeholder terkait, untuk mengendalikan pemanfaatn ruang laut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Konsolidasi dan koordinasi dengan Kementerian/ Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk pengendalian pemanfaatan ruang laut secara nasional mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
