<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menaker Ungkap Kualitas Tenaga Kerja Indonesia</title><description>Yassierli menyatakan pengembangan kualitas individu menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/26/320/3108069/menaker-ungkap-kualitas-tenaga-kerja-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/26/320/3108069/menaker-ungkap-kualitas-tenaga-kerja-indonesia"/><item><title>Menaker Ungkap Kualitas Tenaga Kerja Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/26/320/3108069/menaker-ungkap-kualitas-tenaga-kerja-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/26/320/3108069/menaker-ungkap-kualitas-tenaga-kerja-indonesia</guid><pubDate>Minggu 26 Januari 2025 22:41 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/26/320/3108069/tenaga_kerja-8bP6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tenaga Kerja di Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/26/320/3108069/tenaga_kerja-8bP6_large.jpg</image><title>Tenaga Kerja di Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;nbsp;- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan&amp;nbsp;pengembangan kualitas individu menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia.&#13;
&#13;
&#13;
1.&amp;nbsp;Peningkatan Kualitas Tenaga kerja&#13;
&#13;
Menurut Yassierli, peningkatan kualitas tenaga kerja merupakan kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang memiliki daya saing di era digital.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tantangan yang sekarang dihadapi oleh tenaga kerja Indonesia adalah tingkat pendidikan pekerja serta kurangnya keterampilan digital,&amp;quot; ujar Menaker Yassierli lewat keterangan yang diterima di Jakarta dikutip Antara Minggu (26/1/2025).&#13;
&#13;
&#13;
2.&amp;nbsp;Soroti Rendahnya Indeks Modal Manusia&#13;
&#13;
Menaker menyoroti rendahnya indeks modal manusia dan keterampilan digital tenaga kerja Indonesia dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.&#13;
&#13;
&#13;
3.&amp;nbsp;Percepat Transformasi di Sektor Ketenagakerjaan&#13;
&#13;
&#13;
Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen mempercepat transformasi di sektor ketenagakerjaan, termasuk melalui pelatihan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri global, seperti green jobs, teknologi medis dan ekonomi digital.&#13;
&#13;
&amp;quot;Human capital index Indonesia masih berada di bawah rata-rata ASEAN. Oleh karena itu, kami menargetkan upskilling dan reskilling tenaga kerja melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan dan pelatihan berbasis kebutuhan industri,&amp;quot; jelas Yassierli.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
4.&amp;nbsp;Pentingnya Keterampilan Tenaga Kerja&#13;
&#13;
Ia juga menegaskan pentingnya keselarasan keterampilan tenaga kerja dengan transformasi digital dan ekonomi hijau, termasuk peningkatan kemampuan di bidang kecerdasan buatan, analisis data, dan energi terbarukan.&#13;
&#13;
Selain itu, program pelatihan vokasi menjadi salah satu fokus pemerintah. Pada tahun 2024, terdapat 3.320 program pelatihan yang tersedia melalui SIAPKerja, termasuk pelatihan hibrida dan e-training.&#13;
&#13;
Di samping pelatihan vokasi, Menaker menambahkan bahwa sertifikasi kompetensi berbasis SKKNI yang relevan dengan kebutuhan industri terus ditingkatkan agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di pasar kerja global.&#13;
&#13;
Ia meyakini lewat kebijakan yang inklusif dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia mampu mencetak tenaga kerja berkualitas tinggi bisa menghadapi tantangan global.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;nbsp;- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan&amp;nbsp;pengembangan kualitas individu menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia.&#13;
&#13;
&#13;
1.&amp;nbsp;Peningkatan Kualitas Tenaga kerja&#13;
&#13;
Menurut Yassierli, peningkatan kualitas tenaga kerja merupakan kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang memiliki daya saing di era digital.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tantangan yang sekarang dihadapi oleh tenaga kerja Indonesia adalah tingkat pendidikan pekerja serta kurangnya keterampilan digital,&amp;quot; ujar Menaker Yassierli lewat keterangan yang diterima di Jakarta dikutip Antara Minggu (26/1/2025).&#13;
&#13;
&#13;
2.&amp;nbsp;Soroti Rendahnya Indeks Modal Manusia&#13;
&#13;
Menaker menyoroti rendahnya indeks modal manusia dan keterampilan digital tenaga kerja Indonesia dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.&#13;
&#13;
&#13;
3.&amp;nbsp;Percepat Transformasi di Sektor Ketenagakerjaan&#13;
&#13;
&#13;
Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen mempercepat transformasi di sektor ketenagakerjaan, termasuk melalui pelatihan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri global, seperti green jobs, teknologi medis dan ekonomi digital.&#13;
&#13;
&amp;quot;Human capital index Indonesia masih berada di bawah rata-rata ASEAN. Oleh karena itu, kami menargetkan upskilling dan reskilling tenaga kerja melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan dan pelatihan berbasis kebutuhan industri,&amp;quot; jelas Yassierli.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
4.&amp;nbsp;Pentingnya Keterampilan Tenaga Kerja&#13;
&#13;
Ia juga menegaskan pentingnya keselarasan keterampilan tenaga kerja dengan transformasi digital dan ekonomi hijau, termasuk peningkatan kemampuan di bidang kecerdasan buatan, analisis data, dan energi terbarukan.&#13;
&#13;
Selain itu, program pelatihan vokasi menjadi salah satu fokus pemerintah. Pada tahun 2024, terdapat 3.320 program pelatihan yang tersedia melalui SIAPKerja, termasuk pelatihan hibrida dan e-training.&#13;
&#13;
Di samping pelatihan vokasi, Menaker menambahkan bahwa sertifikasi kompetensi berbasis SKKNI yang relevan dengan kebutuhan industri terus ditingkatkan agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di pasar kerja global.&#13;
&#13;
Ia meyakini lewat kebijakan yang inklusif dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia mampu mencetak tenaga kerja berkualitas tinggi bisa menghadapi tantangan global.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
