<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KCI Utang Rp3,6 Triliun Buat Impor KRL</title><description>PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter membutuhkan utang Rp3,6 triliun untuk mengimpor dan meretrofit rangkaian (trainset) kereta rel listrik (KRL) atau commuter line.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/30/320/3109195/kci-utang-rp3-6-triliun-buat-impor-krl</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/30/320/3109195/kci-utang-rp3-6-triliun-buat-impor-krl"/><item><title>KCI Utang Rp3,6 Triliun Buat Impor KRL</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/30/320/3109195/kci-utang-rp3-6-triliun-buat-impor-krl</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/30/320/3109195/kci-utang-rp3-6-triliun-buat-impor-krl</guid><pubDate>Kamis 30 Januari 2025 21:35 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/30/320/3109195/krl-tqRV_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KCI Utang Rp3,6 Triliun Buat Impor KRL (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/30/320/3109195/krl-tqRV_large.jpg</image><title>KCI Utang Rp3,6 Triliun Buat Impor KRL (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter membutuhkan utang Rp3,6 triliun untuk mengimpor dan meretrofit rangkaian (trainset) kereta rel listrik (KRL) atau commuter line.&#13;
Dari nilai tersebut, Rp2,8 triliun diantaranya untuk mendanai impor 11 rangkaian kereta dari produsen asal China, CRRC Qingdao Sifang Co., Ltd. Adapun utang diperoleh KCI dari sindikasi lembaga perbankan.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Untuk mendanai import ini hanya cukup Rp2,8 triliun,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2025).&#13;
&#13;
1. Nilai Investasi&#13;
&#13;
Secara agregat, nilai investasi yang dibutuhkan anak usaha PT KAI (Persero) ini mencapai Rp9,1 triliun. Nilai itu 60% bersumber dari penyertaan modal negara (PMN) dan 40% adalah pinjaman bank.&#13;
Dimana, anggaran jumbo dialokasikan untuk pembelian 35 rangkaian kereta baru baik dari PT INKA (Persero) dan CRRC. Selain itu digunakan untuk memperbaharui kereta yang sudah ada saat ini.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Jadi gini, pendanaan investasi ini membutuhkan Rp9,1 triliun. Untuk pembelian 35 trainset baru baik INKA maupun CRRC, dan retrofit. Ini komposisinya 60-40, 60% adalah PMN, 40% adalah loan. Jadi loan KCI ini sebesar Rp3,6 triliun,&amp;rdquo; paparnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Artinya nanti full PMN Rp5,3 triliun yang dari pemerintah itu semua untuk membayar INKA. Plus bagian loan dari KCI yang untuk memenuhi pembayaran INKA,&amp;rdquo; beber dia.&#13;
&#13;
2. Impor KRL&#13;
&#13;
KCI juga memastikan 11 rangkaian kereta api dari CRRC bakal didatangkan secara bertahap sepanjang semester 1/2025. Asdo mengatakan, proses pengiriman mulai dilakukan di awal 2025.&amp;nbsp;&#13;
Dimana, pada tahap pertama CRRC menyuplai satu trainset. Kemudian dua rangkaian didatangkan setiap bulan selama semester I/2025.&#13;
&amp;ldquo;Dan sesuai dengan time delivery ini akan selesai di bulan Juni, artinya semester I akan datang. Jadi di awal tahun ini ada satu trainset, kemudian setiap bulan akan datang dua trainset, dua trainset, dua trainset, terus sampai 11 trainset,&amp;rdquo; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
Menurut dia, impor rangkaian kereta commuter line perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penumpang. Pasalnya, jumlah orang yang menggunakan moda transportasi ini terus membludak, namun kapasitas angkut mulai terbatas.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Inilah yang mungkin memberikan sedikit jawaban untuk pelanggan kita ya. Kenapa kita kejar manufaktur yang bisa cepat me-deliver, karena apa? sudah pernah kami sampaikan juga di tahun lalu bahwa kritis ya,&amp;rdquo; ungkap Asdo.&#13;
Adapun, titik kritis kapasitas commuter line atau KRL Jabodetabek mulai terjadi di semester II/2024 dan diperkirakan terjadi hingga periode yang sama tahun ini.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter membutuhkan utang Rp3,6 triliun untuk mengimpor dan meretrofit rangkaian (trainset) kereta rel listrik (KRL) atau commuter line.&#13;
Dari nilai tersebut, Rp2,8 triliun diantaranya untuk mendanai impor 11 rangkaian kereta dari produsen asal China, CRRC Qingdao Sifang Co., Ltd. Adapun utang diperoleh KCI dari sindikasi lembaga perbankan.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Untuk mendanai import ini hanya cukup Rp2,8 triliun,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2025).&#13;
&#13;
1. Nilai Investasi&#13;
&#13;
Secara agregat, nilai investasi yang dibutuhkan anak usaha PT KAI (Persero) ini mencapai Rp9,1 triliun. Nilai itu 60% bersumber dari penyertaan modal negara (PMN) dan 40% adalah pinjaman bank.&#13;
Dimana, anggaran jumbo dialokasikan untuk pembelian 35 rangkaian kereta baru baik dari PT INKA (Persero) dan CRRC. Selain itu digunakan untuk memperbaharui kereta yang sudah ada saat ini.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Jadi gini, pendanaan investasi ini membutuhkan Rp9,1 triliun. Untuk pembelian 35 trainset baru baik INKA maupun CRRC, dan retrofit. Ini komposisinya 60-40, 60% adalah PMN, 40% adalah loan. Jadi loan KCI ini sebesar Rp3,6 triliun,&amp;rdquo; paparnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Artinya nanti full PMN Rp5,3 triliun yang dari pemerintah itu semua untuk membayar INKA. Plus bagian loan dari KCI yang untuk memenuhi pembayaran INKA,&amp;rdquo; beber dia.&#13;
&#13;
2. Impor KRL&#13;
&#13;
KCI juga memastikan 11 rangkaian kereta api dari CRRC bakal didatangkan secara bertahap sepanjang semester 1/2025. Asdo mengatakan, proses pengiriman mulai dilakukan di awal 2025.&amp;nbsp;&#13;
Dimana, pada tahap pertama CRRC menyuplai satu trainset. Kemudian dua rangkaian didatangkan setiap bulan selama semester I/2025.&#13;
&amp;ldquo;Dan sesuai dengan time delivery ini akan selesai di bulan Juni, artinya semester I akan datang. Jadi di awal tahun ini ada satu trainset, kemudian setiap bulan akan datang dua trainset, dua trainset, dua trainset, terus sampai 11 trainset,&amp;rdquo; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
Menurut dia, impor rangkaian kereta commuter line perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penumpang. Pasalnya, jumlah orang yang menggunakan moda transportasi ini terus membludak, namun kapasitas angkut mulai terbatas.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Inilah yang mungkin memberikan sedikit jawaban untuk pelanggan kita ya. Kenapa kita kejar manufaktur yang bisa cepat me-deliver, karena apa? sudah pernah kami sampaikan juga di tahun lalu bahwa kritis ya,&amp;rdquo; ungkap Asdo.&#13;
Adapun, titik kritis kapasitas commuter line atau KRL Jabodetabek mulai terjadi di semester II/2024 dan diperkirakan terjadi hingga periode yang sama tahun ini.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
