<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ADB Ungkap UMKM Bisa Jadi Pondasi Ekonomi Indonesia</title><description>Negara yang berhasil masuk menjadi negara berpenghasilan tinggi adalah mereka yang berhasil memanfaatkan globalisasi yang didukung oleh perkembangan UMKM.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/30/320/3109226/adb-ungkap-umkm-bisa-jadi-pondasi-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/01/30/320/3109226/adb-ungkap-umkm-bisa-jadi-pondasi-ekonomi-indonesia"/><item><title>ADB Ungkap UMKM Bisa Jadi Pondasi Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/01/30/320/3109226/adb-ungkap-umkm-bisa-jadi-pondasi-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/01/30/320/3109226/adb-ungkap-umkm-bisa-jadi-pondasi-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Kamis 30 Januari 2025 23:34 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/30/320/3109226/adb-32gz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ADB Ungkap UMKM Bisa Jadi Pondasi Ekonomi Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/30/320/3109226/adb-32gz_large.jpg</image><title>ADB Ungkap UMKM Bisa Jadi Pondasi Ekonomi Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Chief Economics Asian Development Bank (ADB)&amp;nbsp;Albert Francis Park mengungkapkan bahwa beberapa negara yang berhasil masuk menjadi negara berpenghasilan tinggi adalah mereka yang berhasil memanfaatkan globalisasi yang didukung oleh perkembangan UMKM.&#13;
Menurutnya, hal itu karena peluang untuk meningkatkan ekonomi yang inklusif juga masih terbuka lebar di Indonesia yang bisa dilakukan melalui penyaluran pendanaan, saham, maupun obligasi.&#13;
&amp;quot;Teknologi memungkinkan UMKM untuk belajar mengelola dengan lebih baik, menjangkau pelanggan, dan tentu saja untuk menjadi bagian dalam globalisasi itu sendiri,&amp;quot; katanya dalam sesi BRI Microfinance Outlook 2025, Kamis (30/1/2025).&#13;
&#13;
1. Pertumbuhan E-Commerce&#13;
&#13;
ADB juga melihat peluang tumbuhnya e-commerce sehingga UMKM bisa memperkuat peluang yang ada dengan terus membangun produktivitas.&#13;
&amp;quot;Selain itu tentu saja adalah sumber daya manusia, berinvestasilah pada gizi anak-anak dan buat mereka belajar lebih banyak. Hal itu benar-benar akan mendukung untuk mencapai status pendapatan tinggi,&amp;quot; ungkap dia.&#13;
ADB pun menegaskan digitalisasi juga menjadi kunci untuk menggarap pertumbuhan yang menjanjikan dari UMKM, terutama dengan kolaborasi dengan stakeholder.&#13;
&#13;
2. Perkembangan UMKM&#13;
&#13;
Syarat berikutnya, lanjut Park, adalah mengembangkan ekonomi hijau hingga ke segmen UMKM, melalui produk-produk seperti pembiayaan hijau. Dengan begitu UMKM bisa berkembang dan emisi karbon bisa dikurangi sekaligus.&#13;
&amp;quot;Semua usaha ini membutuhkan improvement dari data yang berkualitas, sehingga strategi yang dibuat bisa tepat sasaran,&amp;quot; katanya.&#13;
Perlu diketahui, BRI Microfinance Outlook 2025 yang menjadi wadah diskusi penting terkait kondisi terkini serta strategi pembangunan ekonomi untuk Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
Berbeda dengan Outlook lainnya, BRI Microfinance Outlook kali ini mengangkat tema &amp;ldquo;Empowering the People&amp;rsquo;s Economy: A Pillar for Achieving Inclusive &amp;amp; Sustainable Growth&amp;rdquo; yang fokus membahas strategi pemberdayaan masyarakat sebagai motor penggerak ekonomi berbasis rakyat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Chief Economics Asian Development Bank (ADB)&amp;nbsp;Albert Francis Park mengungkapkan bahwa beberapa negara yang berhasil masuk menjadi negara berpenghasilan tinggi adalah mereka yang berhasil memanfaatkan globalisasi yang didukung oleh perkembangan UMKM.&#13;
Menurutnya, hal itu karena peluang untuk meningkatkan ekonomi yang inklusif juga masih terbuka lebar di Indonesia yang bisa dilakukan melalui penyaluran pendanaan, saham, maupun obligasi.&#13;
&amp;quot;Teknologi memungkinkan UMKM untuk belajar mengelola dengan lebih baik, menjangkau pelanggan, dan tentu saja untuk menjadi bagian dalam globalisasi itu sendiri,&amp;quot; katanya dalam sesi BRI Microfinance Outlook 2025, Kamis (30/1/2025).&#13;
&#13;
1. Pertumbuhan E-Commerce&#13;
&#13;
ADB juga melihat peluang tumbuhnya e-commerce sehingga UMKM bisa memperkuat peluang yang ada dengan terus membangun produktivitas.&#13;
&amp;quot;Selain itu tentu saja adalah sumber daya manusia, berinvestasilah pada gizi anak-anak dan buat mereka belajar lebih banyak. Hal itu benar-benar akan mendukung untuk mencapai status pendapatan tinggi,&amp;quot; ungkap dia.&#13;
ADB pun menegaskan digitalisasi juga menjadi kunci untuk menggarap pertumbuhan yang menjanjikan dari UMKM, terutama dengan kolaborasi dengan stakeholder.&#13;
&#13;
2. Perkembangan UMKM&#13;
&#13;
Syarat berikutnya, lanjut Park, adalah mengembangkan ekonomi hijau hingga ke segmen UMKM, melalui produk-produk seperti pembiayaan hijau. Dengan begitu UMKM bisa berkembang dan emisi karbon bisa dikurangi sekaligus.&#13;
&amp;quot;Semua usaha ini membutuhkan improvement dari data yang berkualitas, sehingga strategi yang dibuat bisa tepat sasaran,&amp;quot; katanya.&#13;
Perlu diketahui, BRI Microfinance Outlook 2025 yang menjadi wadah diskusi penting terkait kondisi terkini serta strategi pembangunan ekonomi untuk Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
Berbeda dengan Outlook lainnya, BRI Microfinance Outlook kali ini mengangkat tema &amp;ldquo;Empowering the People&amp;rsquo;s Economy: A Pillar for Achieving Inclusive &amp;amp; Sustainable Growth&amp;rdquo; yang fokus membahas strategi pemberdayaan masyarakat sebagai motor penggerak ekonomi berbasis rakyat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
