<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggaran Makan Bergizi Gratis Tak Lagi Reimburse Mulai Februari, Uang Langsung Masuk Rekening</title><description>Dadan Hindayana menyatakan anggaran untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) didistribusikan ke rekening mitra&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/26/320/3107906/anggaran-makan-bergizi-gratis-tak-lagi-reimburse-mulai-februari-uang-langsung-masuk-rekening</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/26/320/3107906/anggaran-makan-bergizi-gratis-tak-lagi-reimburse-mulai-februari-uang-langsung-masuk-rekening"/><item><title>Anggaran Makan Bergizi Gratis Tak Lagi Reimburse Mulai Februari, Uang Langsung Masuk Rekening</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/26/320/3107906/anggaran-makan-bergizi-gratis-tak-lagi-reimburse-mulai-februari-uang-langsung-masuk-rekening</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/26/320/3107906/anggaran-makan-bergizi-gratis-tak-lagi-reimburse-mulai-februari-uang-langsung-masuk-rekening</guid><pubDate>Minggu 26 Januari 2025 09:28 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/26/320/3107906/makan_bergizi_gratis-hHqT_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Makan Bergizi Gratis (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/26/320/3107906/makan_bergizi_gratis-hHqT_large.jpg</image><title>Makan Bergizi Gratis (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan anggaran untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) didistribusikan ke rekening mitra, sehingga pada Februari, tidak perlu lagi menggunakan mekanisme reimburse.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami sedang mengusahakan mulai Februari, bukan lagi reimburse, tetapi uang negara ada di rekening mitra,&amp;rdquo; ucap Dadan di Jakarta dikutip Antara, Minggu (26/1/2025).&#13;
&#13;
&#13;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Mekanisme Anggaran Awal Progran Makan Bergizi Gratis&#13;
&#13;
&#13;
Dadan menyampaikan anggaran untuk Badan Gizi Nasional baru dibuka blokirnya pada 6 Januari 2025 lalu, sedangkan program MBG sudah diluncurkan pada 6 Januari 2025.&#13;
&#13;
&#13;
Oleh karena itu, pada dua pekan pertama pelaksanaan program MBG, penyedia makanan harus mengeluarkan dana pribadi terlebih dahulu sebelum mendapatkan penggantian (reimburse) dari pemerintah.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan kami sudah melakukan proses reimburse-nya,&amp;rdquo; ucap Dadan.&#13;
&#13;
&#13;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Telah Beroperasi Penuhi Pembuatan makanan MBG&#13;
&#13;
&#13;
Program MBG saat ini telah dilakukan di 31 provinsi di Indonesia dengan total 238 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi memenuhi pembuatan makanan untuk MBG.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Pada periode pertama, yaitu Januari&amp;ndash;April 2025, ditargetkan ada 3 juta penerima manfaat dari program MBG, lalu pada tahapan selanjutnya April&amp;ndash;Agustus 2025 ditargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi 6 juta penerima manfaat.&#13;
&#13;
&#13;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Anggaran Rp100 Triliun&#13;
&#13;
&#13;
Tambahan anggaran sebesar Rp100 triliun diusulkan untuk mempercepat pemenuhan target penerima manfaat yang berjumlah 82,9 juta.&#13;
Target tersebut semula dijadwalkan terpenuhi pada akhir tahun 2025, namun diminta oleh Prabowo untuk dipercepat menjadi September 2025.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena Pak Presiden ingin melakukan percepatan-percepatan, maka dibutuhkan tambahan biaya. Pak Presiden bertanya kepada kami, berapa kalau September mulai dilaksanakan untuk 82,9 juta? Kami sampaikan tambahan Rp100 triliun,&amp;rdquo; ucap Dadan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan anggaran untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) didistribusikan ke rekening mitra, sehingga pada Februari, tidak perlu lagi menggunakan mekanisme reimburse.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami sedang mengusahakan mulai Februari, bukan lagi reimburse, tetapi uang negara ada di rekening mitra,&amp;rdquo; ucap Dadan di Jakarta dikutip Antara, Minggu (26/1/2025).&#13;
&#13;
&#13;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Mekanisme Anggaran Awal Progran Makan Bergizi Gratis&#13;
&#13;
&#13;
Dadan menyampaikan anggaran untuk Badan Gizi Nasional baru dibuka blokirnya pada 6 Januari 2025 lalu, sedangkan program MBG sudah diluncurkan pada 6 Januari 2025.&#13;
&#13;
&#13;
Oleh karena itu, pada dua pekan pertama pelaksanaan program MBG, penyedia makanan harus mengeluarkan dana pribadi terlebih dahulu sebelum mendapatkan penggantian (reimburse) dari pemerintah.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan kami sudah melakukan proses reimburse-nya,&amp;rdquo; ucap Dadan.&#13;
&#13;
&#13;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Telah Beroperasi Penuhi Pembuatan makanan MBG&#13;
&#13;
&#13;
Program MBG saat ini telah dilakukan di 31 provinsi di Indonesia dengan total 238 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi memenuhi pembuatan makanan untuk MBG.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Pada periode pertama, yaitu Januari&amp;ndash;April 2025, ditargetkan ada 3 juta penerima manfaat dari program MBG, lalu pada tahapan selanjutnya April&amp;ndash;Agustus 2025 ditargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi 6 juta penerima manfaat.&#13;
&#13;
&#13;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Anggaran Rp100 Triliun&#13;
&#13;
&#13;
Tambahan anggaran sebesar Rp100 triliun diusulkan untuk mempercepat pemenuhan target penerima manfaat yang berjumlah 82,9 juta.&#13;
Target tersebut semula dijadwalkan terpenuhi pada akhir tahun 2025, namun diminta oleh Prabowo untuk dipercepat menjadi September 2025.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena Pak Presiden ingin melakukan percepatan-percepatan, maka dibutuhkan tambahan biaya. Pak Presiden bertanya kepada kami, berapa kalau September mulai dilaksanakan untuk 82,9 juta? Kami sampaikan tambahan Rp100 triliun,&amp;rdquo; ucap Dadan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
