<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cuaca Ekstrem, Menhub: Perjalanan Transportasi Bisa Dibatalkan</title><description>Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengingatkan seluruh layanan transportasi dapat meningkatkan antisipasi terhadap cuaca ekstrem.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/29/320/3108819/cuaca-ekstrem-menhub-perjalanan-transportasi-bisa-dibatalkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/29/320/3108819/cuaca-ekstrem-menhub-perjalanan-transportasi-bisa-dibatalkan"/><item><title>Cuaca Ekstrem, Menhub: Perjalanan Transportasi Bisa Dibatalkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/29/320/3108819/cuaca-ekstrem-menhub-perjalanan-transportasi-bisa-dibatalkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/29/320/3108819/cuaca-ekstrem-menhub-perjalanan-transportasi-bisa-dibatalkan</guid><pubDate>Rabu 29 Januari 2025 21:17 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/29/320/3108819/transportasi-Z5qn_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cuaca Ekstrem, Menhub: Perjalanan Transportasi Bisa Dibatalkan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/29/320/3108819/transportasi-Z5qn_large.jpg</image><title>Cuaca Ekstrem, Menhub: Perjalanan Transportasi Bisa Dibatalkan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengingatkan seluruh layanan transportasi dapat meningkatkan antisipasi terhadap cuaca ekstrem. Bahkan, pembatalan perjalanan dapat dilakukan jika kondisi tidak memungkinkan.&amp;nbsp;&#13;
Pernyataan tersebut untuk menindaklanjuti informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dia menekan aspek keselamatan harus diutamakan dalam segala kondisi.&#13;
&amp;ldquo;Jika diperlukan penundaan atau pembatalan perjalanan bisa dilakukan. Keselamatan seluruh penumpang adalah yang utama,&amp;quot; ujar Dudy, Rabu (29/1/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Cuaca Ekstrem&#13;
&#13;
Menhub meminta seluruh operator dan pengelola transportasi untuk mengecek kondisi cuaca terkini dari BMKG secara rutin. Hal ini untuk mempertimbangkan langkah yang perlu diambil menyesuaikan dengan prakiraan cuaca.&#13;
Pasalnya, pada kondisi potensi cuaca ekstrem, perubahan cuaca dapat terjadi dalam waktu singkat.&#13;
Selain itu, antisipasi pengalihan transportasi dan lalu lintas juga perlu disiapkan, jika terjadi pembatalan keberangkatan atau penutupan akses akibat cuaca.&#13;
&amp;quot;Untuk itu sebagai langkah antisipatif saya instruksikan agar seluruh pengelola layanan transportasi dapat memperketat pengawasan pada aspek keselamatan, khususnya pada sektor transportasi udara dan penyeberangan,&amp;rdquo; paparnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Info BMKG&#13;
&#13;
Informasi dari BMKG, hingga 30 Januari 2025 akan terdapat potensi cuaca ekstrem. Ada peluang terjadi cuaca ekstrem hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang.&#13;
Kawasan yang memiliki potensi besar yakni kawasan bandara Soekarno Hatta, Tangerang dan sejumlah titik penyeberangan.&#13;
Kondisi itu biasa membuat sejumlah perjalanan transportasi berpotensi mengalami gangguan, seperti penundaan atau pembatalan perjalanan dan pengalihan arus lalu lintas.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengingatkan seluruh layanan transportasi dapat meningkatkan antisipasi terhadap cuaca ekstrem. Bahkan, pembatalan perjalanan dapat dilakukan jika kondisi tidak memungkinkan.&amp;nbsp;&#13;
Pernyataan tersebut untuk menindaklanjuti informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dia menekan aspek keselamatan harus diutamakan dalam segala kondisi.&#13;
&amp;ldquo;Jika diperlukan penundaan atau pembatalan perjalanan bisa dilakukan. Keselamatan seluruh penumpang adalah yang utama,&amp;quot; ujar Dudy, Rabu (29/1/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Cuaca Ekstrem&#13;
&#13;
Menhub meminta seluruh operator dan pengelola transportasi untuk mengecek kondisi cuaca terkini dari BMKG secara rutin. Hal ini untuk mempertimbangkan langkah yang perlu diambil menyesuaikan dengan prakiraan cuaca.&#13;
Pasalnya, pada kondisi potensi cuaca ekstrem, perubahan cuaca dapat terjadi dalam waktu singkat.&#13;
Selain itu, antisipasi pengalihan transportasi dan lalu lintas juga perlu disiapkan, jika terjadi pembatalan keberangkatan atau penutupan akses akibat cuaca.&#13;
&amp;quot;Untuk itu sebagai langkah antisipatif saya instruksikan agar seluruh pengelola layanan transportasi dapat memperketat pengawasan pada aspek keselamatan, khususnya pada sektor transportasi udara dan penyeberangan,&amp;rdquo; paparnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Info BMKG&#13;
&#13;
Informasi dari BMKG, hingga 30 Januari 2025 akan terdapat potensi cuaca ekstrem. Ada peluang terjadi cuaca ekstrem hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang.&#13;
Kawasan yang memiliki potensi besar yakni kawasan bandara Soekarno Hatta, Tangerang dan sejumlah titik penyeberangan.&#13;
Kondisi itu biasa membuat sejumlah perjalanan transportasi berpotensi mengalami gangguan, seperti penundaan atau pembatalan perjalanan dan pengalihan arus lalu lintas.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
