<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini yang Bikin Masyarakat Pilih Hemat dan Menabung</title><description>Tren menabung masyarakat yang meningkat hingga 5% di akhir tahu ini mejadi tanda bahwa masih ada tekanan ekonomi di tahun ini&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/27/470/3108211/ini-yang-bikin-masyarakat-pilih-hemat-dan-menabung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/27/470/3108211/ini-yang-bikin-masyarakat-pilih-hemat-dan-menabung"/><item><title>Ini yang Bikin Masyarakat Pilih Hemat dan Menabung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/27/470/3108211/ini-yang-bikin-masyarakat-pilih-hemat-dan-menabung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/27/470/3108211/ini-yang-bikin-masyarakat-pilih-hemat-dan-menabung</guid><pubDate>Senin 27 Januari 2025 17:27 WIB</pubDate><dc:creator>Ayu Aulia Rahayu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/27/470/3108211/menabung-bxPI_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Tren menabung masyarakat yang meningkat hingga 5%. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/27/470/3108211/menabung-bxPI_large.jpg</image><title> Tren menabung masyarakat yang meningkat hingga 5%. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Tren menabung masyarakat yang meningkat hingga 5% di akhir tahu ini mejadi tanda bahwa masih ada tekanan ekonomi di tahun ini. Karena hal itu, masyarakat lebih mempersiapkan keuangannya dengan baik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Direktur Central of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, mengatakan, tren tabungan masyarakat yang sedang meningkat hingga 5% sebagai respons bahwa kelompok menengah ke atas sedang mempersiapkan guncangan ekonomi atau kebutuhan masyarakat yang meningkat, seperti perubahan naik turunnya nilai tukar Rupiah, dan ketidakpastian pekerjaan sepanjang 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini (kekhawatiran masyarakat) didasarkan pada adanya fluktuasi nilai tukar Rupiah. &amp;nbsp;Kemudian juga terkait dengan kondisi geopolitik global, adanya daya beli masyarakat yang melemah, jumlah kelas menengah yang terus menurun, pekerjaan di sektor padat karya semakin berkurang, bahkan terjadi PHK massal di berbagai industri padat,&amp;rdquo; kata Bhima Yudhistira kepada Okezone.com.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Antisipasi Masyarakat&#13;
&#13;
Sekarang masyarakat melakukan penghematan karena banyak kekhawatiran, meskipun suku bunga mengalami penurunan, tetapi belum berarti bisa menurunkan beban cicilan masyarakat. Terutama untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah), untuk kendaraan bermotor, tarif dan iuran lainnya. Penghematan itu tercermin dari jumlah tabungan masyarakat yang meningkat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan adanya pungutan dan tarif rencana seperti iuran BPJS kesehatan mau naik, opsen kendaraan bermotor, asuransi wajib kendaraan bermotor, ada TaPeRa (Tabungan Perumahan Rakyat). Nah, ini membuat masyarakat harus bersiap-siap mengumpulkan uang lebih atau lebih banyak mempersiapkan tabungan karena khawatir banyak pungutan dan tarif ini akan menggerus pendapatan dan juga meningkatkan pengeluaran masyarakat. ya, itu yang diantisipasi terlihat dari banyaknya jumlah tabungan,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jadi jumlah tabungan yang naik, bukan berarti pendapatannya semakin tinggi, justru ini sebagai kesiapan dari masyarakat untuk menghadapi tekanan ekonomi yang diperkirakan akan meningkat di sepanjang 2025 ini. Masyarakat harus lebih mempersiapkan keuangan untuk mengantisipasi resiko besar di masa mendatang.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Tren menabung masyarakat yang meningkat hingga 5% di akhir tahu ini mejadi tanda bahwa masih ada tekanan ekonomi di tahun ini. Karena hal itu, masyarakat lebih mempersiapkan keuangannya dengan baik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Direktur Central of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, mengatakan, tren tabungan masyarakat yang sedang meningkat hingga 5% sebagai respons bahwa kelompok menengah ke atas sedang mempersiapkan guncangan ekonomi atau kebutuhan masyarakat yang meningkat, seperti perubahan naik turunnya nilai tukar Rupiah, dan ketidakpastian pekerjaan sepanjang 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini (kekhawatiran masyarakat) didasarkan pada adanya fluktuasi nilai tukar Rupiah. &amp;nbsp;Kemudian juga terkait dengan kondisi geopolitik global, adanya daya beli masyarakat yang melemah, jumlah kelas menengah yang terus menurun, pekerjaan di sektor padat karya semakin berkurang, bahkan terjadi PHK massal di berbagai industri padat,&amp;rdquo; kata Bhima Yudhistira kepada Okezone.com.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Antisipasi Masyarakat&#13;
&#13;
Sekarang masyarakat melakukan penghematan karena banyak kekhawatiran, meskipun suku bunga mengalami penurunan, tetapi belum berarti bisa menurunkan beban cicilan masyarakat. Terutama untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah), untuk kendaraan bermotor, tarif dan iuran lainnya. Penghematan itu tercermin dari jumlah tabungan masyarakat yang meningkat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan adanya pungutan dan tarif rencana seperti iuran BPJS kesehatan mau naik, opsen kendaraan bermotor, asuransi wajib kendaraan bermotor, ada TaPeRa (Tabungan Perumahan Rakyat). Nah, ini membuat masyarakat harus bersiap-siap mengumpulkan uang lebih atau lebih banyak mempersiapkan tabungan karena khawatir banyak pungutan dan tarif ini akan menggerus pendapatan dan juga meningkatkan pengeluaran masyarakat. ya, itu yang diantisipasi terlihat dari banyaknya jumlah tabungan,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jadi jumlah tabungan yang naik, bukan berarti pendapatannya semakin tinggi, justru ini sebagai kesiapan dari masyarakat untuk menghadapi tekanan ekonomi yang diperkirakan akan meningkat di sepanjang 2025 ini. Masyarakat harus lebih mempersiapkan keuangan untuk mengantisipasi resiko besar di masa mendatang.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
